
Soraya dan James sudah sampai ke rumah Gilbert namun sayang mereka tidak bertemu dengan Jack dan John sebelum betangkat sekolah. Karena menurut Soraya mereka begitu tampan dan gagah seperti anggota pakusan khusus versi anak kecil yang masih lucu dan menggemaskan.
" Padahal tadi aku sudah mengebut supaya bisa bertemu dengan mereka, tapi sayang rupanya telat juga " Keluh James pada Soraya, karena merasa tidak enak dan kecewa karena Soraya yang sangat ingin bertemu dengan Jack dan John.
" Iya sudahlah James tidak masalah, nanti sepulang sekolah masih bisa bertemu dengan mereka lagi " Balas Soraya supaya James tidak merasa bersalah padanya.
Soraya dan James langsung masuk ke kamar Oma Grace dimana sudah ada Mommy Irena dan Mommy Stella menunggu kedatangan mereka berdua.
" Hai Mom...Mom..Oma Grace" Sapa James dan Soraya pada ketiga wanita yang sudah memasuki usia senja namun masih awet muda.
" Halo sayang...James " Balas Mommy Stella.
" Soraya...James, duduklah disini! " Pinta Oma Grace dan menunjuk pada dua kursi kosong yang sudah disediakan untuk mereka berdua di sebelah tempat tidurnya.
Keduanya menuruti apa yang diperintahkan Oma Grace.
" Kalian pasti tahu kenapa kami menganggil kalian berdua? " Oma Grace mulai berbicara tentang mereka.
James dan Soraya sama-sama terlihat menelan salivanya, karena grogi, tegang, gugup sedang melanda mereka. Bagi Soraya lebih baik menghadapi meja operasi dari pada harus membahas hubungannya dengan James. Sangat berbeda dengan Jason dulu. Sedangkan bagi James biasa saja, hanya saja catatan kelam masa lalu takut memengaruhi penilaian dan pandangan Mommy Stella.
Keduanya mengangguk bersama namun belum ada yang bersuara. Kemudian Oma Grace melanjutkannya lagi.
" Selama ini kita hanya tahu jika kalian sedang menjalani pendekatan yang serius. Mau dibawa kemana dan untuk apa? " Tanya Oma Grace.
Soraya dan James saling pandang, Soraya menunjuk James sebagai kode jika James lah yang akan berbicara tentang hubungan mereka.
James menceritakannya dengan jujur pada ketiga wanita yang berada dihadapannya mengenai kedekatan mereka untuk hidup bersama dengan sama-sama meninggalkan masa lalu mereka karena patah hati. Dan sejauh ini semua usaha mereka membuahkan hasil untuk hubungan mereka dan bisa dibilang 90% mereka sudah bisa bahagia walau berdekatan dengan Ayu dan Jason.
" Maafkan kami Soraya, James, pasti perjuangan kalian tidak mudah untuk menjalin hubungan ini. Tapi Soraya apa kamu yakin dengan James dengan masa lalu dan status yang sudah kamu ketahui?. Kamu wanita pintar, cantik, mandiri, baik, kamu bisa mendapatkan pria sempurna tanpa cacat untuk mu " Mommy Irena merasa sangat beruntung, bersyukur dan berterima kasih jika Soraya mau menerimanya, namun ia ingin memastikannya sendiri.
Soraya menjelaskan kenapa mereka berdua sepakat untuk menjalin kedekatan ini. Dan untuk semua masa lalu James, Soraya tidak mempermasalahkannya.
Mommy Irena memeluk Soraya erat dengan air mata yang sudah jatuh pada kedua pipinya. Begitu juga James meminta maaf sekaligus berterima kasih pada Mommy Stella sembari memeluknya erat.
Suasana haru menyelimuti mereka yang berusaha ingin saling menyembuhkan guna hidup bahagia bersama.
__ADS_1
" Setelah semua pekerjaan ku selesai kurang lebih tiga bulan lagi kami akan menikah. Dan aku akan berhenti bekerja dari rumah sakit" Sambung Soraya.
Ketiga wanita paruh baya itu sangat terhipnotis dengan apa yang didengar mereka langsung dari mulut Soraya.
