
Setelah tadi hanya bertukar alamat, mereka pun berpisah setelah makan siang. Sebab Soraya masih harus bekerja. Kini Jason sudah membawa Ayu, Vina dan Vida untuk pulan, meninggalkan gedung rumah sakit.
Ayu melirik ke arah bangku belakang dimana Vina dan Vida sudah tidur dengan posisi kepala yang beradu.
" Lucu banget mereka Honey! " Ayu mengulurkan tangan menyentuh kaki kedua anak nya.
" Iya Baby, mereka lucu-lucu seperti mu?." Jason mengusap lembut pipi Ayu yang terasa lembut.
Hening saat ini, ingin rasanya Ayu membicarakan Soraya. Tapi Ayu takut jika Jason tidak menyukainya, jadi Ayu lebih baik diam dan menunggu saja siapa tahu Jason akan membahas Soraya.
" Baby "
" Honey "
Panggil keduanya berbarengan.
Hening beberapa saat, sampai terdengar lagi keduanya mulai berbicara.
" Soraya?"
Ucap Keduanya bersamaan juga. Tapi Ayu bernafas lega sebab apa yang sedang dipikirkan dirinya sama yang ada di pikiran Jason.
__ADS_1
" James? "
Pada akhirnya Ayu dan Jason tertawa terbahak namun hanya sebentar sebab Ayu keburu menempelkan telunjuk pada bibir nya sambil menengok ke belakang dimana Vina dan Vida. Yang untung nya mereka tidak terganggu sedikit pun oleh suara mereka.
" Apa yang ingin kamu bicarakan tentang mereka berdua?." Tanya Jason menoleh ke arah Ayu.
Ayu tampak berpikir sebelum mengeluarkan isi pikirannya.
" Apa perlu kita menceritakan ini pada James?." Tanya Ayu meminta pendapat Jason.
" Sebenarnya tadi aku ingin langsung menelpon James. Tapi tidak jadi, karena kata Jack dan John. James lagi dekat dengan Miss Paula, Guru mereka dulu." Jawab Jason.
Ayu terdiam, jadi serba salah sendiri. Tapi dirinya ingin James dan Soraya bertemu hanya untuk memastikan hubungan keduanya. Walau kini sudah diketahui James sedang dengan wanita lain. Dan mungkin juga dengan Soraya.
Sampai di rumah, Jason menggendong Vina terlebih dulu dan merebahkannya di atas tempat tidur kamarnya, kemudian di susul dengan menggendong Vida.
Ayu melihat Loisa sedang berada di dapur bersama Umi Ita, Bibi Yuni dan Ibu Risma. Mungkin hanya sekedar mengobrol saja atau mungkin membantu masak untuk makan malam mereka.
" Nyonya Gilbert " Loisa menyapa Ayu saat Ayu sudah di dapur sambil meminta air hangat untuk dirinya pada Umi.
" Miss Loisa nanti setelah makan malam ada yang mau saya bicarakan." Ucap Ayu sembari mengambil termos yang sudah berisi air hangat.
__ADS_1
" Tadi bagaimana hasilnya?, kembar lagi?." Bibi Yuni keluar dari kamar mandi.
" Enggak Bi Yuni, kali ini hanya satu aja." Jawab Ayu sambil tersenyum.
" Iya yang penting sehat, Ayu nya enggak kuat." Bibi Yuni mengelus perut Ayu.
" Iya terima kasih Bibi Yuni. Ayu ke kamar dulu ya." Pamit Ayu pada semuanya dengan menenteng termos.
Loisa masih duduk betah di dapur bersama ketiga wanita hebat yang selalu menjadi support sistem untuk Ayu yang paling depan. Perlahan Loisa merasakan kehangatan seperti pada keluarga nya sendiri. Ya walau pun Loisa tidak tahu mereka bisa menerima dirinya atau enggak. Tapi sejauh ini mereka terlihat baik dan ia pun bisa merasakannya sendiri. Makanya niat untuk menghancurkan atau hanya sekedar untuk mendekati Jason tak ia lanjutkan ya salah satunya karena mereka.
" Kenapa Miss Loisa bengong?." Dengan suara pelan Ibu Risma ikut duduk di sebelah Miss Loisa.
Miss Loisa menggeleng cepat sambil tersenyum. " Tidak ada Ibu Risma."
" Atau Miss Loisa mau makan?, mau saya ambilkan?." Tanya Ibu Risma sangat baik terhadap Loisa.
" Tidak Ibu Risma, saya belum lapar, Nanti saja." Balas Loisa dengan cepat.
Sementara itu Ayu yang baru keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih di ikat tinggi, sudah mendengar Jason berbicara dengan Mommy Irena dan Daddy Leo mengabarkan pertemuan mereka dengan Soraya. Sebab Jason mengaktifkan pengeras suara setiap kali berbicara melalui telepon, supaya Ayu bisa ikut tahu dan mendengar langsung dengan jelas apa saja yang disampaikan oleh mereka.
Terdengar tidak banyak kata yang bisa terucap dari Mommy Irena dan Daddy Leo. Yang jelas mereka hanya senang mendengar, mengetahui kabar Soraya dan Miss Stella saat ini baik-baik saja.
__ADS_1
" Apa Mommy dan Daddy akan memberitahukan hal ini pada James?." Tanya Jason mengelus punggung Ayu yang sudah duduk di atas pangkuannya.