
Gaun pengantin sudah siap bahkan Soraya dan James sudah fitting. Begitu juga dengan anggota keluarga yang lainnya, hanya saja menyisakan Daddy Leo dan Mommy Stella.
Perkembangan Mommy Stella cukup signifikan walau belum sampai tahap bisa berdiri lama, kalau pun bisa berdiri hanya lima belas sampai tiga puluh menit saja itu pun dengan bantuan tongkat. Dan rencananya satu Minggu ke depan sudah diperbolehkan pulang bertepatan dengan Daddy Leo yang akan datang ke Indonesia.
Saat ini Mommy Stella sedang kedatangan tamu calon besan yang perempuan yaitu Mommy Irena yang selalu menyempatkan untuk datang setiap dua hari sekali. Hanya sekedar untuk mengajaknya bertukar pikiran, menjenguknya, membawakan makanan kesukaannya atau hanya membawa pakaian untuk ganti.
" Maaf aku sama sekali tidak bisa membantu persiapan pernikahan James dan Soraya. Maaf semuanya jadi merepotkan mu." Perasaan yang selalu menemani hari-hari Mommy Stella kala saat ia sedang sendirian. Bahkan ia pun sudah sering mengatakannya pada Mommy Irena, namun selalu ditanggapi positive oleh Mommy Irena sampai Mommy Stella tidak tahu lagi harus mengatakan apa?.
" Aku sudah sering bilang. Kamu sudah menjaga Soraya dan mau menerima James jadi menantu mu saja itu sudah sangat membantu pernikahan ini. Tidak ada hal yang lebih besar dari pada kamu mau memberikan restu untuk keduanya."
" Keluarga kalian sangat baik pada ku dan Soraya, Soraya sangat beruntung bisa menjadi bagian dari keluarga kalian." Ucap Momny Stella penuh haru.
" Kami juga sangat beruntung memiliki menantu baik, pintar, cantik dan cerdas seperti putri mu. Kedua menantu ku begitu menyanyi kedua orang tuanya. Dan aku sangat yakin kalau Ayu dan Soraya akan sangat menyanyi ku dan Leo." Balas Mommy Irena.
Mommy Stella mengangguk mengiyakan dengan seluas senyum bahagia yang terpancar dari wajah nya.
Mengakhiri kunjungannya sore ini, Mommy Irena memenuhi semua kebutuhan Mommy Stella untuk dua hari ke depan sebelum akhirnya ia berpamitan untuk pulang. Saling memeluk erat dengan rasa bahagia dan haru bersamaan.
.
__ADS_1
.
Seperti biasa setiap pagi sampai jam tiga sore James akan berada di kantor Daddy Leo. Untuk memantau jalannya perusahaan, walau sebenarnya di bawah Pak Anton dan Agas pun perusahaan bisa berjalan. Tapi ini hanya untuk bisa lebih fokus lagi dan sedikit untuk membantu Pak Anton dan Agas dalam moga proyek Jason.
" Setelah makan siang kita akan meeting di luar dengan klien baru. Tapi beberapa dari mereka ingin menggunakan model sendiri untuk membantu mempromosikan usaha-usaha mereka." Jelas Agas yang sudah mempersiapkan semuanya.
" Kita lihat saja nanti, kalau memang tidak ada yang dilanggar dan sesuai dengan kesepakatan kita terserah mereka saja jika ingin menggunakan model nya sendiri." James sudah tahu dengan trik seperti ini selain untuk menekan budget perusahaan tentu nya sekalian untuk mempromosikan model itu sendiri ke khalayak publik.
Di rasa jarak yang cukup jauh dari kantor untuk melakukan meeting akhirnya James, Pak Anton dan Agas sudah berangkat sejak sepuluh menit yang lalu menuju lokasi.
" Kau masih selera dengan model begituan?." James melirik Agas yang didekati beberapa model untuk meminta materi meeting nya.
" Tidak Tuan James, karena di rumah saya sudah punya model satu dan belum habis." Jawab Agas yang membuat para model itu menyingkir dengan perlahan.
