Teman Tidur Tuan Jason Gilbert

Teman Tidur Tuan Jason Gilbert
Extra Part 52 T3JG


__ADS_3

Kini Mommy Stella sudah berada di tengah-tengah keluarga Gilbert untuk memberikan restu pada James dan Soraya dan meminta maaf karena sudah pergi begitu saja dari mereka.


" Sekarang kita lupakan cerita-cerita yang sedihnya, mari kita fokus untuk kebahagian James dan Soraya." Pungkas Mommy Irena. Menyudahi cerita sedih yang sudah beberapa jam di dengar nya dari Mommy Stella dan bahkan sampai mereka pun bisa merasakannya.


" Tapi Daddy tidak bisa membantu banyak, karena harus mengurus pekerjaan yang sudah Daddy tinggalkan di sana. Terlebih cucu kesayangan Grand Pa sudah sembuh dari sakit nya. Jadi Daddy pasrah kan sepenuhnya pada Jason dan James untuk semua persiapan pernikahan. Menantu Daddy yang sedang hamil tolong jangan dibuat kelelahan walau sedikit pun." Daddy Leo berpindah duduk di sebelah Ayu.


" Iya Grand Pa, aku sembuh karena kedatangan kalian semua. Apalagi aku mau punya Mama baru." Sahut Vina begitu senang, duduk di atas pangkuan Daddy Leo.


" Kalau Jason menyusahkan mu bilang saja pada Daddy atau Mommy ya." Lanjut Daddy Leo sambil memberi peringatan pada Jason.


" Siap Daddy " Jawab Jason dan James bersamaan.


" Mommy di sini saja membantu James. Daddy bisa melakukan semuanya sendiri, nanti satu minggu sebelum acara pernikahan James dan Soraya, Daddy kembali ke sini lagi." Mommy Irena memeluk Daddy Leo yang begitu mengerti keinginannya walau tanpa diucapkan.


" Terima kasih Daddy, Daddy paling baik dan paling mengerti Mommy."


Setelah kepulangan Daddy Leo ke London, Inggris karena pekerjaan. Untuk sementara Mommy Stella di rawat di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan secara intensif, semoga saja bisa jalan. lagi meski pun dibantu dengan tongkat.


Mommy Irena begitu sibuk membantu Soraya untuk menyiapkan segala keperluan pernikahan mereka mulai dari gaun pengantin hingga nanti hidangan yang akan mereka sajikan. Pernikahan yang tidak dilaksanakan besar-besaran karena keinginan Soraya yang lebih ingin berbagi dengan warga yang tidak jauh dari lingkungan rumah nya dan Umi Ita.


Sedangkan James harus bolak balik Jakarta - Garut untuk mengurusi perusahaan Daddy nya. Sebab Pak Anton dan Agas sudah mulai mengerjakan mega proyek milik perusahaan Jason.


" Kamu istirahat saja kalau sudah lelah?." Mommy Irena memijat pundak Soraya yang sedari tadi mendata orang-orang yang bekerja di rumah sakit yang akan diundangnya.


" Iya Mommy, terima kasih. Ini hanya tinggal sedikit lagi." Soraya meletakan tangan nya pada tangan Mommy Irena dan menggenggamnya erat.


" Terima kasih Mommy masih mau menerima aku menjadi menantu Mommy." Soraya mengecup punggung tangan Mommy Irena.


" Mommy juga berterima kasih pada mu masih mau menikah dengan James dan menjadi menantu Mommy. Kamu wanita baik dan patuh, kamu pantas mendapatkan kebahagiaan Soraya. Mommy sangat sayang pada mu." Balas Mommy Irena tidak kalah haru.


Ayu dan Jason ikut bergabung di ruang tengah bersama Mommy Irena dan Soraya dan memberitahukan kalau James tidak pulang malam ini.

__ADS_1


" Hari ini James tidak pulang ke rumah. James membantu Pak Anton dan Agas. Jadi mungkin pulang besok malam."


" Terus mereka tidur dimana?." Mommy Irena meminta Ayu untuk merebahkan tubuh supaya Mommy Irena bisa mengusap perut Ayu.


" Mungkin di kantor ku Mom supaya lebih dekat, coba saja nanti Soraya telepon James." Usul Jason merapikan rambut Ayu dan menyelipkan ke belakang telinga.


