
James mengirimkan beberapa pesan sebelum ia dan Ayu akan menghubungi Abah dan Umi Ita. Karena supaya Abah dan Umi Ita tidak kaget ketika mereka akan mengabari rencana pernikahan mereka.
.
.
.
Umi Ita dan Abah saling tatap, mereka tidak percaya dengan jalan hidup yang dialami Putri semata wayangnya. Ketika mereka sudah membaca pesan yang dikirmkan oleh James.
James menceritakan keadaan Ayu yang tinggal bersamanya beberapa bulan ini di Islandia. Tapi tentunya James meminta Abah dan Umi untuk sementara waktu tetap merahasiakan keberadaan mereka dari siapa pun sampai mereka menikah. Ia juga sudah memberitahu dokumen perpisahan Ayu dan Jason kepada Abah dan Umi Ita.
Tapi ada hal yang lebih menarik lagi disini, dimana James selalu membubuhkan inisial JG pada setiap akhir pesannya. Yang membuat Umi tidak kalah kagetnya, Apa ia orang yang sama dengan oang yang sudah menolong Abah beberapa bulan yang lalu?. Walau tidak ada tanda tangannya disana, entah kenapa Umi merasa yakin kalau mereka adalah orang yang sama.
" Kenapa nasib Ayu dan Baby Twins jadi begini Abah?. Kenapa mereka berpisah disaat Nak Jason sedang sakit dan membutuhkan dukungan dari Ayu dan Baby Twins?. Apa yang sebenarnya sedang terjadi Abah?. Kita mengira rumah tangga Ayu dan Nak Jason tidak ada masalah sebesar ini. Kenapa Nyonya Irena dan Tuan Leo tidak berbicara jujur saja pada kita?. Apa sebenarnya dari awal mereka tidak pernah menerima kehadiran Ayu didalam keluarga mereka?".
" Kita jangan berpikir buruk dulu Umi, mungkin mereka punya alasan sendiri, kenapa mereka tidak mengatakan apa pun pada kita? ".
" Tapi apa alasannya Abah?, sudah jelas mereka tidak pernah menyukai Ayu, bahkan sekarang saja Tuan James meminta kita untuk merahasiakannya.".
" Iya Mi, kita tunggu saja Ayu dan Tuan James menghubungi kita. Nanti kita bisa tanyakan semuanya pada mereka ".
Umi Ita mengangguk sambil menghapus air matanya. Untung saja obrolan mereka tidak ada yang mendengarnya selain Abah Dapi dan Umi Ita serta Ibu Risma.Hal itu dikarenakan mereka sudah berpindah ke rumah lama mereka di kampung halaman. Yang menurutnya sangat cocok dengan kehidupan mereka.
" Udah Umi jangan terlalu banyak pikiran, kita tunggu besok saja ya ".
" Iya Abah, tapi sambil menunggu besok, Umi mau telepon Bibi Yuni. Umi enggak bisa kalau enggak curhat sama Bibi Yuni".
" Lah ini kan kita sedang curhat Umi. Untuk apa lagi Umi curhat sama Bibi Yuni?. Bukannya tadi kata Tuan James tidak boleh memberitahu keberadaan mereka. Nanti Umi malah keceplosan sana sini lagi".
" Enggak Abah, ini kita curhatnya beda. Bibi Yuni selama ini orangnya dapat dipercaya jadi aman kalau Umi curhat ".
" Terserah Umi saja kalau itu maunya ".
Umi Ita mengambil ponselnya lagi dan langsung menghubungi Bibi Yuni.
.
.
.
Dua minggu sudah berlalu semenjak Jason sudah mengetahui semuanya. Dua minggu pula sudah berakhir, dimana Jason sudah mengakhiri meratapi kehidupannya, Ayu juga Baby Twins. Kesedihannya dan kegilaannya sudah Jason lakukan selama dua minggu ini didalam rumah sakit yang sudah mengharuskan untuk bangkit dan keluar dari sana.
Hari ini Jason sudah diperbolehkan pulang setelah berjuang untuk sembuh dan menata hidupnya kembali.
" Hai Jason, bagaimana kamu sudah siap pulang hari ini? " Tanya Dokter Soraya yang sudah terlihat akrab dengan Jason. Karena mereka sekarang berteman baik.
Banyak hal yang sudah mereka bicarakan mulai dari pekerjaan, pengobatan, solusi untuk setiap permasalahan masing-masing, sampai masalah kehidupan pribadi mereka. Karena sebelum masuk rumah sakit di London ini Soraya sudah mendapatkan semua informasinya dari Daddy Leo.
__ADS_1
" Iya sudah, bahkan aku sudah tidak sabar ingin bekerja lagi " Jawab Jason yang sudah bisa tersenyum.
" Baguslah kamu semangat seperti ini. Aku senang melihatnya. Sesulit apa pun hidup tetap harus dijalani ".
