Teman Tidur Tuan Jason Gilbert

Teman Tidur Tuan Jason Gilbert
Bab 101


__ADS_3

Semua yang ada pada tubuh Ayu melebihi ekspetasi pantasi liar Jason selama ini.


" Semakin sempurna Baby ".


Tidak ada hentinya Jason memberikan pujian tulus untuk sang istri yang sudah rela menjaga raga indahnya hanya untuk dirinya seorang.


Jason mengganti lampu di ruang keluarga menjadi pencahayan yang minim tapi tetap mampu memperlihatkan keindahan tubuh Ayu yang sangat memanjakan kedua matanya. Lalu Jason sudah berdiri dihadapan Ayu dengan jarak yang sangat dekat. Sehingga mereka bisa merasakan hembusan nafas yang menerpa wajah keduanya.


" Malam ini dan malam-malam seterusnya hanya milik kita berdua ".


Setelah jubah teronggok di lantai, Jason merapikan rambut panjang yang terurai diselipkan di balik telinga Ayu. Yang memperlihatkan leher jenjang, putih nan mulus yang Jason bisa raba dan nikmati sesuka hati.


Tatapan keduanya saling mengunci, bibir Ayu yang diberikan sentuhan warna pemerah buatan, meinggalkan kesan seksi nan sensual bagi kaum Adam yang melihatnya.


Rasanya Jason ingin segera melakukan penyatuan dengan Ayu, jika mengingat waktu tujuh tahun mereka habiskan dengan kesendirian dan penantian panjang mereka. Jadi dirinya tidak ingin melewatkan setiap momen perubahan yang terjadi pada tubuh mereka masing-masing. Sehingga Jason rela menekan ego, hasrat dan gairahnya demi untuk mencapai malam indah bersama.


" Honey "


Sentuhan jari dengan gerakan memutar pelan diarea yang paling sensitif Ayu bagaikan tersengat aliran listri ribuan Volt.


Dengan reflek Ayu merenggangkan kedua pahanya guna mempermudah akses bagi Jason untuk menjelajah bagian yang rawan kebanjiran.


Jason menekuk kedua lututnya berlutut tepat menghadap pada kedua paha putih, mulus dan bersih Ayu.


Tersungging senyum simpul dari bibir Jason ketika berhadapan dengan ladang yang masih di tumbuhi rumput halus disekitar lada.


" Sssshhh "


Akibat sapuan lembut lidah Jason pada bibir bawahnya secara perlahan. Ayu meremat rambut Jason dengan kuat akibat efek sengatan yang diterimanya.


Jason menekan panggul Ayu sampai menempel bagian sensitif Ayu memenuhi permukaan wajahnya. Dihirupnya dalam-dalam aroma khas yang berasal dari bibir bawah Ayu yang sangat candu untuknya.


" Honey, kaki ku le-lemas! "Keluh Ayu memberitahu Jason sebelum dirinya jatuh meniban tubuh suaminya itu.


Mendengar perkataan Ayu, dengan sigap Jason menggendong Ayu dan merebahkan tubuhnya di atas sofa. Jason menundukkan wajahnya untuk menyatukan bibir mereka, berbarengan dengan salah satu tangan Jason mendarat di buah dada Ayu yang sudah tidak terbungkus kain.


Suara decapan bibir keduanya tidak terlalu nyaring karena mereka menyadari jika mereka sedang bersebelahan dengan kedua putranya yang sedang terlelap.

__ADS_1


Setelah di rasa pemanasan sudah sangat melelahkan kini Jason bersiap untuk melakukan penyatuan cinta mereka.


" Aaahh "


Dorongan lambat yang dilakukan Jason untuk memasuki dirinya dengan sempurna sangat menggetarkan jiwa. Keduanya bersuara untuk mengekspresikan rasaa yang untuk pertama kali setelah tujuh tahun tidak dilakukan.


Malam ini Jason benar-benar memasuki tubuh istrinya sesuai dengan apa yang diimpikannya, lembut, pelan, perlahan, mengedepankan kepuasan pasangan, tidak ada yang bersikap egois, sama-sama saling memberi dan menerima.


Hentakan pelan, yang sesekali dibuat bersuara karena rasa yang membucah didada tidak dapat dikendalikan. Tapi untungnya Jack dan John tidak terganggu dengan suara-suara aneh yang sesekali mulai terdengar, seakan mereka mengerti kebutuhan alami kedua orang tuanya.


"Aaaahhh "


" Honey "


" Baby "


Sampai pada hentakan terakhir dimana keduanya bersama-sama mancapai pelepasannya yang sempurna, nafas yang saling berkejaran, keringat yang bercucuran serta suara lenguhan panjang keduanya menandakan gelombang kepuasaan itu sedang menyelimuti kedua tubuh mereka.


