
Mommy Irena, Daddy Leo dan James berada di Restoran yang berada di Lobby Hotel tempat Jason menginap, karena permintaan James dengan meja yang terpisah.
" Maafkan aku Mommy, kali ini aku tidak ingin mendengarkanmu. Aku berikan kehidupan baru untuk Jason, sebagai imbalannya Ayu dan Baby Twins akan menemaniku. Impas bukan, itu harga yang pantas Mommy " James menolak apa yang diminta Mommy Irena.
" Mommy tahu, Celia sudah mendaftarkan perpisahan kami. Dan mungkin Daddy atau Mommy akan membuatnya untuk Ayu. Biar kami sama-sama bebas dalam ikatan kami sebelumnya dalam waktu yang bersamaan. Sehingga kami bisa memulai hubungan baru kami tanpa adanya kendala dokumen apa pun".
" James..." Teriak Mommy Irena, James sudah membuat kesabaran Mommy Irena habis.
Deddy Leo mendekat menghampiri Mommy Irena yang sudah histeris akibat ulah putra pertamanya.
" Kenapa kamu menjadi orang yang jahat James?" Tanya Mommy Irena sembari memegang kedua lengan James.
" Aku bukan jahat Mom,tapi aku hanya memperjuangkan apa yang ingin aku miliki Mom, Dad. Keluarga kecil yang utuh, seperti yang kalian inginkan " Jawab James mengatakan isi hatinya yang sudah dibutakan oleh cintanya pada Ayu.
" Dad, berikan pengertian pada Mommy. Aku tidak sejahat yang Mommy pikirkan, aku hanya realistis saja Dad " Ucap James lagi.
Daddy Leo menghapus air mata Mommy Irena,"Kita harus segera pergi dari sini,lebih baik kita kembali ke rumah sakit,mungkin Ayu mencari kita "Daddy Leo membantu Mommy Irena berdiri dari kursinya.
Waktu sudah menunjukan pukul 20.30 Waktu setempat. Daddy Leo dan Pak Anton menjaga di depan kamar Jason, sekalian mereka membahas pekerjaan bersama Agas melalui sambungan telepon. Dan mau tidak mau Daddy Leo harus meminta bantuan keduanya untuk mengusut tuntas kasus ini. Supaya tidak melebar kemana-mana lagi. Meski Daddy Leo sudah tahu bekingnya keluarga Erwin sangat besar didunia hukum.Tapi ia harus bisa menembusnya, demi keadilan dan keamanan keluarganya. Sedangkan Ayu dan Mommy Irena sudah berada didalam kamar VVIP. Hanya untuk merebahkan tubuh lelah mereka.
Meja sudah dipenuhi dengan beberapa macam makanan dan minuman untuk mereka. Tapi sampai sekarang belum ada yang menyentuh makanannya.
" Mom, jika seandainya Mommy berada diposisiku, apa yang akan Mommy lakukan? " Tanya Ayu sudah memposisikan tubuhnya miring diatas matras menatap ke arah Mommy Irena yang sedang manatap langit-langit.
" Mommy akan percaya kalau Jason mampu bertahan sampai persediaan darahnya ada dan bisa mengalir didalam tubuhnya " Jawab Mommy Irena secara tidak langsung mengatakan bahwa Ayu harus yakin jika dirinya dan Jason akan baik-baik saja.
" Kalau disuruh pilih, bagaimana Mom?"Tanya Ayu lagi dengan tidak melepaskan tatapannya dari Mommy Irena.
Ayu melihat ada buliran bening yang keluar dari ekor mata Mommy Irena.
" Kamu harus yakin keadaan Jason akan baik-baik saja. Pasti Jason akan bertahan buat kamu dan Baby Twins " Jawab Mommy Irena masih setia dengan posisi dan air matanya yang tidak berhenti keluar dari ekor matanya.
" Ayu benar-benar sangat mencintai Jason Mom, Jason hal pertama dan terakhir yang indah untuk Ayu "Ayu memejamkan mata untuk meloloskan air matanya.
" Jason juga pasti sangat mencintai mu dan Baby Twins " Balas Mommy Irena yang menoleh kearah Ayu yang sudah memejamkan matanya.
__ADS_1
" Hemm, Ayu tahu itu Mom " Ucap Ayu lemah.
