Teman Tidur Tuan Jason Gilbert

Teman Tidur Tuan Jason Gilbert
Season 2 James dan Soraya 14


__ADS_3

Selama pertemuan dengan Jason berlangsung, sungguh sangat menyiksa James, terutama adik kecilnya yang tidak mau ditidurkan.


"Kau kenapa James?. Gelisah sekali?." Jason memperhatikan James dengan seksama. Sampai-sampai Jason mengintip kekolong meja, namun Jason tidak menemukan apa pun.


James segera berdiri dan mengitari meja kerjanya, lantas mengusir Jason dengan sangat frustasi. "Kau cepat sana keluar, ganggu aja. Aku masih ada urusan yang lebih penting dari pada ini."


Jason tergelak, melihat pada bagian inti James yang sudah tidak bisa dikondisikan lagi.


"Kau parah sekali James!. Bagaimana bisa kau bekerja dengan adik mu yang sedang rewel seperti ini?." Jason menyentil bagian celana James yang sudah menyembul.


"Cepat kau pergi sana Jason!. Aku mau keruangan Soraya." James menyeret Jason sampai keluar ruangan. Jason tidak berhenti cekikikan melihat ulah kakaknya sedang on.


"Baik-baik aku pergi sekarang. Selamat bertempur James, semoga Soraya cepat hamil seperti istri ku". Jason mendorong tubuh James supaya cepat pergi.


"Aku pastiskan mengikuti semua metode yang sudah kau ajarkan pada ku." James segera berlari menuju ruangan Soraya.


.

__ADS_1


.


.


Sampai diruangan Soraya, James segera mengunci pintu dengan memasang wajah sendu.


"Sayang, aku sudah sangat tidak tahan!." James melepaskan semua pakaian yang menempel pada tubuhnya.


Soraya hanya mematung, diam melihat keberanian James yang sudah tampil polos saat ini.


"Mau aku bantu membuka pakaian mu, atau kamu mau buka sendiri." Tanya James sudah menarik Soraya dan tubuh mereka sudah menempel dengan sempurna.


James tidak bisa menunggu lebih menunggu lebih lama lagi. Jasmes segera mendorong tubuh Soraya sampai duduk di atas meja kerjanya. Kedua tangannya begitu lihai membuka kain segitiga milik Soyara yang tersembunyi cukup sempurna.


"James... " Soraya begitu menikmati saat wajah James sudah berada didalam rok kerjanya.


Soraya menyingkap sendiri roknya sama atas. Hingga terlihat lah dengan sempurna apa yang sedang James mainkan dan sentuh dengan begitu lembut.

__ADS_1


"Ah....." Soraya meremat kencang rambut James yang ada dibawah Sana. Bahkan Soraya mengangkat sendiri kedua kakinya untuk mempermudah James untuk mengeksplor inti tubuhnya dengan lebih dalam lagi.


"Kamu selalu nikmat sayang, aku begitu menyukainya." James menyudahi permainan pada inti Soraya. Kini posisi mereka sudah sangat pas untuk melakukan penyatuan.


"Akkhhh...." Desah keduanya saat milik James sudah masuk sampai titik terdalam milik Soraya yang masih sangat menjepit.


Hentakan demi hentakan keduanya rasakan begitu nikmat sampai darah mereka terasa sangat mendidih.


James mencabut miliknya dari Soraya. James segera membalik tubuh Soraya, kini sudah sesuai dengan posisi yang diinginkannya.


"Akhhhh..." Lagi-lagi jerit kenikmatan lolos dari mulut Soraya yang menganga. Begitu juga James begitu menikmati posisi yang sangat membuatnya melayang-layang.


Hampir satu jam keduanya mengejar yang namanya kenikmatan, sampai gelemobang kenikmataan itu segera menghampiri tubuh mereka.


"Arrggghh" Keduany sama-sama mendapatkan pelepasannya yang begitu sempurna dan sangat mengenakkan. Tubuh James ambruk pada punggung Soraya yang masih memakain kemeja lengkap.


"Jangan dilepaskan dulu sayang!." Pinta Soraya menahan bokong James. Tidak ingin penyatuan mereka cepat berakhir.

__ADS_1


"Sesuai keinginan mu sayang." James meremas kedua buah dada Soraya yang dari tadi tidak terjamahnya.


"Ah...." Soraya kembali merasakan milik James yang kembali mengeras.


__ADS_2