Teman Tidur Tuan Jason Gilbert

Teman Tidur Tuan Jason Gilbert
Bab 80


__ADS_3

Mobil yang dikendarai Ayu sudah terparkir dihalaman depan Gedung Perusahaan Periklanan terbesar dan ternama di Islandia.


Ayu bekerja disana sudah hampir tiga tahun, dengan berbekal ilmu, kecantikan, kepintaran dan kepiawaian yang dimilikinya, Ayu mempunyai jabatan yang sangat diincar semua wanita muda disana karena dinilai sangat prestisius. Yaitu sebagai sekertaris sekaligus Account Executive.


Dan yang lebih menguntungkannya lagi Ayu bekerja pada seorang CEO wanita cantik, tangguh, pekerja keras, penuh dedikasi tinggi namun tetap mempunyai sisi lembut keibuan dan sangat penyayang terhadap keluarganya.


Seperti biasanya, Ayu akan datang lebih pagi dari CEO nya. Biasa Ayu memanggilnya dengan sebutan Mrs. Stella.


Setelah sampai diruangannya, Ayu langsung saja membersihkan meja kerjanya dan juga meja kerja Mrs. Stella. Karena mereka bekerja dalam satu ruangan untuk mempermudah dan mempercepat kerja mereka. Karena disini mereka kerja bahu membahu, siapa yang bisa menyelesaikan berarti CEO tidak perlu untuk turun tangan lagi.


Nah sejauh ini Ayu sangat berperan sekali bagi Mrs. Stella. Dimana Ayu sudah sering kali memenangkan tender besar untuk perusahaan mereka, dan dalam kurun waktu tiga tahun ini perusahaan selalu mendapatkan profit yang sangat besar dan menambah semakin besar pula nama perusahaan. Sehingga perusahaan pun sangat loyal terhadap para karyawanya terlebih pada Ayu, yang lebih sering mereka panggil dengan sebutan Moms J. Karena Ayu mempunyai dua jagoan Jack dan John.


" Selamat pagi Moms J, bagaimana kabar mu dan dua jagoan ku " Sapa Mrs. Stella medorong pintu ruangannya sambil memperlihatkan deretan gigi yang sangat rapi.


" Selamat pagi Mrs. Stella, seperti yang Mrs. Stella lihat dan untuk kedua jagoan ku seperti yang bisa Mrs. Stella bayangkan " Jawab Ayu sambil tertawa kecil kalau ingat kelakuan dua putra kesayangannya.


" Apa agendaku hari ini Moms J? " Mrs. Stella sudah duduk dikursi kebanggaannya.


Bagaimana tidak, Perusahaan Periklanan ini bisa sebesar dan seterkenal sekarang berkat kerja keras Mrs. Stella dan Mr. Robert, suaminya yang sudah terlebih dahulu meninggalkannya. Mereka membangun perusahaan ini dari nol, mereka banyak belajar dari para relasi yang dengan senang hati membagi ilmunya dengan mereka berdua.


" Meeting pertama kita disini dengan para kepala bagian divisi sebelum makan siang. Selanjutnya kita ada meeting diluar dengan bagian perencanan dari beberapa cabang. Setelah itu Mrs. Stella menghadiri jamuan makan malam bersama Mr. Santos untuk membicarakan tender yang akan berlangsung kurang dari dua pekan " Ayu menuturkannya dengan sangat detail. Ini salah satu dari sekian banyak yang disukai Mrs. Stella dari kinerja Ayu.


" Ok siap untuk hari ini. Tapi mungkin besok aku minta kosongkan schedul. Atau nanti kita bicarakan lagi. Tapi sepertinya kamu sanggup untuk menghandle semuanya, jadi tidak masalah kalau ada meeting kamu bisa menghadirinya perwakilan dari perusahaan kita ".


" Ok Mrs. Stella nanti coba kita re-schedul ulang untuk besok. Mana yang bisa dihadiri dan dikerjakan, mana yang akan dilepas atau diundur waktunya ".


" Karena aku sangat senang Putri ku dan calon menantu ku akan berkunjung kesini. Selagi calon menantu ku itu sedang melakukan perjalanan bisnis. Jadi aku tidak ingin ada jadwal pekerjaan yang mengganggu waktu berharga kami"Mrs. Stella mengerlingkan sebelah matanya karena ungkapan rasa bahagia.


" So sweet Mrs. Stella, mungkin nanti aku juga akan merasakan yang Mrs. Stella rasakan sekarang ".


" Iya apalagi kedua jagoan mu itu sangat tampan dan menggemaskan. Pasti akan ada banyak wanita yang mengantri untuk mendapatkan mereka" Mrs. Stella tertawa geli membanyangkan hal itu. Dan Ayu pun ikut tertawa karena hal yang sama.


