
Ayu melihat sekilas wanita yang mirip dengan Lyra keluar dari pintu utama rumah ini saat mobil yang dikendarai Pak Anton sudah hampir sampai. tapi Ayu tidak pernah tahu mobil Lyra seperti apa, apa sama dengan yang Ayu lihat hari ini?.
" Terima kasih Pak Anton sudah mengantarkan saya pulang"Ucap Ayu setelah mobil berhenti di depan pintu utama.
" Sudah menjadi kewajiban saya Nyonya"Balas Pak Anton selalu merendah,dan itu sukses membuat Ayu tidak enak hati.
" Ay tunggu "James memanggil Ayu yang baru melintas di hadapannya saat ia berada di ruang tamu,yang memang sengaja menunggu kedatangan Ayu.
Mau tidak mau Ayu harus menghentikan langkahnya. dan menatap James dengan tumpukan berkas lagi ditangannya.
" Nanti bisa bantu Kakak lagi Ay? "Tanya James penuh harap.
" Maaf Kak, malam ini aku tidak bisa bantu Kak James. karena aku juga membawa pekerjaan ke rumah. karena tadi meeting dengan kliennya cukup alot jadi tidak sempat aku kerjakan "Jawab Ayu jujur dan menolaknya dengan halus.
Karena Ayu sudah mulai risih dengan kejadian kemarin malam, saat James menatapnya dengan tatapan yang tidak biasa yang ditunjukan sebagai seorang saudara. Jadi lebih baik Ayu mulai menghindarinya sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkannya.
James melihat Ayu membawa berkas-berkas juga dalam tas kerjanya. Namun ia masih akan mencari celah supaya berhasil rencananya malam ini. Karena ia tidak mau sia-sia sudah mengirim Celia ke luar kota untuk menerima pemotretan disana.
" Tapi Kak James lihat kamu sedikit Ay kerjaannya. satu atau dua jam juga nggak apa-apa Ay, yang penting bantu Kak James ya Ay "Ucap James lagi yang cukup memaksa Ayu.
Ayu jadi merasa ngeri dengan tingkah James yang menurutnya sangat aneh. jauh dari kata sosok yang berwibawa yang biasa ditunjukkannya selama Ayu mengenalnya. tapi tidak dengan beberapa hari ini. Baik saat dikantornya atau saat di rumah.
" Ma... "
" Sudah Ay, masa kamu tega menolak James.sampai menohon seperti itu pada mu. tidak masalah kamu membantunya sebentar juga"Ucap Oma Grace memotong ucapan Ayu dan ikut bergabung dengan mereka disana.
" Iya Ay, Jason juga pasti tidak akan keberatan kalau kamu membantu pekerjaan James. yang ada Jason akan merasa senang. karena kamu baik sama semua anggota keluarganya "Mommy Irena ikut menimpali dan memberikan dukungannya untuk James. Sehingga berhasil membuat Ayu tidak bisa menolak untuk menerima permintaan mereka.
" Baiklah jika kalian memaksa ku, hanya satu jam ya Kak aku bantu kerjaan Kak James. karena aku juga ada kerjaan dan besok sudah deadline"Balas Ayu yang sudah menentukan waktunya berapa lama, supaya tidak keenakan Jamesnya sambil Ayu memperlihatkan lagi tas kerja yang dipenuhi berkas.
" Iya Ay tidak masalah Ay, Terima kasih Ay. aku tunggu ya di sini jam 20.00 "Ucap James dengan wajah sumringah.
Ayu hanya mengangguk lemah sambil menatap wajah mereka satu persatu, dengan perasaan yang entah seperti apa melihat wajah senang Mommy Irena dan Oma Grace saat berhasil membuatnya membantu James dan Ayu segera pergi dari sana meninggalkan mereka dengan langkah yang setengah berlari menuju kamarnya.
" Honey.... "Panggila Ayu dalam hatinya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Ayu menyalakan ponsel yang sedari tadi dimatikannya setelah James meneleponnya beberapa kali. Masih tidak ada pesan yang diterimanya atau panggilan tak terjawab dari Jason.
__ADS_1
Ayu merasakan kesendiriannya di rumah sebesar ini tapi dengan orang yang tidak tulus sayang dengan dirinya.
