Teman Tidur Tuan Jason Gilbert

Teman Tidur Tuan Jason Gilbert
Bab 87


__ADS_3

Jason merasa heran karena matanya melihat gerakan Ayu memberikan kode pada kedua putranya untuk tidak berbicara lagi tentang James." Ada apa ini? ".


" Dengarkan aku Baby, Jack dan John bisa tinggal bersama ku. Kamu kembalilah ke kantor, jangan pikirkan kedua jagoan kita ini " Jason menawarkan diri untuk menjaga mereka. Karena ada yang ingin dicari tahunya.


" Boleh Ma? " Tanya Jack dan John bersamaan. Kedua jagoannya itu tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya bertemu dengan Jason. Sampai Ayu tidak bisa menolak permintaan kedua putranya.


" Ok, tidak masalah. Sekarang Mama harus kembali ke kantor " Balas Ayu sembari mengusap wajah tampan Jack dan John.


" Ok Baby, nanti aku sharloc keberadaan kami pada mu " Jason menimpali.


" Hem ".


Ayu mencium pipi kedua putranya dan masuk kedalam mobil, melajukannya pelan meninggalkan mereka bersama Jason.


" Ok kasih Daddy waktu lima belas menit, untuk kita bisa ke rumah kita yang baru. Sambil menunggu itu, bagaimana kalau kita belanja untuk kebutuhan bahan makanan, jadi Mama bisa memasak untuk kita? " Jason mengeluarkan idenya dan langsung mengirimkan pesan pada seseorang yang sudah sangat dipercayanya.


" Ok Dad bukan ide yang buruk. Bahkan kami bertiga lebih sering berbelanja di pasar, dari pada berbelanja di Swalayan " Celoteh John ketika mereka sudah berada didalam mobil yang dikendarai langsung oleh Jason. Sebab supir Hotel sudah disuruhnya untuk pulang terlebih dahulu.


" Hanya bertiga? " Tanya Jason menegaskan tapi tidak terlihat sedang kepo atau mengintrogasi Jack dan John.


" Hem, kemana-mana kami selalu pergi bertiga, Aku, John dan Mama " Sahut Jack dari kursi belakang.


" Wah hebat dong, kalian selalu menjaga Mama kemana-mana "Puji Jason sedikit memancing.


" Iya karena Papa kami sedang sakit " Ucap Jack yang tidak menyadari Jason sengaja mengatakan itu.


Deg


" Kenapa Ayu menyembunyikan dariku, dan apa yang sebenarnya sudah terjadi diantara mereka, pernikahan mereka? " Batin Jason.


" Daddy salut pada kalian Jack, John, tolong jaga Mama kalian untuk Daddy " Jason mengacungkan jempolnya keatas memuji keberanian mereka untuk selalu menjaga Ayu.


Sekarang Jason yang harus mencari tahu tentang sakit James. Tidak mungkin terus bertanya pada kedua putranya. Yang sepertinya sudah diperingati oleh Ayu untuk tidak bicara terlalu banyak.


.


.


.


Lebih dari satu jam mereka shopping untuk kebutuhan sehari-hari, sekolah, pakaian, sepatu, tas, topi dan beberapa mainan serta banyak lagi. Jason benar-benar tidak melewatkan sedetikpun mengawasi tingkak mereka yang lucu dan sangat menggemaskan. Begitu juga dengan Jack dan John yang sangat memanfaatkan kebersamaan mereka hari ini.


Jason mematikan mesin mobil dan memarkirkannya di pelataran rumah,"Sudah sampai".

__ADS_1


" Ini rumah Daddy? " Pertanyaan yang terlontar ketika mereka keluar dari dalam mobil.


" Wah besar sekali Dad, bagus lagi Jack?"John begiu terpana melihat penampakan rumah yang lebih mirip istana baginya.


" Lebih tepatnya, ini rumah kita berempat" Jawab Jason sembari meminta Jack dan John untuk naik diatas tubuhnya lagi.


Ada seorang penjaga yang menghampiri dan langsung menyerahkan kunci pada Jason.


" Terima kasih Pak " Ucap Jason.


" Sama-sama Tuan Gilbert ".


Penjaga pun pergi setelah menyerahkan kunci dan map berwarna putih ke tangan Jason langsung.


Jason membuka kunci dan membawa putranya masuk, melihat apa saja fasilitas yang dimiliki rumah semegah ini." Wow Dad sangat luar biasa ".


Tidak henti-hentinya Jack dan John dibuat kagum dan takjub dengan isi rumah yang sedang mereka tempati saat ini.