" Saya percaya hanya dalam hitungan detik saja akan ada banyak model yang mengelilingi Tuan James dengan jabatan dan kesendirian Tuan." Agas sengaja mengeraskan volume suaranya supaya bisa terdengar jelas oleh mereka yang sudah tahu siapa James Gilbert.
Dan benar saja hanya dalam hitungan detik kini James bagaikan gula yang dikelilingi oleh banyak beraneka jenis semut. Dan hal itu mengundang gelak tawa Pak Anton dan Agas yang melihat nya dari kejauhan saja.
.
__ADS_1
.
Hanya mampu melewati waktu dua hari saja semenjak kejadian beberapa hari yang lalu dimana status James yang masih sendiri menjadi daya tarik tersendiri bagi para wanita untuk mendekatinya. Maka dari itu James mengambil keputusan untuk mempercepat pernikahannya bersama Soraya dari jadwal sebelumnya yang masih menyisakan banyak waktu. Sampai Daddy Leo sudah berada dalam perjalanan ke rumah sakit dimana Mommy Stella dimajukan kepulangannya karena permintaan James. Padahal di rumah sakit sendiri sudah ada Mommy Irena, James dan Soraya yang menjemput Mommy Stella tapi Daddy Leo tetap meminta mereka untuk menunggu nya biar sekalian jalan.
" Apa kamu James kalau pernikahan mu dan Soraya di percepat para wanita itu akan berhenti menggoda mu. Justru bukan sebaliknya ya, mereka lebih tertantang saat kamu menjadi suami dari seseorang." Mommy Irena berbicara seperti itu karena sesuai dengan faktanya, bahkan sampai sekarang pun tidak jarang para wanita dari berbagai kalangan usia masih saja ada yang suka menggoda Daddy Leo.
" Betul tuh apa James apa yang dikatakan Mommy mu." Mommy Stella menimpali sambil belajar berjalan tanpa menggunakan tongkat, tapi hanya mampu dilakukanya sampai sepuluh langkah saja dan itu pun agak dipaksakan.
Mommy Irena meminta Mommy Stella untuk duduk saja dan nanti lagi untuk belajar berjalannya. Membantunya untuk duduk di dekat Soraya.
" Iya memang benar apa yang dikatakan oleh Mommy. Tapi setidaknya mereka tahu kalau aku sudah memiliki istri yang baik, cantik, pintar, tangguh, bertanggung jawab dan seorang Dokter pula. Jadi bagi para wanita yang waras mereka akan berpikir dua kali untuk mendekati ku, tapi kalau mereka tidak waras ya harus kita hindari." Jawab James memposisikan dirinya duduk bersebelahan dengan Soraya.
" Aku tidak bisa berjanji banyak pada mu, tapi di depan Mommy kita, Mommy Irena dan Mommy Stella. Aku akan mengusahakan yang terbaik untuk hubungan pernikahan kita berdua. Aku akan belajar dari kegagalan dan kesalahan ku di waktu dulu, jadi aku akan berusaha sekuat tenaga untuk tidak melakukan kesalahan yang sama. Tolong selalu ingatkan aku Mommy." Ucap James bersungguh-sungguh dengan mata yang berkaca-kaca sambil meraih kedua tangan Soraya lalu digenggamnya erat.
Mommy Irena dan Mommy Stella pun ikut larut dalam haru sampai mereka saling memeluk untuk saling menguatkan serta tetap membimbing mereka.
Daddy Leo yang baru sampai pun mengerutkan kening nya kala mendapati mereka dengan suasana yang begitu haru sampai Mommy Irena dan Mommy Stella menitikkan air matanya.
" Kamu melakukan apa James sampai membuat kedua Mommy mu menangis seperti itu?." Daddy Leo menghampiri Mommy Irena dan memeluknya sambil mendaratkan kecupan sayang pada pucuk kepalanya. Sedangkan James dan Soraya memeluk Mommy Irena.
__ADS_1
" Tidak Dad, kedua Mommy ku hanya sedang bahagia saja. Dan semoga aku bisa seperti Daddy dan Jason yang akan setia pada Soraya." Balas James diantara pelukan dua wanita yang sangat berarti dalam hidupnya.