
" Papa "
Davina dan Davida berhamburan ke arah James sebab James sudah merentangkan tangan sambil mencondongkan tubuhnya ke depan guna memeluk kedua anak gadis nya.
" Sayang "
Keduanya berhasil James gandong setelah bersusah payah karena berat mereka yang semakin bertambah.
Gelak tawa memenuhi rumah Umi Ita melihat Vina dan Vida yang masih dalam gendongan James ditambah lagi dengan Jack dan John yang ikut bersandar pada tubuh James sampai tubuh itu sedikit oleng.
Mereka semua sudah mengambil posisi di meja makan. Semuanya begitu merindukan masakan Umi Ita dan Bibi Yuni, bahkan Mommy Irena sudah mencuri start dengan makan terlebih dulu dan mencicip semua yang di masak oleh Bibi Yuni dan Umi Ita. Yang kemudian di susul oleh Daddy Leo.
Masih dalam suasana yang cukup ramai di meja makan setelah Jason menceritakan sedikit tentang Vida dan Anthoni. Bukan merasa malu karena jadi bahan godaan semua anggota keluarga Vida justru malah tampil dengan sangat percaya diri gaya centil nya.
" Papa kalah sama Vida Dad, Vida aja sudah ada Anthoni. Masa Papa masih senang sendiri aja?." Pancing John menatap sang Daddy.
" Bukannya Papa sedang dekat dengan Miss Paula?." Sahut Mommy Irena menimpali.
" Tidak Grand Ma mereka hanya berteman saja. Iya kan Papa?." Jawab Jack minta ketegasan dari sang Papa.
" Mungkin Papa kalian sudah memiliki calon sendiri. Nanti sudah pas waktu nya baru dikenalkan pada kita. Bukan begitu James?." Daddy Leo berusaha menebak ikut dengan yang lainnya.
" Iya Pa, kami juga mau memiliki Mama seperti yang lainnya." Ucap Jack mengompori.
" Cepatlah kau menikah James!. Malu sama rambut putih yang sudah terlihat beberapa helai di kepala mu!." Ledek Jason.
" Papa...Papa...Aku mau Mama...mau Mama." Si kecil Vina sangat provokatif dengan memukul-mukul meja secara pelan dan sangat berhasil untuk membuat James mengambil keputusan.
" Ok...Ok. Akan secepatnya Papa bawa Mama untuk kalian semua. Apa sekarang kalian senang?." Tanya James yang cukup kaget karena pertanyaannya langsung mendapatkan respon yang kurang baik. Dimana semuanya menggeleng kompak.
__ADS_1
" Lalu Papa harus apa?."
" Besok bawa Mama kemari kehadapan kami?." Ucap Jack dan John bersamaan.
" Bagaimana bisa?."
Semuanya mengangkat bahu tinggi-tinggi tanda mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan oleh James dan mereka pun masa bodoh dengan hal itu. Yang penting besok James sudah harus mendapat wanita yang akan menjadi Mama dari anak-anak Jason dan Ayu.
James memegang kepala dengan kedua tangannya, tiba-tiba saja sakit kepala menyerangnya dari berbagai arah.
" Papa butuh istirahat, kepala Papa terasa mau lepas." Ucap James pamit undur diri dari meja makan setelah menghabiskan makanannya karena memang sebenarnya ia lapar dan begitu menikmati makanannya.
Tertawa mereka begitu lepas setelah sebelumnya berusaha menahan tawa setengah mati karena sudah berhasil mengerjai James.
" Kalian semua atur saja baik nya bagaimana?. Mommy lelah mau istirahat dulu." Mommy Irena mengajak Vina, Vida dan Ayu untuk ikut masuk ke kamar. Mereka akan bercerita sambil merebahkan diri.
Jason melayangkan protes kala istri nya ikut di bawa oleh sang Mommy.
" Istri ku jangan dibawa Mom, biarkan Ayu di sini bersama kami. Mommy dan anak-anak saja yang ke kamar."
" Maaf ya Honey aku ikut bersama Mommy dulu." Ucap Ayu dibuat begitu sendu, berharap Jason bisa mencegah Mommy Irena.
