
"James, aku sangat mencintai mu!. Kalau kamu mencintai ku, aku akan membatalkan pernikahan ku dan aku akan langsung terbang ke indonesia menyusulmu."
Dada Soraya terasa sangat sesak dan tidak bisa berkata apa-apa.
"James, bukannya kamu sering katakan. Kalau kamu sangat nyaman berada disisi ku. Kita sudah sering menghabiskan waktu bersama, kita pernah melewati saat-saat paling menyedihkan dalam hidup kita. Kita bisa saling menguatkan dan memberikan dukungan satu sama lain. James aku sangat mencintai mu. Aku sangat membutuhkan mu saat ini James, tolong aku bawa pergi jauh dari sini. Bagaimana bisa aku menghabiskan waktu dengan orang yang tidak aku cintai James?.Aku sangat mencintai mu James."
Tut... tut... tut...
Soraya masih diam mematung setelah Paula menyatakan perasaannya pada James.
Soraya pernah mendengar nama Paula sebelumnya. Tapi hanya sebatas tahu namanya saja dan cerita singkat tentang wanita itu. Tanpa tahu kejelasana hubungan mereka berdua, kalau penjelasan dari James sendiri hanya mengatakan jika mereka berteman tanpa adanya perasaan cinta. Tapi malam ini Paula menyatakan perasaannya pada James dengan begitu lantang.
"Kamu kenapa sayang?. Kenapa bengong?. Siapa yang menelepon ku malam-malam begini?."
__ADS_1
"Paula...Paula yang menelepon mu." Tatapan Soraya sudah penuh kabut kesedihan.
James langsung memeluk Soraya yang tiba-tiba saja terisak. "Kamu kenapa sayang?."
Soraya buru-buru menghapus air matanya, setelah merasa sedikit lega tidak begitu sesak seperti tadi.
"Apa yang terjadi sayang?." James belum mengerti perubahan Soraya. Sebab sebelumnya baik-baik saja. Apa karena Paula?, bukannya ia pernah menjelaskan hubungan dirinya dan Paula, lalu sekarang apa?.
"Ada enggak yang kamu sembunyikan dari aku, James?. Mengenai hubungan mu dengan Paula?." Soraya melepaskan diri dari pelukan suaminya.
"Tidak sayang, tidak ada yang aku sembunyikan. Semuanya sudah aku katakan pada mu semua." James meraih kedua tangan Soraya dan membawanya duduk ditepian tempat tidur.
"Tidak pernah ada wanita lain yang menggantikan mu dalam hati ku. Memang aku pernah merasa nyaman saat bersama Paula. Tapi aku tahu yang aku inginkan itu adalah kamu." Jelas James sembari menghapus air mata Soraya yang kembali jatuh.
__ADS_1
"Memangnya apa yang sudah Paula kata tadi pada mu?." Saat menyadari jika Paula yang sudah menelepon dan berbicara dengan istrinya.
"Paula mengutarakan semua perasaannya pada mu, sekarang Paula sedang bersedih. Karena perjodohan itu. Kalau kamu membalas cintanya Paula, maka Paula akan datang kesini menemui mu." Jawab Soraya dengan wajah sendunya.
James menggeleng. "Tidak, aku tidak pernah mencintai mana pun selain kamu, sayang. Semuanya aku jaga saat berjauhan dengan dirimu."
"Tapi Paula sangat mencintai mu, James".
"Biarlah urusan itu menjadi urusannya Paula. Tidak ada hubungannya dengan kita. Tidak ada orang lain yang akan aku biarkan masuk dan merusak rumah tangga kita." Ucap James dengan sangat tegas.
Soraya menganggukkan kepalanya lalu memeluk James dengan erat. "Kamu janji James?"
"Iya sayang, aku berjanji pada mu. Dan sekuat tenaga ku, aku akan menjaga semua kebahagian kita." Balas James.
__ADS_1
"Walau pu nantinya kita akan kesulitan untuk memiliki momongan." Tanya Soraya dengan mata yang berkaca-kaca.
"Sayang, jangan pernah bicara seperti itu. Aku menerima semua yang ada pada dirimu. Aku yakin jika nanti kamu akan bisa merasakan menjadi seorang ibu." Ucal James menenangkan Soraya.