
Dengan mudah Daddy Leo dan Jason mengetahui posisi James dan Soraya saat ini. Pastinya dengan nama Gilbert semuanya jadi terasa mudah.
" James " Panggil keduanya serempak dan berjalan cepat pada arah James yang duduk tertunduk di salah kursi.
Dan saat itu juga bersamaan dengan sidang untuk Dokter Soraya dan Dokter Justin berakhir. Dengan terbuka lebar daun pintu ruangan tersebut.
Daddy Leo, James dan Jason melihat Dokter Soraya yang berjalan dengan wajah yang tertunduk. Berbeda dengan Dokter Justin yang lebih siap untuk menerima apa pun sebagai konsekuensi dari kegagalan mereka siang tadi.
Dokter Soraya mengangkat wajah kala jalannya dihadang oleh tiga pasang sepatu yang sangat dihafalnya.
" Daddy Leo " Soraya berhambur kedalam pelukan calon ayah mertuanya. Disaat-saat seperti ini ia sangat merindukan dan membutuhkan sosok Ayah yang akan selalu membela dan mendukung apa pun putrinya. Sama seperti saat ini ia mencurahkan segala perasaan itu pada Daddy Leo. Karena memang kedekatan mereka sebagai ayah dan anak bukan hanya saja sekedar calon mertua dan menantu.
Daddy Leo membiarkan Soraya menangis dalam pelukannya. Isak tangis yang terdengar sangat menyesakan dada James. Jason menepuk pelan punggung James sebagai bentuk dukungan untuknya.
Jason menghampiri sebentar pemilik rumah sakit menyapa dan tidak kurang dari sepuluh menit percakapan mereka sudah berakhir.
" Terima kasih " Ucap James memeluk erat Jason.
" Nanti saja bilang terima kasih nya kalau kami sudah membantu kalian." Balas Jason dengan senyum jahilnya.
Karena malam semakin larut akhirnya mereka berempat pulang ke rumah. Disepanjang perjalanan Soraya belum mau berbicara apa pun, dan itu pun tidak masalah bagi mereka. Yang terpenting sekarang Soraya harus beristirahat. Menenangkan pikirannya yang tengah kalut atas operasi tersebut.
Sesampainya di rumah, Mommy Irena langsung menyambut kedatangan Soraya tanpa banyak bertanya ini itu karena Jason sudah memberitahukan garis besarnya saja saat dalam perjalanan pulang tadi.
Malam ini Soraya tidur ditemani oleh Mommy Irena, karena Mommy Irena juga ingin memastikan keadaan Soraya baik-baik saja.
Sementara itu Jason mengecek Jack dan John yang kembali tidur menemani Oma Grace. Jason memberikan kecupan selamat malam pada kedua putra kembarnya walau sangat terlambat sebelum ia keluar dari dalam kamar.
Jason membuka pintu kamarnya dengan sangat pelan, karena tidak ingin mengganggu Ayu jika Ayu sudah tidur, karena akhir-akhir ini Ayu kesulitan untuk tidur lebih awal atau pun larut malam.
" Baby " Jason melihat Ayu yang masih duduk di sofa dengan setoples cemilan yang diatas pangkuannya.
" Honey " Balas Ayu berdiri, meletakkan toples tersebut dan membawa pakaian ganti untuk suamianya .
Melihat hal itu Jason langsung masuk ke kamar mandi. Tidak berselang lama Jason pun sudah keluar dengan tubuh yang hanya ditutupi dengan lilitan handuk yang minim saja sehingga memperlihatkan tubuh kekar, atletis, berotot dan segar yang mengeluarkan aroma sangat wangi.
Ayu mendekati Jason sambil membawa handuk kecil ditangannya.
__ADS_1
" Duduk disini Honey, biar aku keringakan rambutmu." Ayu meminta Jason duduk di atas kursi riasnya. Dan Jason pun menurutinya.
Dengan telaten Ayu mengelap rambut basah Jason sehingga air sudah tidak menetes lagi dari rambutnya. Sedangkan tatapan mata Jason tepat mengarah pada buah dada Ayu yang berukuran lebih besar dari biasanya. Tangan Jason terulur guna menyapa lembut buah dada tersebut dan Ayu pun tidak keberatan dengan hal itu. Terakhir Ayu pun meletakkan handuknya di tempat pakaian kotor setelah beberapa saat.