" Apa kamu masih tidak puas juga Jason sampai Ayu hamil lagi sekarang?. Kamu itu sangat keterlaluan, pasti kamu sudah mengurung Ayu di dalam kamar sampai berbadan dua lagi." Mommy Irena mengomeli putra bungsunya itu dan tetap membawa Ayu bersama mereka.
" Baby " Panggil Jason namun Ayu sudah tidak terlihat lagi karena di gandengan Mommy Irena masuk ke dalam kamar.
Jason hanya bisa pasrah jika Mommy nya sudah memaksa seperti itu. Jack dan John hanya tersenyum saja melihat kelakuan Daddy mereka yang tidak bisa jauh dari sang Mommy.
Jason, Jack dan John sudah mulai mengatur strategi untuk James. Sedangkan Daddy Leo sibuk berbincang dengan Pak Anton dan Agas melalui sambungan telepon.
__ADS_1
Sementara itu di dalam kamar yang di huni oleh James, ia begitu begitu bingung dan kesusahan dengan apa yang minta anak-anak nya.
" Bagaimana aku bisa menemukan mu secepat itu?. Aku juga tidak tahu kamu dimana saat ini?. Apa mungkin kamu sudah memiliki kekasih atau sudah berkeluarga atau masih menunggu ku?. Andai saja iya kamu masih menunggu ku, aku sangat bahagia sekali dan aku akan langsung menikahi mu saat itu juga." Orang yang diajak bicara oleh James saat ini hanya mampu menjadi pendengar yang baik, sebab itu hanya sebuah foto lama yang sampai saat ini masih di simpan rapi dan baik oleh James.
Tidak mau pusing sendiri, James meminta bantuan pada Jason yang ternyata sudah tidak ada di meja makan. Lalu James mencarinya di tempat lain sebab Ayu masih di kamar Mommy Irena.
James begitu senang saat menemukan Jason yang sedang berbincang dengan Daddy Leo di taman belakang membicarakan masalah pekerjaan.
" Rupanya kalian di sini. Tolong bantu aku kali ini saja, kepala ku mau pecah memikirkan apa yang diminta oleh anak-anak mu dan cucu-cucu Daddy." James mendudukkan dirinya diantara Jason dan Daddy Leo yang bersamaan menatap James dengan menahan tawa.
" Kau bawa saja wanita yang sedang dekat dengan kau saat ini.?." Usul Jason.
" Betul apa yang dikatakan oleh Jason." Daddy Leo sependapat dengan Jason.
" Sudah aku bilang aku tidak sedang dekat dengan siapa pun untuk aku bawa serius." Tegas James.
" Lalu?" Tanya Daddy Leo.
" Apa Daddy belum bisa menemukannya Dad?, dan kau Jason apa tidak pernah tahu dimana mereka saat ini?."
Daddy Leo dan Jason menggeleng bersamaan.
" Lalu aku harus bagaimana sekarang?." Teriak James sambil mengepalkan tangannya.
" Bagaimana kalau aku menyiapkan satu wanita yang bisa kau temui?, Kau bisa katakan pada nya supaya mau menjadi Mama untuk ke empat anak-anak mu?."
" Ah kau gila Jason, masa aku harus bilang seperti itu pada wanita yang baru pertama aku kenal dan lihat?." Tolak James dengan berapi-api.
" Ya kalau kau punya solusi lain terserah pada kau saja. Kita ikut saja ya Dad?." Daddy Leo hanya mengangguk mengiyakan.
__ADS_1
James berpikir panjang tawaran Jason, tapi bagaimana kalau wanita itu langsung mau pada nya?. Kalau jelek bagaimana?. Kalau sudah tua bagaimana?. James menggelengkan kepala berulang kali untuk menolak ide dari Jason. Tapi setelah di pikir-pikir dan ia pun tidak menemukan solusi dengan baik. Dengan sangat berat hati dan menyesal ia harus menerima tawaran gila dari Adik nya itu.
" Baik lah Jason aku ikut saran mu kali ini." Ucap James lemah.