" Apa kita akan tinggal bersama selamanya disini Dad bersama Mama. Lalu Papa siapa yang akan menjaga dan mengajaknya bermain? " Pertanyaan John yang disertai wajah sendunya.


" Daddy akan membawa Papa kalian ke Dokter dan menyembuhkannya " Jawabnya yakin, karena Jason harus memastikan sesuatu.


John dan Jack terlihat kompak menggelengkan kepalanya lemah, " Papa tidak pernah mau dibawa ke Dokter. Karena kata Papa, itu akan menghabiskan banyak uang Mama. Jadi Papa lebih memilih tidak sembuh ".


" Kenyataan apa lagi ini?, lalu uang bulanan perusahaan yang begitu banyak masuk ke rekening James kemana? Untuk apa? " Pertanyaan yang masih disimpannya sampai saatnya nanti bertemu dengan Ayu.


Iri pasti, Jason sangat merasa iri pada James, karena selama ini ia yang lebih paham dan menemani kedua putranya. Menikmati setiap momen tumbuh kembang keduanya, tidak seperti dirinya yang menyerah dengan keadaan ketika Jason sudah mengerahkan semua kemampuannya namun tidak bisa menemukan mereka yang sangat dicintainya.


" Hore Papa pasti akan sembuh lagi dan bermain lagi bersama kita " Perkataan senang Jack yang disambut tepuk tangan oleh John sedikit mencubit hatinya. Betapa kedua putranya sangat menyayangi Jamea, tapi sebagai apa?.


.


.


.


Ayu kini sedang sibuk membuat laporan keuangan dan menyusun agenda untuk meeting khusus bersama Jason atas permintaan Mrs. Stella. Karena Mrs. Stella tidak ingin ada kesalahan sekecil apa pun yang bisa merugikan perusahaannya. Walau pun Jason sang calon menantu yang akan menanamkan modalnya.


" Bagaimana Moms J sudah siap? " Tanya Mrs. Stella berjalan menghampiri meja kerja Ayu.


" Lima belas menit lagi selesai "Jawab Ayu masih fokus dengan layar iPad didepannya.


Ayu menoleh kearah Mrs. Stella yang duduk di samping meja kerjanya, " Bagaimana menurut mu calon menantu ku itu? ".

__ADS_1


" Hah, Maaf maksudnya bagaimana apa nya Mrs. Stella? " Ayu sedikit gugup mendapatkan pertanyaan macam ini.


" Kesan pertama mu? " Tanya Mrs. Stella lagi sambil melihat kearah pigura yang memperlihatkan kedua jagoan Mom J yang sedang tertawa lepas disebuah pasar tradisional Islandia.


Mrs. Stella menetap lekat wajah kedua putra Ayu seraya bergumam dalam hatinya, " Kenapa aku seperti melihat sosok Jason dalam diri Jack dan John?. Begitu juga sebaliknya ".


Mrs. Stella menatap Ayu yang masih fokus dengan pekerjaannya. Seolah tidak terganggu atau tidak berminat atau memang tidak mendengar pertanyaan Mrs. Stella. " Kenapa aku merasa takut Soraya akan terluka nantinya? .


" Selesai " Ucap Ayu sambil merapikan meja karjanya dan bersiap untuk pulang.


" Eemm, menurut ku. Calon menantu Anda sepertinya baik, sayaang sama Soraya dan tentunya juga pada Anda, dan sangat menghotmati Anda " Jawab Ayu dengan jujur. Karena itu yang dilihatnya, mungkin Soraya dan Mrs. Stella yang sudah banyak membantu Jason dalam melewati tujuh tahun ini.


" Apa seperti itu? " Tanya Mrs, seoleh tidak percaya dengan apa yang dikatakan Ayu.


" Itu yang saya lihat " Jawab Ayu cepat.


" Kalau Moms J melihat itu, apa kamu bisa melihat ada kemiripan antara Jack, John dan Jason ".


Deg


Bagaimana tidak mirip, karena Jack dan John darah daging Jason. Yang Ayu tidak inginkan, jika kedua putranya nanti akan menghancurkan kebahagian Daddy nya dan Soraya.


.


.


Mampir Yuk di Novel Author yang lain :




Cinta Tuan Alex ( Tamat).




Istri kedua ( On going ).



__ADS_1


Jangan lupa dukungannya 'wan kawan dengan cara Like, Komen, Gift dan Vote.


Terima kasih kawan 🙏😊.


__ADS_2