" Selesai Honey " Ayu hendak menuju ke tempat tidur namun tubuh yang mulai bertambah berat badannya di peluk oleh Jason dari belakang sambil berbisik tepat disebalah telinganya, " Rambut yang bawah ku masih basah Honey." Goda Jason.
Dengan reflek Ayu melihat ke bagian bawah yang tertutup handuk sangat minim itu." Ok Honey sini aku keringkan." Ayu meminta Jason untuk berbaring di atas tempat tidur.
Dengan senang hati Jason pun menuruti apa yang diperintahkan Ayu. Ayu mulai menyingkap handuk dan mulai mengeringkan rambut bagian bawah Jason dengan menggunakan handuk yang dipakainya.
Otak dan Hasrat Jason sudah tidak ditahan lagi, benda milik Jason yang tadinya mengkerut karena kedinginan kini 360 derajat sudah sangat on sehingga Ayu bereaksi lucu melihat perubahannya.
" Honey, kenapa kamu menyuruh benda itu untuk memanjang. Padahalkan aku hanya mengeringkan rambutnya saja, aku sudah sangat berhati-hati Honey supaya tidak menyentuh kulit kepalanya." Ayu langsung melayangkan protesnya pada Jason.
Jason terkekeh geli mendengarkan ocehan Ayu yang seperti ini.
" Tandanya benda ku ini sangat menghormati mu Baby." Goda Jason membiarkan benda tersebut terbuka seperti itu.
" Ish mana ada seperti itu, yang jelas pasti kamu mau menjenguk Baby Twins kan?, aku sudah sangat hafal betul Honey, kalau punya mu sudah dalam mode on begini." Ayu mengencangkan ikatan tali piyamanya supaya lebih kencang.
Melihat gerakan Ayu tersebut Jason sudah berpikiran kalau Ayu akan langsung membuka piyamanya namun sayang Jason sangat keliru. Yang terjadi justru malah sebaliknya. Dan Alhasil Jason merengek pada Ayu supaya tidak membiarkan miliknya kedinginan dan kembali mengkerut. Karena sebenarnya malam ini Jason memang ingin menjenguk Baby Twins.
" Kalau kedinginan nanti milik mu biru-biru tidak ya?."
" Jangan sampai Baby nanti kamu sendiri yang akan rugi. Tidak bisa menjerit dan berteriak manja lagi oleh senjata ku ini."
Wajah Ayu langsung merah seketika mengingat dirinya lah yang paling Vocal bersuara atas kenikmatan yang diberikan oleh tangan dan senjata suami tersebut.
Ayu memang mengakui kehebatan, keperkasaan suaminya diatas tempat tidur. Bahkan tidak jarang dirinya lah yang lebih sering ingin bercinta dan dipuaskan terlebih dahulu.
" Bagaimana kalau kamu menjerit Baby?."
Lagi-lagi di buat diam dengan wajah yang sangat memerah pastinya.
Jason meraih tangan Ayu dan mengarahkan pada senjatanya.
" Eramlah senjata ku Baby dengan perisai yang kamu miliki, biar kita sama-sama tidak kedinginan dan tentunya Baby Twins akan merasa senang karena selalu dijenguk oleh Daddynya."
__ADS_1
Ayu pun tidak bisa menolak jika Jason sudah dalam tahap seperti ini. Maka Ayu pun dengan senang hati melayani suaminya. Menerima dan memberi sentuhan dan belaian lembut pada setiap inci tubuh keduanya.
Jason membuktikan jeritan dan teriakan Ayu yang sangat Vocal yang sudah memenuhi ruang kamar mereka yang memang sudah kedap suara. Jadi mereka leluasa dan bebas untuk mengekspresikan jeritan kenikmatan dari setiap hentakan dan pelepasan yang diterima masing-masing.
Jason menarik selimut guna menutupi tubuh mereka yang masih polos.
" Beberapa hari ini mungkin aku akan sangat sibuk membantu James dan Soraya dengan masalah yang sedang menimpa mereka." Jason mengeratkan pelukannya.
" Iya Honey, bantulah mereka semampu dan sibasa mu. Kamu jangan khawatirkan kami, kami pasti akan baik-baik saja." Ayu sudah terbiasa jika harus berjauhan sementara dengan Jason.
.
.
MAmpir Yuk di Novel Author yang lain :
Cinta Tuan Alex ( Tamat).
Suami kedua ( On going ).
Cinta Karena Perjodohan ( On going ).
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya 'wan kawan dengan cara Like, Komen, Gift dan Vote.
Terima kasih kawan 🙏