Teman Tidur Tuan Jason Gilbert

Teman Tidur Tuan Jason Gilbert
Extra Part 37 T3JG


__ADS_3

Usai dengan pelajaran, Vida masih belum bergairah. Sampai suara seseorang yang dikenal memanggilnya dari balik layar ponsel yang diserahkan oleh Jason.


" Vida "


" Hah, Kak Anthoni!." Suara cempreng Vida terdengar begitu nyaring di telinga Ayu dan Jason. Sampai keduanya menutup telinga dengan wajah yang meringis.


Wajah keduanya sudah tampil pada layar ponsel masing-masing. Vida menampilkan wajah yang terlihat centil dengan senyum yang selalu merekah bagai bunga mawar.


" Kak Anthoni kenapa sudah pulang?. Enggak pamit pada ku juga?." Senyum itu menghilang berbarengan dengan pertanyaan yang diajukan Vida.


" Iya Vida maaf ya. Kak Anthoni enggak pamit langsung sama Vida. Kan Kak Anthoni juga sekolah sama seperti Vida. Dan Daddy ada bertemu dengan orang lagi pagi ini." Jelas Anthoni yang rupanya bisa dimengerti oleh Vida. Sebab senyum cerah itu kembali lagi pada wajah cantik, imut dan lucu Vida.


" Iya Kak Anthoni tadi Daddy juga sudah bilang seperti itu pada ku." Vida menatap lekat-lekat pada wajah Anthoni yang memenuhi layar ponsel nya. Tiba-tiba saja wajah Vida berubah lagi kala ia melihat ada seorang wanita memanggil Anthoni dan memintanya masuk ke dalam kelas.


" Anthoni ayo masuk!. Mata pelajaran selanjutnya akan segera di mulai!."

__ADS_1


" Vida maaf ya harus Kak Anthoni masuk kelas. Sekali lagi maaf ya." Ucap Anthoni.


" Iya Kak Anthoni." Balas Vida. Dan layar ponsel Vida pun kembali pada menu utama.


Vida mengembalikan ponsel milik sang Daddy dengan wajah yang kembali ditekuk. Yang tentu saja membuat Jason bertanya-tanya lagi.


" Kenapa sayang?." Tanya Jason dengan lembut.


" Tadi Kak Anthoni di panggil sama teman wanita nya supaya masuk kelas. Teman nya itu lebih cantik dan lebih dewasa dari pada Vida." Jason dan Ayu dibuat terperangah oleh perkataan Vida yang menurut mereka sudah melewati batas usia nya.


" Sayang, Vida. Dengar Mommy baik-baik. Kak Anthoni wajar saja memiliki banyak teman sayang. Di sekolah kan pasti begitu ada teman pria dan wanita. Kita boleh berteman dengan siapa saja dan Vida nanti kalau sudah masuk sekolah reguler pasti akan memiliki banyak teman. Nanti juga Vida akan berubah menjadi dewasa dan cantik sesuai usia mu sayang." Tutur Ayu menjelaskan. Ayu berharap Vida akan berkembang dengan baik untuk hal akademis dan pengelolaan emosi dan perasaannya seiring berjalan waktu.


" Iya Mom, Dad " Vida memeluk keduanya dengan manja. Diakhiri dengan meminta gendong pada punggung Jason.


.

__ADS_1


.


Di sekolah Anthoni mendapatkan ledekan dari beberapa teman pria dan wanitanya. Ketika dirinya diminta untuk berbicara dengan Vida.


" Ah yang benar saja Anthoni, Kau pacaran dengan bayi yang baru lahir kemarin?."


" Kau seperti tidak normal saja. Di kelas ini saja banyak wanita cantik yang sudah mengantre untuk mu. Kau malah mau sama bayi baru lahir itu?." Teman yang lain menimpali.


" Kau jangan terlalu naif dan menutup diri seperti itu. Masa sekarang adalah saatnya kita bersenang-senang dan mencoba segala hal. Jadi kau lakukan lah sesuka dan sepuas mu, sebelum nanti kau terikat dengan pernikahan yang katanya sanggup mengikat mu dengan kencang bahkan terkesan mencekik mu." Ucap Teman yang lainnya menakuti dengan wajah yang dibuat se-menyeramkan mungkin


Anthoni hanya diam saja menanggapi ocehan dan ledekan dari teman-temanya tesebut. Dan mencerna perlahan apa yang di katakan oleh semua teman-temannya.


" Benarkah seperti itu?." Batinnya.


Anthoni mengingat bagaimana Daddy nya, yang sesekali memang terlihat terikat namun diwaktu yang bersama terlihat sangat bebas.

__ADS_1


" Ayolah habis ini kita ke Bar!. Kau kan belum pernah mencobanya." Ajak mereka serempak.


__ADS_2