
Malam ini Vida tidur sangat malam usai menghabiskan waktu yang ternyata lebih dari sepuluh menit sesuai permintaannya pada sang Mommy. Walau Ayu sudah menyuruhnya tidur berulang kali namun Jason selalu pasang badan untuk membantu Vida supaya bisa terus berbicara dengan Anthoni. Namun akhirnya Anthoni bisa tidur menyusul Daddy nya yang sudah setengah jam berada di dalam kamar tamu.
Sejak masuk ke dalam kamar Ayu mendiamkan Jason sembari memanyunkan bibirnya berharap Jason peka dan mengerti jika dirinya sedang marah. Tapi tidak dengan kenyataannya, Jason bukannya mengerti dengan suasana hati istri nya itu. Jason malah begitu gemas dengan pose bibir bebek ala Ayu, hingga tanpa permisi Jason memagut bibir tesebut mengajak Ayu untuk sedikit bermain.
Tidak tahan dan bertahan akhirnya Ayu ikut hanyut dengan ciuman panas Jason. Senyum Jason terlihat berbarengan dengan Ayu yang mendesah dan melenguh manja.
" Honey, aku lagi marah pada mu." Ucap Ayu dengan nafas yang tersengal-sengal. Tapi Jason tidak mempedulikan perkataan Ayu. Karena dengan perlahan Jason sudah membuat Ayu telentang di atas tempat tidur.
" Ah Honey "
__ADS_1
" Nikmatilah Baby!. Aku ingin segera ada benih ku yang mulai tumbuh disini. Apa kamu belum merasakan tanda-tanda kehadirannya di dalam sini?." Jason menciumi dan sesekali menjilatinya area perut Ayu.
Ayu menggeleng lemah berulang kali. Antara sebagai jawaban atas pertanyaan Jason atau rasa yang begitu enak dan nikmat yang dihasilkan dari bibir dan lidah Jason.
Gerakan bibir dan lidah Jason semakin menggila pada area perut yang mulai turun pada area pangkal paha.
" Stop Honey, aku masih marah pada mu." Ayu berusaha menahan kepala Jason dengan menjambak kuat rambutnya. Tapi sayang tenaga Ayu tidak ada apa-apa bila dibandingkan dengan Jason. Ibaratnya seekor singa yang sedang kelaparan dan sudah melihat seonggok daging yang beraroma sangat wangi.
Jason begitu puas sebab sudah berhasil membangkitkan gairah dan hasrat Ayu dengan begitu mudahnya.
__ADS_1
" Marah nya nanti saja Baby, kita selesaikan dulu permainan kita. Ini sangat nikmat Baby, baunya harum sekali. Kamu sangat pintar sekali menjaganya untuk suami mu ini." Kepala Jason sudah menghilang diantara kedua paha Ayu yang di tekuk nya.
Jerit nikmat, geli dan ngilu memenuhi ruang kamar Ayu. Pemujaan Jason terhadap tubuh Ayu tidak perlu diragukan lagi sebab tidak ada bagian tubuh Ayu yang begitu saja terlewati dari sentuhan dari bibir dan lidah Jason. Semuanya memiliki sensasi masing-masing dengan menyentuhnya secara perlahan dan mesra.
Melihat Ayu sudah mendapatkan beberapa kali pelepasan kini waktunya bagi Jason untuk menyatukan tubuh mereka.
Jason menghentak dari ritme pelan, sedang dan mengguncang gila. Hingga Ayu tidak bisa menahan suara desahannya yang begitu nyaring, sampai mampu menganggu pendengaran Loisa yang masih terjaga malam ini. Karena posisi Loisa berada tidak jauh dari kamar yang ditempati oleh Ayu dan Jason.
Jason dan Ayu lupa jika semua kamar yang di rumah Umi Ita tidak ada yang mengunakan peredam suara, termasuk kamar yang sering dipakainya untuk bercinta. Tapi sejauh ini tidak ada keluhan dari Umi, Bibi Yuni, Ibu Risma dan kedua putri kembar mereka.
__ADS_1
Loisa begitu menyesal saat ia memilih untuk menenangkan dirinya keluar dari dalam kamar yang ternyata berakhir dengan mendengar suara Ayu yang begitu vokal.
" Ah " Gerutu Loisa kesal dengan menjauh dari kamar Ayu dan Jason.