Teman Tidur Tuan Jason Gilbert

Teman Tidur Tuan Jason Gilbert
Season 2 James dan Soraya 6


__ADS_3

"Mulai kapan kamu akan kembali kerja di perusahaan Daddy?." Soraya menyodorkan piring yang sudah berisi makanan kesukaan James.


"Terima kasih sayang." Balas James.


"Mungkin besok karena tadi Agas bilang ada proyek yang baru masuk lagi. Jadi kantor Daddy enggak ada yang jaga." Lanjut James.


"Iya aku disini saja, ada yang mau aku bereskan." Sahut Soraya lalu menuang air minum untuk James. Soraya sendiri tidak ikut makan karena sudah kenyang saat masak tadi sekalian icip-icip kebablasan jadi sekalian makan karena udah lapar juga.


"Nanti kalau kamu bosan di rumah, kamu bisa menyusul ku ke kantor. Atau kamu mau ke rumah Ayu?." James memberikan kemudahan untuk Soraya untuk melakukan apa pun yang diinginkannya.


"Iya James, tapi untuk sekarang mungkin aku enggak akan bosen. Karena aku bisa menggunakan waktu luang aku untuk belajar masak. Supaya kamu tambah betah di rumah." Balas Soraya, ia sudah cukup senang melihat James yang sedang melahap makanan sederhana yang dibuatnya.


"Betah di rumah atau betah di ranjang sayang?." Goda James dengan mata nakal nya.


"Keduanya" Balas Soraya setengah berbisik.


.


.


Soraya mengantarkan James sampai depan pintu Apartemen, yang diakhiri dengan sebuah kecupan singkat pada bibir Soraya sebelum James meninggalkannya.


Soraya langsung menghubungi Dokter bagian Obgyn ingin saja ia sharing tentang kehamilan. Dimana ia begitu takut disaat usianya yang kini sudah berkepala tiga apa bisa untuk hamil dan nantinya akan bagaimana?. Walau pun ia paham sebagai seorang Dokter yang sangat pintar. Tapi sebagai wanita biasa, seorang istri ada ketakutan-ketakutan tersendiri yang dirasanya.

__ADS_1


Ada banyak harapan dan kelegaan setelah ia berbicara dengan Dokter Obgyn, namun ia tetap minta waktu satu hari untuk melakukan konsultasi nantinya bersama James. Dan ada waktu kosongnya di Minggu depan.


"Aku tidak ingin sampai mengecewakan James, aku ingin bisa merasakan juga menjadi seorang Ibu dan istri yang utuh untuk James."


"Syukur-syukur bisa seperti Ayu yang memiliki anak banyak, lucu-lucu, cantik-cantik, ganteng-ganteng."


"Ah jadi gemas sendiri."


Soraya kembali beraktivitas, masih banyak yang harus dikerjakan. Salah satunya memindahkan semua pakaian dari koper ke dalam lemari.


Usai itu, Soraya mengecek kembali semua kebutuhan untuk belajar memasak dari aplikasi yang sangat terkenal.


.


.


"Soraya sedang apa ya,?." Tiba-tiba saja pikirannya tertuju pada Soraya.


James sangat mengakui, dirinya begitu tergila-gila pada sosok cantik Soraya. Terlebih lagi meski Soraya seorang pemula tapi hebatnya bisa mengimbangi permainannya.


Pernah sewaktu di London, iseng-iseng James bertanya pada Jason mengenai hubungannya dengan Soraya terdahulu. Dan cukup mengejutkan kalau mereka pacaran hanya sebatas ciuman dan kiss Mark aja tidak lebih. Dan sekarang aku bisa membuktikan sendiri kalau Soraya masih tersegel rapi dan aku yang pertama bagi Soraya.


James segera meraih ponsel dan langsung menghubungi Soraya.

__ADS_1


"Iya James."


"Sedang apa sayang?."


"Aku sedang belajar masak, nanti kalau berhasil untuk makan malam kita. Kalau gagal ya terpaksa nanti aku kasih ke kucing."


"Jangan dikasih ke kucing sayang!, apa pun yang kamu buat untuk ku pasti sangat enak."


"Iya mudah-mudahan tidak gagal ya James."


"Sayang udah dulu ya, ada Jason sedang berkunjung."


"Iya James"


Tut...Tut...Tut.


"Kau tidak datang untuk melihat lokasinya?." Tanya Jason saat sudah duduk di depan James.


"Tidak. Semuanya sudah aku percayakan pada mu dan Daddy."


"Jason, bagi tips nya bagaimana supaya bisa cepat memiliki anak?."


"What?."

__ADS_1


__ADS_2