
Pembangunan Soraya's Hospital sudah selesai satu Minggu yang lalu. Rumah sakit itu sudah di buka untuk umum. Sudah ada beberapa pasien rujukan, sebab rumah sakit Soraya's Hospital memiliki perlengkapan medis yang sangat lengkap.
Struktur kepemimpinan yang sudah tersusun rapi, semua di bawah kendali Soraya sebagai pemilik rumah sakit. Sedangkan James hanya membantunya saja sebagai kepala rumah sakit yang nantinya diharapkan bisa lebih mengembangkan lagi rumah sakit ini.
"Terima kasih sudah mau membantu mereka yang sangat membutuhkan pengobatan." Soraya melihat beberapa pasien yang berasal dari kalangan bawah yang masuk ke rumah sakitnya. Walau ada juga kelas atas yang memilih rumah sakit mereka karena alasan para Dokter yang sangat ahli, pelayanan yang baik dan perlengkapan medis yang sangat lengkap.
"Semuanya untuk mu sayang." James meraih kedua tangan Soraya dan membawanya duduk di atas sofa.
"Aku senang bisa menjadi bagian dari rumah sakit milik mu ini, kita akan membesarkan rumah sakit ini bersama-sama. Kita akan membantu meringankan beban mereka dengan cara kita sendiri, kita akan berusaha memberikan pelayanan terbaik pada semua orang tanpa melihat siapa yang datang berobat." James benar-benar ikut andil dalam rumah sakit yang dibangun untuk Soraya. Karena ternyata bisa membatu atau menolong orang lain itu ia ikut memiliki kebahagian yang sangat luar biasa.
"Iya James, kita berdua akan melakukan yang tebaik." Balas Soraya seraya berdiri dan merapikan pakaiannya.
"Tapi hari ini kita akan pergi ke tempat praktek Dokter Obgyn. Dokter itu teman baik ku, aku tidak malu atau merasa canggung saat berkonsultasi dengannya. Kamu mau nya kita periksa dan konsultasi bersama?." Soraya menatap James dengan wajah memelas. Dan segera bersiap setelah James mengatakan iya padanya.
__ADS_1
Sampai di rumah sakit yang di tuju, Soraya dan James langsung saja masuk ke dalam ruangan Dokter Obgyn.
Benar saja setelah bertemu dengan Dokter Obgyn, Soraya langsung saja bercerita, mengkonsultasikan semuanya bersama James.
Mereka menjalani serangkaian tes dan hasilnya mereka berdua sangat memuaskan. Keduanya saat ini masih dalam usia produktif untuk bisa memiliki keturunan.
"Sekarang kau jangan terlalu cemas untuk hal itu, berpikir positif saja. Nanti juga kalau sudah waktunya hamil kau akan hamil." Ucap Dokter Obgyn sebelum menutup pertemuan mereka siang ini.
"Iya akan aku usahakan untuk rileks, tidak banyak pikiran untuk apa pun supaya aku bisa cepat hamil." Balas Soraya.
Soraya dan James langsung saja menuju mobil, mereka berencana akan kembali ke rumah sakit.
"Jadi sekarang kita nikmati saja kebersamaan kita, sebelum mereka lahir mewarnai hidup kita. Waktu kita untuk berdua saja masih kurang bagi ku, sayang. Apalagi dengan adanya rumah sakit ini. Akan banyak menyita waktu kita berdua." James memasang sabuk pengaman Soraya.
__ADS_1
"Iya James, kamu benar. Kita sekarang hanya perlu menikmati waktu kita berdua saja." Balas Soraya penuh dengan rasa percaya diri setelah konsultasi dengan Dokter Obgyn.
Kondisi jalanan cukup padat, padahal ini masih siang.
"Ada apa ya?, tumben banget se-macet ini." Soraya menengok ke kanan kiri jalanan, namun hanya mampu melihat mobil kanan kirinya.
"Iya mungkin ada mobil yang mogok di depan kali." Jawab James melihat jam dipergelangan tangan.
"Iya padahal masih jam dua, ada apa ya?." James mencoba keluar dari mobil dan melihat jauh ke depan, namun tetap tidak menemukan apa pun. Sampai terlihat seorang pria muda keluar dari dalam mobil dengan banyak darah di pakaiannya.
James segera berlari guna melihat apa yang terjadi.
"Kenapa Pak?, apa yang tejadi?."
__ADS_1
"Istri saya mau melahirkan tapi sepertinya ia mengalami pendarahan."