
Ucap syukur menggema memenuhi ruang keluarga Umi Ita setalah Dokter Alvian menunjukkan hasil testpack yang diberikan oleh Ayu. Ucapan selamat dan do'a teruntuk Ayu dan calon buah hatinya ke lima.
Dirasa tidak ada yang serius dengan Ayu, Dokter Alvian pun langsung saja pamit pada mereka semua dan segera meninggalkan rumah Umi Ita.
Vida dan Vida begitu senang dengan kehamilan sang Mommy. Bahkan mereka ingin segera melihat dan bertemu dengan sang adik. Yang Ayu sendiri tidak tahu dengan kehamilan yang sekarang sudah memasuki Minggu ke berapa?.
Apalagi Jason begitu terharu sampai Jason langsung mengabari Mommy Irena, Daddy Leo dan putra kembar mereka. Berbagi kebahagiaan didapatnya kebahagiaan yang berkali-kali lipat, itu yang dirasakannya sejauh ini.
Saking senang, terharu sampai membuat Jason melupakan perkataan Ayu yang mengatakan jika dirinya jangan dekat-dekat. Namun Jason tidak patah arang, Jason meminta Vida dan Vida untuk memeluk Ayu dan mencium perut yang kini sudah berpenghuni. Lalu Vida dan Vina berhamburan memeluk Jason sembari mengecup kedua pipi Daddy nya.
" Terima kasih banyak sayang." Jason memeluk erat tubuh kecil kedua putri kembar nya.
__ADS_1
Ayu dibantu oleh Ibu Risma dan Bibi Yuni untuk masuk ke dalam kamar. Sedangkan Jason yang terlihat murung langsung tersenyum lebar kala pandangan matanya beradu dengan Umi Ita. Akhirnya Jason meminta untuk berbicara dengan Umi Ita di ruang kerja.
" Atas nama Ayu, Umi minta maaf Nak Jason. Di kehamilan ketiga nya ini Ayu harus mengalami hal seperti ini. Umi harap Nak Jason bisa lebih bersabar." Tutur Umi Ita tulus yang lebih dulu membuka pembicaraan.
" Umi kenapa harus minta segala?. Ini merupakan bagian dari kehamilan Ayu yang sudah aku nantikan. Aku sangat memakluminya. Hanya saja aku ingin sekali menjadi orang pertama dan yang terdekat untuk Ayu dan calon anak kami. Jadi Umi tidak perlu merasa tidak enak hati seperti ini." Jason mengusap lengan Umi Ita.
" Aku akan lebih bersabar lagi dan mencari cara supaya bisa dekat dengan Ayu dan calon anak kami. Apa pun yang tejadi aku akan setia dan tidak akan mencari pelampiasan di luar sana. Umi tenang saja." Lanjut Jason seakan mampu membaca isi pikiran Umi yang begitu khawatir atas perubahan hormon Ayu.
" Aku yang lebih beruntung Umi memiliki Ayu dan kalian. Aku yang seharusnya berterima kasih pada kalian. Kita sama beruntung karena saling memiliki satu sama lain." Jason memegang tangan Umi erat.
" Abah pasti senang akan memiliki cucu lagi. Karena itu juga merupakan harapan Abah, supaya Ayu memilki banyak anak. Agar tidak sepertinya dirinya yang sendiri tidak memiliki saudara." Isak tangis yang sekuat ditahan.
__ADS_1
" Iya Umi Abah pasti senang di sana." Balas Jason lirih.
Setelah menemukan cara untuk menemui Ayu di dalam kamar. Kini Jason akan mencobanya, apakah benar akan berhasil atau dirinya harus mencari cara yang lainnya lagi?.
Jason sudah terlihat sangat segar setelah mandi di dalam kamar yang lainnya. Tanpa memakai pewangi atau parfum. Jason hanya mengandalkan wangi dari aroma sabun mandi dan shampoo yang tadi digunakan.
Pintu kamar sudah terbuka, Jason melihat Ayu yang sudah memejamkan matanya. Berjalan secara perlahan mendekat kearahnya. Dan berharap semoga saja tidak menganggu indera penciuman Ayu.
" I Love You Baby " Bisik Jason sambil memberikan kecupan-kecupan singkat pada perut Ayu.
Jason begitu lega saat mendapati Ayu tidak terganggu sedikit pun dengan keberadaannya yang sedekat ini dengan keduanya.
__ADS_1
" Yes, cara ku berhasil. "