" Anak-anak dimana Ay?." Mommy Irena dari setengah jam yang lalu tidak mendengar suara berisik anak-anak.


" Lagi main di taman belakang sama Ibu Risma dan Bibi Yuni." Ayu melihat Jason yang terus saja memainkan rambut nya.


Keesokan pagi nya,


Soraya harus berangkat ke rumah sakit karena pihak rumah sakit kekurangan tenaga medis. Ia hanya menjadi sebagai Dokter Spesialis saja, tapi ia selalu berbagi pengalaman dan ilmu nya pada orang lain yang masih belajar seperti dirinya dulu.


" Mama Soraya tidak ada Mom?." Vina mencari-cari keberadaan Soraya.


" Baru saja berangkat ke rumah sakit." Jawab Ayu meminta Vina untuk sarapan.


" Baby, nanti siang aku harus ke kantor membantu Pak Anton dan Agas. Ada beberapa Kendala yang tidak bisa mereka handle." Terang Jason menarik tangan Ayu untuk duduk disebelahnya.


" Iya kamu berangkat saja. Yang penting kamu hati-hati." Ayu mulai melahap makanannya.


" Apa calon bayi kita baik-baik saja?."


" Hem " Ayu mengangguk cepat.


" Apa calon anak kita tidak merindukan Daddy nya?."


" Hem " Dengan cepat pula Ayu menggelengkan kepalanya berulang kali. Ayu mengerti kemana arah pembicaraan Jason.


" Mungkin ia malu bilang pada mu tapi sebenarnya calon anak kita ingin dikunjungi Daddy."

__ADS_1


Lagi-lagi Ayu menggeleng cepat sebagai tanda bahwa mereka tidak ingin di jenguk oleh Jason.


" Kemarin-kemarin kita terlalu sibuk urusan Soraya, tapi kan sekarang sudah selesai. Jadi aku masih memiliki waktu beberapa jam lagi sebelum berangkat ke Jakarta. Ayo aku mau menjenguk calon anak kita."


Ingin menolak dosa, enggak menolak pasti lama dan ini masih pagi pula. " Kalau nanti malam bagaimana?." Ayu melakukan penawaran.


Tapi sayang Jason menolaknya, " Mau nya sekarang, mumpung anak-anak banyak temannya. Jadi kita bisa lama."


" Sebentar saja?." Rengek Ayu.


" Iya bilang sebentar nanti kamu juga yang minta nambah dan supaya lama." Goda Jason yang menarik pelan Ayu meninggalkan meja makan menuju kamar mereka.


.


.


Cukup banyak pasien yang datang hari ini, sampai jam sembilan malam Soraya masih berada di rumah sakit dengan menyisakan satu orang lagi pasien.


Usai dengan pasien terakhir, Soraya bersiap untuk pulang untuk pulang ke rumah nya. Karena sudah beberapa hari ini, ia selalu pulang ke rumah Umi Ita.


Sampai di depan Soraya hendak meminta tolong pada petugas keamanan untuk meninggalkan taksi konvensional. Tapi diurungkannya setelah mendengar suara dari orang yang hampir dua hari ini tidak dilihatnya karena sedang sibuk.


" Soraya " Panggil James dari arah samping.


" James " Raut wajah lelah kini berubah dengan binar-binar bahagia melihat sang pujaan hati di depan mata. Begitu juga dengan James, bukan rumah Umi Ita yang menjadi tujuannya setelah dari Jakarta melainkan bertemu Soraya saat dirinya mendapat kabar dari Jack kalau Soraya berada di rumah sakit.


" Kamu sudah makan?." James membawa Soraya mendekat dengan mobil milik nya yang terparkir di depan gedung rumah sakit.


Soraya menggeleng lemah dengan bibir yang mengerucut, " Belum sempat, rencananya nanti di rumah."


" Baik lah, ayo kita pulang ke rumah mu!." James membuka pintu mobil untuk mempersilakan Soraya masuk terlebih dahulu dan memasukkan beberapa bungkusan ke kursi belakang untuk makan malam mereka.

__ADS_1


Tidak terasa karena begitu asyik menikmati perjalanan mereka kini mobil James sudah berhenti di depan rumah Soraya.


__ADS_2