Ayu langsung saja masuk ke kamar nya setelah memakai jubah dan Jason melepaskan tubuhnya dari tubuh Ayu. Dengan kecupan pada kening Ayu untuk beberapa saat.Karena Ayu takut jika sewaktu-waktu kedua putranya bangun dan melihat mereka dengan penampilan yang belum pernah dilihat sebelumnya.


Dan benar saja sesuai dugaannya, padahal Ayu merasa tidak lama di dalam kamarnya, kenapa saat Ayu keluar?, sudah melihat Jack dan John sudah duduk di meja makan dengan makanannya masing-masing.


" Mommy, Daddy "Panggil John dengan menautkan kedua alisnya sambil menggigit sedikit punggung tangannya.


Kemudian melirik jam yang masih dipergelangan tangannya," Mommy, Daddy kalian berdua habis mandi dengan rambut yang basah pula ".


Jack pun melihat keduanya dengan tatapan yang hanya dimiliki anak seusianya yaitu kepolosan untuk setiap pertanyaan yang keluar dari bibir mereka karena memang ketidaktahuan kedua putra mereka.


Ayu dan Jason saling pandang dengan senyum yang terlukis indah di wajah penuh kepuasan beberapa waktu lalu.


" Iya Boys tiba-tiba saja kami merasa gerah jadi Mommy dan Daddy memutuskan untuk mandi kembali"Jawab Jason tidak sepenuhnya bohong.


Ayu hanya mengangguk memberikan penguatan atas pernyataan yang baru saja Jason katakan.


" Kalian merasa lapar atau apa jam segini baru makan? "Tanya Jason memasukkan potongan buah apel pada mulutnya.


" Pertama itu kebiasaan kami Dad, kedua karena memang lapar tadi belum sempat makan dan ketiga kami bangun bersamaan Dad, saat kami mendengar percakapan orang tapi tidak berwujud Dad "Ucap Jack setengah berbisik pada Jason dan Ayu.

__ADS_1


" Memang apa yang kalaian dengar?, masa di rumah ini ada penunggunya?" Tanya Jason penasaran.


" Aaahhh Honey...Baby..." Jack dan John menirukan apa yang didengarnya sebelum mereka membuka matanya. Tapi mereka tidak melihat adanya siapun diantara mereka.


Jason berhenti mengunyah sedangkan Ayu menatap horor kearah Jason ketika mendengar pengakuan kedua putra mereka.


Namun Jason dengan santai menanggapinya, "Berarti tidak salah dengan apa yang kita dengar Boys. Daddy juga mendengar hal yang sama, tapi kalau Daddy hanya sebatas Aaahhh Honey ".


Jason menirukan sama persis dengan ekspresi Ayu yang berada dibawah kendali tubuh kekarnya.


Kelakar mereka terdengar memecah keheningan malam hari ini dengan tawa canda mereka. Tapi tidak dengan wajah Ayu yang dibuatkan menekuk karena bisa-bisanya Jason mengolok dirinya seperti itu.


Padahal suara yang paling menganggu telinganya ya ******* Jason yang mengaung seperti suara srigala.


Mereka kembali tidur di kamar masing-masing setelah menghabiskan makan malam tanpa sisa.


Setelah sepuluh hari berlalu, Jason, Ayu, Jack dan John hanya berfokus pada kesembuhan James. Ayu sudah tidak bekerja di Perusahaan Mrs. Stella karena sudah ada orang yang menggantikan posisinya. Begitu juga Jack dan John yang sudah mulai Home Schooling.


Karena dirasa James sudah menunjukka perkembangannya yang pesat, Jason meminta Mommy Irena dan Daddy Leo untuk menemuinya di Islandia. Dengan alasan perjalanan bisnis, dan keduanya pun percaya tidak mencurigai apa pun.


Sampai keesokan harinya, Pagi-pagi buta Mommy Irena dan Daddy Leo sudah berada di Islandia namun mereka dibuat bingung dengan lokasi pertemuan mereka.


" Sepertinya Jason sedang mempermainkan kita Dad? "Ucap Mommy Irena setelah sampai di sebuah rumah sakit yang menjadi tempat pertemuan mereka kali ini.


" Grand Ma...Grand Pa..."Pangil Jack dan John bersamaan pada Mommy Irena dan Daddy Leo yang membelakangi mereka.


Deg


Mommy Irena dan Daddy Leo sama-sama memutar tubuh mereka, kini mereka berhadapan dengan sang Penerus keluarga Gilbert.


.


.


Terima kasih banyak Author sampaikan pada kawan-kawan yang sudi memberikan dukungannya berupa Like, Komen, Gift dan Vote nya.


Sehat selalu untuk kita semuanya, Aamiin 🤲🙏🥰

__ADS_1


__ADS_2