" Honey "
Ayu menelungkupkan wajahnya diatas meja rias masih dengan pakaian kantornya. Untuk beberapa menit Ayu masih betah dengan posisi itu dengan mata yang sudah sembab.
Ternyata jarak dan waktu bisa membuatnya berpikir yang tidak-tidak tentang Suami tercintanya. Segala kemungkinan mulai memenuhi isi kepalanya. Hati dan pikirannya mulai tidak sejalan dengan yang dirasakannya.
Beberapa jam sudah berlalu...
" Capek sekali " Gumam Ayu setelah kembali ke kamarnya sambil menatap ponselnya. Dan masih berharap Jason akan mengabarinya.
Yang seharusnya Ayu hanya satu jam membantu pekerjaan James, ini tidak tanggung-tanggung menjadi empat jam dikarenakan Mommy Irena dan Oma Grace ikut bergabung diruang kerja Jason dengan alasan menemani mereka supaya semangat bekerjanya.
Walau Ayu tidak tahu pasti apa alasan Mommy Irena dan Oma Grace disana yang jelas menimbulkan tanda tanya besar bagi dirinya. Apa lagi saat lima belas menit terakhir saat pekerjaanya akan selesai mereka sudah keluar dari ruang kerja Jason.
Ayu mengambil piyama yang biasa dipakainya dan membawanya masuk kedalam kamar mandi.
Jika sedang tidak tidur bersama Jason, Ayu memakai piyama panjang menutup semua tubuh sexy nya. Berbeda jika Ayu tidur bersama Jason kalau perlu Ayu tidak usah memakai apa pun.
Ayu membaringkan dirinya diatas tempat tidur. menatap langit-langit kamar Jason yang menjadi kamarnya saat ini. Perlahan tapi pasti kedua mata Ayu sudah terpejam karena hari ini merupakan hari terlelah untuknya.
" Semoga kamu baik-baik saja Yu"Gumam Bibi Yuni sambil mengusap wajah dengan kedua tangannya.
Sementara yang sedang di khawatirkan Bibi Yuni sudah tertidur sangat pulas.
Namun ada pemandangan yang tidak biasa di dalam kamar nya. Dimana ada seseorang pria yang sedang menatap Ayu dengan intens.
Menatapnya dengan sangat memuja dan mendamba. Melihat bidadari yang sangat sempurna berara dalam jangkauannya dengan segala keindahannya. Saat tidur begini saja Ayu masih sangat cantik. Perlahan pria itu mendekati Ayu dan duduk di tepi ranjang. Mengendus aroma wangi rambut serta wangi tubuh Ayu.
Tangannya terulur menyentuh rambut dan menciumnya beberapa detik sambil memejamkan matanya.
" Eemm wangi sekali Ay, aku sangat suka".
Kemudian pria itu membuka dua kancing piyama yang dikenakan Ayu. Tapi anehnya kenapa Ayu tidak terganggu sedikit pun dengan tindakan pria tersebut. Terlihatlah sembulan buah daging yang sangat putih, bersih, mulus dan sangat montok. Sehingga berhasil membuat pria itu menelan saliva nya.
" Wow... Aku sudak tidak sabar ingin menikmatinya, melahapnya. Pasti sangat penuh dimulutku ".
__ADS_1
Ayu seperti sedang bermimpi, dimana Ayu merasakan seperti nyata ada pergerakan didekatnya namun Ayu tak kuasa untuk menolaknya atau hanya sekedar membuka mata karena terasa berat. Ayu mencium aroma yang tidak asing bagi indra penciumannya, karena aroma ini hanya suami nya lah yang memilikinya.
" Akh...Honey "Suara Ayu mendesah saat ada tangan kekar menyentuh dan meremas kedua buah dada nya dengan perlahan.
" Kamu menikmatinya sayang..."
Sebuah suara menjadi alarm bagi dirinya. Ayu harus bisa bangun dan melihat siapa yang sedang berada didalam kamarnya.
Bersambung....
.
.
.
.
Mampir juga Yuk kawan di Novel Author yang lain:
Cinta Tuan Alex ( Tamat ).
Suami ke dua ( Ongoing ).
Jangan lupa dukungannya kawan Like, Komen, Gift dan Vote.
__ADS_1
Terima kasih kawan 😊🙏