Teman Tidur Tuan Jason Gilbert

Teman Tidur Tuan Jason Gilbert
Bab 27


__ADS_3

Jarum jam didalam ruang kerja Jason sudah menunjukkan waktu sore hari. waktunya Jason pulang. namun belum dilakukan nya karena masih menunggu Pak Anton.


Setelah lima belas menit menunggu, akhirnya Pak Anton datang juga dengan sebuah map berwarna biru ditangannya.


" Terima kasih Tuan Jason sudah bersedia menunggu".


" Iya Pak Anton tidak masalah. bagaimana semuanya lancar Pak Anton?".


Pak Anton menyerah kan map yang berwarna biru tersebut kehadapan Jason.


Dan Jason pun membuka map nya, melihat semuanya sudah sesuai dengan apa yang dimintanya.


" Kerja bagus Pak Anton, terima kasih ".


" Sama-sama Tuan Jason, senang bisa membantu anda".


" Saya permisi Tuan, jika tidak ada yang di kerjakan lagi".


" Iya Pak Anton ".


Pak Anton keluar dari ruangan kerja Jason dengan senyum mengembang dipipinya. karena mendapatkan bonus yang lumayan besar untuk pekerjaannya hari ini.


Jason mengambil kunci mobil sambil membawa map nya berjalan meninggalkan ruang kerjanya. Jason akan melihat sendiri Apartemen yang sudah dibelinya.


Jason segera melangkahkan kakinya meninggalkan gedung perkantoran. kini sudah berada didalam mobil, melajukannya dengan kecepatan sedang karena memamg lumayan padat jalanan sore hari ini.


.


.


.


.


Sesampai nya di dalam Apartemen, Jason meletakkan map biru tersebut di tengah tempat tidur.


Pikiran liar nya tentang tidur bersama dengan Ayu kian menjadi. setelah Jason mengurus semua yang diperlukan. hanya saja tinggal menentukan hari kapan mereka akan melakukannya.


Dengan senyum yang terus mengembang, Jason merebahkan kan tubuh nya diatas tempat tidur yang sangat besar, dimana tempat ini akan menjadi saksi penyatuan nya bersama Ayu.


Drrt


Drrt


Suara ponsel mengganggu kesenangannya, lamunan nya tentang Ayu, gadis polos yang sudah memenuhi hati dan pikirannya.


Jason melihat layar ponselnya yang terus saja menyala, nama Lyra tertera disana yang menelepon nya. Jason mengabaikannya, sampai layarnya mati dengan sendirinya. hari ini Jason tidak ingin diganggu dengan hal apa pun. selain Ayu, Ayu dan Ayu.


Jason menatap langit-langit kamar yang dicat warna putih. Jason sedang memikir kan kapan Jason dan Ayu akan memulai nya. Jason harus mempertimbangkan baik dan buruknya untuk Ayu nanti. biasanya wanita yang pertama kali melakukan penyatuan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memulihkan dirinya. apalagi Ayu yang akan kembali bekerja di rumah nya. Jason tidak ingin membuat Ayu susah karena ulahnya.

__ADS_1


Setelah menimbang dan memikirkan nya, Jason sudah menentukan kapan waktunya. Jason mengambil ponsel dan mengetik kan sesuatu pada layar ponselnya.


" Pesan ku yang kemarin saja tidak dibacanya, bagaimana aku bisa mengirim kan pesan lagi padanya".Gumam Jason yang melihat pesan yang sebelumnya.


Jason mengurung kan niatnya untuk mengirim kan pesan. lebih baik Jason sekarang berpikir bagaimana bisa menemui Ayu tanpa ada orang yang mengetahui nya.


" Pulang saja dulu, siapa tahu nanti tidak sengaja bertemu dengan Ayu, atau aku minta bantuan Bibi Yuni saja. tapi kadang Oma dan Mommy selalu mengatasi kami. sebenarnya apa yang sudah mereka ketahui tentang ku dan Ayu?".


Jason bangun dari tempat tidurnya dan langsung menyambar kunci mobil yang berada di atas nakas. Jason keluar dari Apartemen.


.


.


.


.


Ayu sudah berada didalam kamar Bibi Yuni, mereka telah melakukan panggilan telepon bersama Abah Dapi dan Umi Ita.


Ayu dan Bibi Yuni ikut merasa senang mendengar kabar baik yang di terima Abah dan Umi nya hari ini.