" Putri ku itu seorang Dokter Spesialis atas keinginannya sendiri. Tanpa ada yang meminta dan memaksanya, dan Aku beserta Robert pun sebagai orang tua hanya mampu men-support apa yang menjadi pilihannya. Padahal tadinya aku ingin Putri ku mewarisi bisnis ku ini, tapi Putri ku malah memilih kariernya sendiri " Tutur Mrs. Stella yang sepertinya sudah sangat merindukan Putri semata wayangnya itu.


" Dan semoga saja calon menantu ku itu bisa membahagiakan Putri kecil ku dan bisa menjadi penerus perusahaan yang sudah ku bangun ini " Lanjutnya lagi.


" Iya Mrs. Stella semoga saja. Tapi ngomong-ngomong kita sudah waktunya harus meeting. Nanti kita lanjutkan lagi"Ayu menyudahi obrolan mereka karena waktu yang megharuskan keduanya memulai bekerja dengan meeting sebagai pembukanya.

__ADS_1


Saat Mrs. Stella dan Ayu sampai di ruang meeting semua sudah berkumpul dengan materi yang sudah dibagikan sebelumnya. Dan Mrs. Stella dan Ayu pun menyampaikan permohonan maafnya karena terlambat datang, walau sebenarnya masih ada waktu sekitar sepuluh menit lagi. Walau sebagai CEO Mrs. Stella sangat ramah dan humble dengan para karyawannya.


" Ok, kita mulai saja meeting kita kali ini " Ucap Mrs. Stella menatap satu persatu peserta meeting.


Mrs. Stella dan peserta meeting yang lainnya menjadi pendengar yang baik ketika divisi Digital Stategist mengatakan kalau ada klien mereka yang ingin memakai jasa model yang sudah dipilihnya untuk mengiklankan produk mereka.


" Tidak masalah bagi kita, asalkan model nya memenuhi standart perusahaan kita. Coba nanti kamu konfirmasi lagi dengan pihak kliennya ".


" Baik Mrs. Stella akan segera saya follow up ".


Setelah semua divisi memberikan masukan, ide dan agenda kerja mereka untuk dua minggu kedepan, meeting pun berakhir di jam makan siang.


Mereka semua kembali keruangannya masing-masing sebelum beristrirahat.


Drt...Drt...


" Moms J ponsel mu berbunyi " Mrs. Stella sedikit meningkatkan volume suaranya saat Ayu berada dikamar mandi yang terdapat didalam ruangan.


" Ok tunggu " Sahut Ayu dari dalam.


" Hai Mama, kami sudah sudah sampai di rumah. Ada Bibi Theresia yang membantu kami menyiapkan makan siang untuk Papa ".


" Ok, jangan lupa bilang terima kasih pada Bibi Theresia atas bantuannya ".


" Ok Mama, kami matikan ya teleponnya "


" We Love You Mama "


Sudah tidak terdengar suara apa pun lagi Sebelum Ayu membalas perkataan kedua Putranya.


"Kebiasaan " Gumam Ayu yang terdengar sedang menggrutu.


Setelah menghabiskan makan siang mereka lima belas menit yang lalu, kini mereka sedang dalam perjalanan menuju sebuah Coffee Shop yang letaknya tidak jauh dari perusahaan.


Meeting pun sedang berlangsung dimana ada banyak peserta yang datang untuk mengikuti meeting kali ini.


Pada kesempatan meeting ini, Mrs. Stella mempersilakan Ayu untuk memimpin jalannya meeting dengan berbagai banyak permasalahan yang ada disetiap cabangnya.

__ADS_1


Namun bukan namanya Moms J jika tidak bisa memberikan solusi untuk semua para peserta meetingnya.


Jalanan sudah sangat ramai dan terlihat padat dengan kendaraan disaat meeting mereka berarkhir.


Drt...Drt...


" Halo sayang " Sapa Mrs. Stella sambil menunggu Ayu mengambil mobil dari area parkiran.


" Jangan lupa besok aku sampai disana pagi Mom, kami langsung ke kantor Mommy karena calon ku akan menanamkan modal pada perusahaan Mommy ".


" Baiklah sayang, Mommy sudah mengosongkan schedul Mommy demi Putri dan calon menantu Mommy " Senyum mengembang diwajah cantik Mrs. Stella setelah sambungan teleponya terputus.


.


.


Mampir juga Yuk kawan di Novel Author yang lain:




Cinta Tuan Alex ( Tamat ).




Suami ke dua ( Ongoing ).




Jangan lupa dukungannya 'wan kawan dengan cara Like, Komen, Gift dan Vote.


Terima kasih kawan 😊🙏.

__ADS_1


__ADS_2