Teman Tidur Tuan Jason Gilbert

Teman Tidur Tuan Jason Gilbert
Extra Part 38 T3JG


__ADS_3

Selesai dengan makan malam, semua orang berkumpul di ruang tengah termasuk Loisa. Mereka sudah terbiasa dengan kehadiran Loisa setelah ia mengajar di rumah Sarah hampir tiga bulan. Ya ternyata sudah tiga bulan ini Jason dan Ayu belum berencana untuk kembali ke Jakarta. Tentunya dengan alasan Umi. Namun sejauh ini Loisa tidak memperlihatkan tingkah laku aneh, semuanya berjalan secara normal.


Secara tiba-tiba saja Ayu merasa perutnya sangat mual hingga Ayu segera berlari menuju wastafel yang berada di dekat meja makan. Dan benar saja Ayu mengeluarkan semua isi perut yang baru saja dilahapnya.


Semua orang mengikuti Ayu ke wastafel dengan tatapan yang sangat khawatir karena sampai berkali-kali Ayu mengeluarkannya.


" Mungkin kamu keracunan makanan Baby?. Tadi kamu baik-baik saja. Umi tolong telpon Dokter Alvian suruh cepat datang kemari."


Umi Ita segera menghubungi Dokter dan memintanya untuk segera datang.


" Honey, jangan dekat-dekat. Kamu bau sekali!." Semua menahan tawa kala Jason di dorong pelan dan dikatai bau oleh istrinya sendiri.


Jason menciumi seluruh badannya sendiri namun wangi semua, tidak ada yang tercium bau sama sekali.


" Semuanya wangi Baby!." Gumam Jason lirih dan memastikan lagi dirinya tidak bau.

__ADS_1


" Bau Honey, jauh- jauh tolonglah aku mau muntah lagi." Rengek Ayu memuntahkan lagi isi perut yang kini hanya tinggal air saja.


Tidak tega melihat Ayu muntah lagi, dengan sangat terpaksa menjauh dari Ayu sekalian menunggu Dokter Alvian.


" Umi tolong jagain Ayu, bantu balur punggungnya pakai yang hangat-hangat." Pinta Jason dari kejuahan.


Bibi Yuni dengan sigap memberikan air minum putih hangat dan minyak tawon untuk menghangatkan tubuh Ayu.


Dirasa udah enak, Ayu merebahkan tubuhnya di atas sofa ruang tengah dengan berbalut selimut tebal.


" Baby bagaimana sekarang udah enak kan?." Tanya Jason dari kejuahan setelah tidak mendengar suara istrinya lagi.


" Iya Honey, aku sudah enakkan!. Tapi tolong kamu harus tetap jaga jarak seperti ini. Kalau tidak nanti aku bisa muntah lagi." Entah sudah berapa kali Ayu memberitahu Jason tentang rasa yang dialaminya saat ini.


Vida dan Vina memijit kaki Ayu yang sudah dipasang kaos kaki oleh Umi sebab terasa sangat dingin.

__ADS_1


" Mommy jangan sakit!." Vida memijat kaki kanan Ayu.


" Iya Mommy kami sedih kalau Mommy sakit." Sambung Vina memijak kepala Ayu yang memang sedikit merasa pusing.


Mendapatkan perlakuan manis dari kedua putri nya Ayu begitu bahagia. Dengan seulas senyum manis Ayu memegang tangan kedua putri nya.


" Mommy hanya masuk angin aja sayang atau cacing di dalam perut Mommy tidak suka kalau Mommy makan banyak. Tadi kalian lihat bukan berapa piring Mommy menghabiskan makanannya?." Tutur Ayu yang tidak ingin membuat Vina dan Vida bersedih.


" Oh iya Honey kamu betul juga. Sebab dua hari ini kamu makan nya sangat banyak. Mungkin itu penyebabnya kamu muntah-muntah sekarang." Timpal Jason masih dari posisi jauh. Lebih baik dirinya menjaga jarak aman dari istri nya saat ini dari pada melihat Ayu terkulai lemas seperti saat ini.


Vida dan Vida mencoba mengingat apa yang dikatakan oleh Jason dan Ayu. Dan mereka mengangguk mengiyakan.


Dokter Alvian yang sudah ditunggu pun akhirnya tiba. Ia segera memeriksa kondisi Ayu yang di sebut Jason seperti orang keracunan makanan sebab hanya berselang beberapa detik saja dari santapan terakhirnya Ayu langsung muntah-muntah.


" Baik Tuan Jason, saya ajak memeriksanya."

__ADS_1


__ADS_2