Entah karena mengantuk atau memang sengaja Ayu memejamkan kedua matanya. Apa iya disaat seperti ini Ayu bisa tidur?. Walau pun Ayu memang diharuskan untuk beristirahat yang cukup, bukan hanya untuk dirinya semata melainkan untuk Baby Twins juga.
Sampai beberapa jam berlalu, Ayu dan Mommy Irena sudah terjaga didepan ruang ICU Jason, dimana Jason dinyatakan drop kondisinya oleh Dokter yang berjaga dikarenakan oleh beberapa faktor, salah satunya karena kurang suplai darah dalam tubuhnya.
Ayu menangis dalam diamnya seraya mengusap perutnya, dimana tempat Baby Twins berada saat ini.
" Tolong kuatkan kami Ya Tuhan!"Do'anya dalam hati.
Itu semua tidak lepas dari perhatian Mommy Irena yang sekilas melirik Ayu melalui ekor matanya,"Kamu harus terus bersabar, jangan menyerah untuk hal apa pun. Kamu harus kuat " Mommy Irena menguatkan Ayu sembari memberikan pelukan hangatnya.
Padahal dalam hati Mommy Irena pun ia lebih menangis lagi dari Ayu. Dimana ia seorang ibu melihat putranya berjuang melawan maut didepan matanya sendiri. Tapi ia tahan demi menantu dan calon kedua cucunya.
Sedangkan Daddy Leo hanya diam mematung menyaksikan semua orang tersayangnya bersedih karena ketidakmampuannya untuk melindungi mereka semua. Ternyata ada hal-hal yang tidak selamanya bisa dibeli dengan uang dan kekuasaan.
Dokter dan team berusaha membuat kondisi Jason kembali keawal, walau masih belum melewati masa kritisnya, tapi setidaknya tidak drop seperti ini.
Mommy Irena seketika melerai pelukannya dari Ayu saat ia melihat layar monitar yang memperlihatkan detak jantung Jason bergaris lurus semua.
Deg
" Mungkin aku akan melakukan hal yang sama dengan yang Mommy lakukan " Batin Ayu.
" Sabar Mom..." Hanya itu kalimat yang bisa diucapkan Daddy Leo saat ini.
Mommy Irena belum berhanti dari tangisannya. Ayu memegang tangan Mommy Irena " Tenang Mommy, Jason pasti akan selamat. Ayu akan bicara dengan Kak James ".
" Mintalah pada James untuk segera melakukannya. Mommy tidak bisa kehilangan Jason " Ucap Mommy Irena mengatupkan kedua tangannya didada.
" Iya Mom, pasti Kak James akan melakukannya " Ucap Ayu berbalik badan hendak mencari James.
Jauh dari mereka, terlihat James menyaksikan semuanya. Karena ia dikabari salah satu perawat yang disewanya untuk memberikan perkembangan Jason padanya. Bahkan James sudah memeriksakan semua kesehatannya supaya bisa mendonorkan darahnya pada Jason tapi sayangnya tidak gratis.
" Maafkan aku Mom, Dad, kalau aku melakukan kesalahan ini untuk menjadikan Ayu dan Baby Twins milik ku" Gumam James lirih.
__ADS_1
Pandangan Ayu dan James beradu tatap beberapa detik, sampai dengan pasti Ayu melangkahkan kakinya mendekat pada sosok James.
" Tolong suami ku Kak, aku akan melakukan apa pun yang kamu mau. Tapi cepatlah lakukan secepatnya. Karena aku tidak bisa melihat Mommy Irena kehilangan putranya karena aku, dan aku tidak ingin Baby Twins tidak memiliki Daddy nya lagi ".
James menyodorkan lembaran kertas pada Ayu yang terdapat hanya beberapa point tidak lebih dari sepuluh. Sudah lengkap dengan materainya.
" Setelah kamu tandatangani surat ini, aku akan langsung menemui Dokter untuk segera melakukan transfusi darah" Gumam James.
Tanpa berpikir panjang lagi Ayu sudah menyetujui kesepakatannya dengan membubuhi tanda tangannya disana.
.
.
Mampir juga Yuk kawan di Novel Author yang lain:
Cinta Tuan Alex ( Tamat ).
Suami ke dua ( Ongoing ).
Jangan lupa dukungannya 'wan kawan dengan cara Like, Komen, Gift dan Vote.
Terima kasih kawan 😊🙏.
__ADS_1