
" Vina, kata Mommy dan Daddy kita akan memiliki Guru di sini. " Ucap Vida memberitahukan Vina.
Iya saat tadi di meja makan Vida mendengar percakapan kedua orang tuanya mengenai Guru tersebut saat Vida hendak mengambil air minum.
" Kamu tahu siapa yang Guru yang akan mengajar kita?. " Vina merapikan tumpukan buku tulis dan Modul untuk latihan setiap harinya yang baru saja datang yang dikirimkan oleh Agas.
" Enggak tahu, tadi Mommy dan Daddy enggak bilang." Balas Vida ikut membantu menata buku-buku tersebut pada Rak buku yang sudah tersedia.
Tanpa banyak bicara lagi mereka menyelesaikan sampai tuntas hanya berdua. Kemandirian sudah mulai ditanamkan dari sejak dini oleh Ayu pada ke empat anak nya bukan hanya pada Vina dan Vida saja. Bahkan Jack dan John jauh lebih mandiri dari pada ini. Karena memang kondisi dan situasi yang waktu itu harus terpisah dari keluarga besar yang sangat menyayangi mereka.
" Tapi kalau kita di sini aku tidak bisa bertemu dengan Kak Anthoni. " Celetuk Vida memecah keheningan di dalam kamar mereka dengan raut wajah yang sendu.
" Itu gampang Vida, kamu tinggal minta saja pada Daddy supaya Kak Anthoni di bawa ke sini juga sama seperti Guru yang nanti akan mengajar kita." Ide Vina begitu cemerlang menurutnya sendiri.
" Oh iya " Dengan langkah cepat Vida berjalan keluar dari dalam kamar guna mencari keberadaan Ayu dan Jason.
Karena tidak menemukan Mommy dan Daddy di setiap sudut rumah, akhirnya Vida mencari orang lain yang bisa ditanyainya. Dan ia melihat Umi Ita yang sedang di dapur bersama Bibi Yuni dan Ibu Risma.
" Nini...Nini..." Vida berlari menghampiri mereka dengan suara cempreng nan melengking milik Vida begitu menusuk telinga bagi yang mendengarnya.
Dengan cepat Umi Ita menjawab supaya Vida tidak terus memanggil namanya dengan setengah menjerit itu. " Iya Vida. Ada apa sayang?."
Dengan nafas yang ngos-ngosan Vida menatap wajah tua ketiganya yang tersenyum manis kearah nya.
" Mommy dan Daddy kemana?. " Vida menyandarkan tubuhnya pada Umi yang duduk di kursi.
__ADS_1
" Oh itu. Mommy sedang ke pasar sayang bersama Daddy." Jawab Umi Ita.
" Jauh dari sini pasar nya, Nini?." Vida menatap lekat wanita yang dipanggilnya Nini itu.
" Cukup jauh sayang. Tapi kan Mommy dan Daddy naik mobil jadi lebih dekat." Jawab Nini sambil mengusap sayang rambut kepala Vida.
" Vina kemana?. " Nini menoleh ke arah ruang tengah namun tidak melihat Vina.
" Vina masih di kamar beres-beres." Sahut Vida cepat.
Tidak berselang lama Vina datang dengan wajah cemberutnya sebab Vida malah tidak kembali lagi ke kamar dan membantu dirinya.
" Kenapa sayang?." Nini mengusap wajah cantik Vina saat Vina sudah duduk di sana dengan tangan yang menyilang di atas dada.
" Vida kenapa enggak balik lagi ke kamar?." Vina menekuk wajah dan melipat bibir sebab kesal.
" Iya kalau udah enggak ada Mommy dan Daddy nya kamu harus nya balik kamar bantu aku lagi beres-beres." Cerocos Vina.
" Iya maaf Vina, aku lupa kalau belum ada yang selesai." Ucap Vida tulus sambil mengulurkan tangan sebagai tanda mau baikan. Dan Vina menerima uluran tangan Vida.
" Iya tapi enggak boleh di ulang lagi ya. Kata Mommy itu kamar milik kita berdua jadi tanggung jawab kita berdua Vida." Vina mengingatkan dengan senyum tipis di bibirnya.
Kedua anak kembar tersebut berpelukan untuk menghilangkan segala perasaan yang kurang baik yang disimpan atau dimiliki keduanya untuk kembarannya masing-masing.
Umi Ita, Bibi Yuni dan Ibu Risma begitu hanyut dengan percakapan Vina dan Vida yang sudah sangat pintar dan bijak di usianya. Ayu memperlakukan Vina dan Vida sama seperti dulu pada Jack dan John meski Jason yang selalu meminta untuk membedakannya sebab mereka anak perempuan dan Jason lebih cenderung memanjakan Vina dan Vida.
__ADS_1
Bersambung
Sambil menunggu Ayu dan Jason Up lagi, silakan mampir di Novel Author yang lain:
Cinta Tuan Alex ( Tamat ).
Suami ke dua ( On Going ).
Cinta Karena Perjodohan ( On Going ).
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya berupa Like, Komen, Gift dan Vote.
Terima kasih banyak.