" Iya kamu benar, terima kasih sudah sangat men-support ku selama ini, sudah mau bersabar dengan sikap kurang bersahabat ku ".
" Tidak masalah Jason, aku senang bisa membantu mu melewati masa sulit dalam hidup mu ".
Percakapan Jason dan Soraya berhasil mengembangkan senyum Mommy Irena, Daddy Leo dan tentunya yang paling berbahagia, Oma Grace.
" Lihatlah Soraya mampu menghilangkan nama wanita itu dari dalam hati dan pikiran Jason " Ucap Oma Grace berbangga diri, karena rencana untuk mendekatkan keduanya berjalan lancar.
" Kita serahkan pada Jason saja " Ucap Mommy Irena sambil mendekat kearah Jason dan Dokter Soraya.
" Mom... "
" Tante... "
Panggil keduanya saat Mommy Irena sudah berdiri dihadapan mereka yang disusul Daddy Leo dan Oma Grace.
Mommy Irena hanya tersenyum simpul mendengar mereka manggilnya bersamaan.
" Sebagai rasa terima kasih kami, kami mengundang Dokter Soraya untuk makan malam bersama kami " Ajak Oma Grace berinisiatif supaya lebih memudahkan jalannya, jika mereka sering bertemu diluar rumah sakit.
" Baik Oma, terima kasih sebelumnya. Tapi mohon maaf tidak bisa malam ini, karena saya masih ada pasien yang lain " Dokter Soraya menolak halus ajakan makan malam dari Oma Grace.
" Tidak masalah Dokter Soraya kalau tidak bisa malam in, masih ada malam yang lainnya. Dan seringlah untuk mengunjungi kami dan Jason di rumah. Kalian bisa melanjutkan pertemanan ini walau diluar rumah sakit "Oma Grace begitu antusis mendekatkan keduanya.
" Baiklah Dokter Soraya, kami pulang. Sekali lagi terima kasih banyak sudah sangat banyak membantu ku dan keluarga ku ".
Mereka saling bersalaman dan memeluk sebagai perpisahan sementara mereka. Karena pertemuan-pertemuan selanjutnya akan terjadi diluar rumah sakit ini.
.
.
.
Tujuh tahun kemudian...
Islandia,
Pagi-pagi sekali Ayu harus dibuat sibuk oleh kedua jagoannya sebelum Ayu berangkat ke kanyor. Yaitu Jack Gilbert dan John Gilbert. Mereka meminta dibawakan bekal untuk sekolah.
" Mama kami sudah siap, mana sarapan kami?,cepatlah Mama ku sayang, nanti jemputan kami keburu datang Ma " Uacp Jack.
Jack dan John sudah duduk dimeja makan dengan seragam sekolahnya sambil membuat musik dari bunyi yang dihasilkan piring yang dipukul sendok dan garpu bersamaan.
" Ok sarapan dan bekal kalian sudah jadi. Ayo kita makan " Ayu meletakkan semuanya diatas meja.
__ADS_1
Jack dan John memasukkan sendiri bekalnya kedalam tas, karena Ayu mengharuskan mereka melakukannya sendiri.
Mereka selalu tidak tenang setiap saat sarapan, pasti sebentar lagi akan ada yang memanggil keduanya.
" Jack...John...jemputan kalian sudah datang sayang " Teriak Theresia pada kedua jagoan Ayu.
" Benarkan sudah ada yang memanggil kita?, Mama kami berangkat, Mama hati-hati di kantor, dan kami akan selalu hat-hati di sekolah " Ucap Jack sambil berdiri menyalami dan mengecup kedua pipi Ayu yang diikuti oleh John, begitu juga Ayu mengecup pipi kedua jagoanya.
Ayu selalu terharu setiap kali mendengar Jack mengatakan kalimat itu disetiap paginya.
" Iya Bibi Theresia kami datang " Balas John.
Jack dan John masuk kedalam mobil jemputan yang sudah terdapat beberapa orang anak sekolah yang lainnya.
" Kamu bahagia? " Tanya Theresia menatap wajah Ayu yang berbinar,sangat terlihat lebih cantik, berisi dan bersinar dibanding tujuh tahun silam.
" Bahagia sekali karena adanya mereka dalam hidupku " Jawab Ayu sembari mengukir senyum diwajah cantiknya.
" Oh ya There, seperti biasa rumah tidak aku kunci. Makanannya sudah aku siapkan. Aku titip Papa anak-anak padamu. Maaf aku selalu merepotkanmu".
" Ok tidak masalah, aku senang melakukannya untuk kalian ".
" Terima kasih ".
Ayu melajukan mobilnya setelah berpamitan pada Theresia.
.
.
Mampir juga Yuk kawan di Novel Author yang lain:
Cinta Tuan Alex ( Tamat ).
Suami ke dua ( Ongoing ).
Jangan lupa dukungannya 'wan kawan dengan cara Like, Komen, Gift dan Vote.
__ADS_1
Terima kasih kawan 😊🙏.