" Yu, kalau kamu masih mau bekerja ditempat lain. coba saja membuat lamaran dari sekarang. karena kan kamu kerja disini juga tidak terikat. besok Bibi akan belikan koran, dan kamu bisa mencari lowongan disana".


" Iya Bi, nanti Ayu akan buat surat lamarannya. terima kasih banyak Bi".


" Iya Yu, sama-sama. kalau ada apa-apa jangan sungkan cerita saja sama Bibi. kita selesai kan setiap masalahnya bersama".


" Iya Yu".


Ayu keluar dari dalam kamar Bibi Yuni. dan langsung masuk ke kamarnya.


" Tu-tuan "Ayu terkejut saat tiba-tiba Jason mendorong pelan masuk tubuhnya.


Jason mengunci kamar Ayu dan meletakkan kunci nya didalam saku jas yang dipakainya.


" Kenapa pesan ku tidak kamu baca?"Jason duduk diatas kursi dengan menyilangkan kakinya santai.


Ayu hanya berdiri diam mematung melihat tingkah Jason yang seenaknya.


" Saya hari ini banyak pekerjaan Tuan, jadi tidak sempat membuka ponsel"Balas Ayu.


Jason memijat pelipis nya dengan tatapan yang fokus tertuju pada Ayu.


" Aku sudah menentukan harinya kapan supaya kamu bisa tidur dengan ku".


Ayu seolah melupakan kesepakatan yang baru dibuatnya bersama Jason.


" Kapan Tuan?".

__ADS_1


" Hari kamis besok! "Ucap Jason dengan tegas.


" Kamis besok, kenapa cepat sekali? hanya satu hari saja kan? "Pertanyaan polos pun terlontar dari mulut Ayu.


" Bukan, tapi empat hari!! ".


" Hah, emapat hari. bagaimana bisa Tuan? ".


Bulu kuduk Ayu tiba-tiba saja berdiri, saat membayangkan kan selama empat hari tidur bersama Jason.


"Kenapa Ay, masih kurang empat hari. gampang nanti kita atur waktunya lagi! "


Dengan cepat Ayu menggelengkan kan kepalanya.


" Bukan Tuan, satu hari saja saya tidak punya alasan supaya bisa pergi apalagi ini empat hari?".


" Tenang saja, nanti aku yang pikirkan alasannya. yang jelas aku ingin waktu mu selama empat hari itu bersama ku".


Ayu menelan saliva nya dengan kasar, entah apa yang akan terjadi setelah nya. setelah satu hari tidur bersama, tiga harinya tidur bagaimana?.


" Apa lagi yang kamu pikirkan Ay? ".


" Tidak Tuan, kenapa tidak satu hari saja? pasti Bibi Yuni kasihan tidak ada yang membantu pekerjaannya".


" Sudah Ay jangan beralasan, dulu juga Bibi Yuni tanpa dibantu oleh mu bisa mengerjakan nya sendiri ".


" Iya Tuan".


Tanpa di luar dugaan, Jason menarik tangan Ayu sampai Ayu terjatuh di pangkuannya.


" Tu-tuan "Mata Ayu melebar dengan sempurna.


Jason memeluk tubuh Ayu dengan erat. menempelkan bibirnya pada rambut Ayu, mencium leher yang tertutup rambut.


Ayu hanya diam mendapatkan perlakuan manis dari Jason. seakan membuat candu juga untuk tubuh nya.


" Aku sudah bilang, gunakan ponselmu. biar kita bisa berbicara kapan saja dan dimana saja".


" Atau kamu sesekali datang kekamar mu dan cek lah isi ponsel mu. aku sudah mengirimkan pesan untuk mu".


Jason membelai rambut panjang bergelombang yang sengaja terurai, karena Ayu terbiasa dengan itu. bukan untuk menggoda Jason karena sedang berada didalam kamarnya.


" Maaf, tapi saya tidak bisa Tuan, karena saya ingin fokus pada pekerjaan. dan apa jadinya kalau semua orang sampai tahu saya memiliki atau menggunakan ponsel mahal itu".


" Iya pakai opsi yang ke dua, simpan lah dikamar. tapi harus sering kamu cek karena aku akan selalu mengirim pesan pada mu".


" Itu pun tidak bisa Tuan, nanti pekerjaan saya tidak ada yang selesai jika terus meneruskan mengecek ponsel Tuan".


Cup

__ADS_1


Jason membungkam mulut Ayu yang selalu membantahnya dengan kecupan manis.


__ADS_2