" Kalian serius " Satu kata yang keluar dari ketiga mulut wanita itu bersamaan. Karena mereka mengira kedekatan ini akan masih membutuhkan proses hingga satu atau dua tahun ke depan. Namun rupanya mereka salah hanya dalam waktu hitungan bulan keduanya sudah siap untuk melanjutkan hubungan mereka pada tahap yang lebih serius. terlebih keberanian yang dimiliki Soraya.
" Kami akan merasa sangat senang jika bisa membantu kalian " Oma Grace mengulurkan tangannya pada Soraya. Dan Soraya langsung berdiri menyambutnya.
" Tentunya kami pasti akan sangat membutuhkan dukungan dari kalian semua " Balas Soraya.
" Terima kasih kamu sudah mau menjadi masa depan James " Ucap Oma Grace.
Sedangkan di kantor, Jason dan Ayu sedang menikmati salad yang baru saja dibelinya dari Super Market. Ayu menyuapi Jason yang sedang memeriksa berkas penting kerja samanya.
" Untuk acara syukuran besok sudah selesai semuanya " Jason memberitahu Ayu setelah menerima email dari WO.
" Iya Honey " Balas Ayu singkat.
Jason menatap Ayu, menangkap ada kesedihan dalam wajah cantiknya siang ini.
"Aku merindukan Umi dan Abah. Walau keadaan mereka sehat-sehat dan baik-baik aja tapi rasanya aku tidak tenang. Mungkin karena rindu ku ini. Nanti setelah Baby Twins lahir kita pulang ke Indonesia ya, aku benar-benar sangat merindukan mereka " Ayu memeluk dada bidang Jason. Menumpahkan air mata yang sejak tadi pahi ditahannya, melihat Mrs. Stella dan Mommy Irena jadi teringat pada kedua orang tuanya nan jauh disana.
" Iya Baby " Jawab Jason singkat.
Setelah Ayu dan Jason kembali bersama. Jason sudah meminta kedua orang tua Ayu untuk berkunjung ke Islandia dan London. Tapi Ayu selalu menolaknya dengan alasan nanti mereka sendiri yang akan pulang ke Indonesia dalam waktu dekat. Namun rupanya masih sangat lama mengingat Ayu yang sedang hamil muda dan terlalu beresiko.
Ayu menghapus air matanya kala mendengar suami Umi dan Abahnya dari sambungan Video Call pada ponsel milik Jason.
" Nak Jason apa kabar?, kehamilan Ayu bagaimana?, semoga saja semuanya sehat " Itu kalimat pertama yang terucap oleh Umi Ita.
Ayu menarik wajah dari dada bidang Jason, melihat kearah layar ponsel yang memperlihatkan Umi Ita dan Abah Dapi serta Bibi Yuni di rumah mereka yang di Garut.
" Umi, Ayah, Bibi Yuni " Sapa Ayu pada mereka disana.
" Kami semua Alhamdulillah baik-baik saja Umi, Abah, Bibi Yuni " Balas Jason menatap layar ponsel sambil merangkul pinggang Ayu.
__ADS_1
" Ayu sangat merindukan kalian " Jason yang memberitahukan mereka sembari menyelipkan rambut Ayu pada belakag telinga.
" Iya Ayu kami disini juga sangat merindukan kalian disana " Balas Umi Ita menghapus sudut matanya dengan ujung kerudungnya.
" Iya Ayu, baik-baik disana, jaga kandungannya. Nanti juga ada waktunya kita bertemu " Ucap Abah Dapi.
" Iya Ayu " Sambung Bibi Yuni.
" Iya Ayu rindu pada kalian semua, makanan Umi, Bibi Yuni, suasana rumah kita " Ucap Ayu mengelap hidungnya yang sudah mengeluarkan ingus.
" Jangan terlalu sering menangis Yu,nanti Baby Twins nya jadi cengeng, bentar-bentar nangis. Dibawa senang aja, kita kan masih bisa Video Call-an " Ucap Umi Ita lagi namun ia juga tidak bisa menahan laju air matanya yang kian deras saja jatuh dari kedua matanya melihat Ayu yang menangis sampai terisak.
.
.
Mampir Yuk di Novel Author yang lain :
Cinta Tuan Alex ( Tamat).
Suami kedua ( On going ).
Jangan lupa dukungannya 'wan kawan dengan cara Like, Komen, Gift dan Vote.
__ADS_1
Terima kasih kawan 🙏