
Celia bisa melihat dengan jelas suami nya sedang berlutut diantara mereka. Ada apa ini?, pikirnya.
Begitu juga Daddy Leo bisa melihat Laura dengan jelas yang berada dibelakang tubuh Celia. Dengan cepat Daddy Leo menghubungi dan meminta Agas melalui pesan yang dikirimnya untuk datang kekamarnya, serta sudah memberitahu soal keberadaan Laura didekatnya.
" Sayang ada apa ini? "Tanya Celia bingung dengan situasi ini.
" Biarlah suami mu yang menjelaskan. kita keluar saja " Daddy Leo bergerak cepat keluar dari dalam kamar karena tidak ingin kehilangan jejak Laura dan supaya tidak bersusah payah mencari keberadaannya.
" Tuan Leo, Tuan Jason "Sapa Agas dengan hormat setelah berada ditengah-tengah mereka.
" Kau aman kan Laura dan bawa ketempat biasa, Pak Anton dimana? ".
" Sedang menyiapkan mobil ".
" Good, lakukanlah! ".
Laura berontak ketika kedua tangannya dicekal oleh pria tidak dikenalnya. Kemudian Agas membawanya paksa setelah berpamitan pada Tuan nya.
" Hei...lepaskan aku!, aku tidak mengenal mu!, hei kenapa kau kasar sekali? "Teriak Laura berusaha melepaskan diri dari Agas.
" Kenapa wanita tadi di bawa paksa Agas Dad? "Tanya Mommy Irena.
Daddy Leo menatap Mommy Irena sebelum menjawabnya " Laura yang sudah membuat para pekerja kita yang kemarin melakukan mogok kerja secara masal, model itu satu circle dengan Celia dan Lyra. sekarang Agas dan Pak Anton sedang mencari tahu ada hubungannya dengan mereka berdua atau tidak ".
Mommy Irena mengangguk paham.
" Kalian istirahat saja, nanti kita sambung lagi. Daddy dan Mommy akan tidur dikamar lain saja ".
" Iya Dad, Mom, kami istirahat terlebih dahulu "Pamit Jason.
Daddy Leo dan Mommy Irena hanya mengangguk mengiyakan.
Sementara didalam kamar Mommy Irena, kini ada James dan Celia. keduanya sama-sama diam tidak ada yang bersuara. Setelah Celia membuat kamar Mommy Irena sangat berantakan, semua barang berpindah posisi menjadi tidak karuan dan banyak yang berserakan dilantai, atas pengakuan James beberapa saat yang lalu, sehingga membuatnya histeris dan sangat kalap.
Untung saja James bisa menenangkan Celia setelah walau sangat terlambat karena kondisi kamar yang sudah sangat hancur. Bahkan sempat Celia ingin mengakhiri hidupnya.
" Maafkan aku! aku khilaf " Ucap James masih sambil memeluk Celia dengan erat.
Celia masih diam seribu bahasa, banyak hal yang dipikirkan. Apa ia akan melanjutkan rumah tangga nya atau hanya cukup sampai disini?. Berat rasanya ia harus memikul ini sendiri, apa kata keluarga, teman, saudara dan banyak lagi.
" Sayang tolong maafkan aku?! " Ucap James lagi.
Celia bergerak melepaskan diri dari pelukan James. " Mari kita akhiri saja rumah tangga kita ".
Celia berusaha dengan sekuat tenaga untuk tegar dalam mengambil keputusan ini. Ia harus kuat untuk melepaskan nama Gilbert dibelakang nama nya.
" Tidak sayang, tolong berikan aku kesempatan. aku masih cinta sama kamu, aku masih ingin mengahabiskan waktu sampai tua bersama mu, tolong sayang! " James tidak menyangka wanita yang sangat mencintainya dengan segela kemewahan yang didapatkan rela berpisah dengan dirinya.
" Aku akan mengurus perpisahan kita " Celia keluar dari dalam kamar, pergi entah kemana tujuannya kini, dengan membawa segala luka di hatinya.
__ADS_1
James sekarang begitu hancur dengan perpisahannya dengan Celia. Kenapa ia tidak bisa mengontrol hasrat yang sangat menyesatkannya?.
" Akhhh " Teriak James menggema diseluruh ruang kamar, ia duduk dilantai dengan penyesalan yang sudah tidak ada gunanya. Kehancuran sudah dekat didepan matanya.
Keesokan harinya,
Ayu dan Jason sudah pulang terlebih dahulu ke rumahnya, karena Jason tidak ingin membuat suasana hati Ayu memburuk. Tentu saja Abah Dapi dan Umi Ita pun ikut bersama mereka. Meninggalkan Mommy Irena dan Daddy Leo yang sedang mengurus sesuatu yang Jason tidak ketahui.
" Bagaimana Baby, apa kamu senang kita sudah kembali ke rumah? Twins bagaimana dengan kalian? " Tanya Jason saat bersantai didalam kamar bersama Ayu.
" Hem... " Jawab Ayu.
" Tapi sepertinya aku mendengar sesuatu yang lain yang dikatakan Twins pada Daddy nya ".
" Memang apa yang mereka katakan? ".
" Mereka masih ingin bermain bersama Daddy nya ".
Ayu menepuk panggung Jason dengan pelan. "Itu Daddy nya, bukan Twins ".
Jason terdengar berkelakar karena Ayu sangat lucu dan malu-malu jika Jason sudah berbicara masalah ranjang bersamanya.
Drt
Drt
" Pak Anton " Ayu memberikan ponsel Jason yang tidak jauh dari posisi duduknya.
" Baiklah, besok kita meeting disana, sekalian meninjau lokasinya ".
Jason pun mematikan ponselnya setelah mengatakan itu.
" Besok kita keluar kota, aku ada meeting dengan beberapa investor dari luar. Tapi sebelum itu, kita mampir ke tempat Dokter Lara, kondisi kamu hamil begini boleh tidak melakukan perjalanan udara atau darat dengan jarak dekat ".
" Aku ikut saja Honey ".
Jason menggendong Ayu dan merebahkan ditempat tidur. Jason menempelkan telinganya pada perut Ayu, namun tidak mendengar atau merasakan apa pun, karena kehamilan Ayu yang masih terbilang muda.
Perlahan tapi pasti Jason sudah melepaskan semua pakaian Ayu dengan santai tanpa penolakan si empunya.
Sementara diluar, Bibi Yuni sedang berkunjung kerumah baru Jason dan Ayu untuk menemui Abah dan Umi atas permintaan Daddy Leo. Karena ia ingin memastikan mereka baik-baik saja.
" Kemarin dipesta kita tidak bertemu"Ucap Umi Ita.
" Iya karena kemarin sibuk juga membantu Nyonya Irena ".
" Tapi sekarang semuanya sudah selesai, semua orang sudah mengetahui kalau Ayu menantu keluarga Gilbert, dan sedang mengandung pewarisnya "Ucap Bibi Yuni.
Umi Ita dan Abah Dapi hanya mengangguk pelan dengan senyum tipis dibibir keduanya dengan menatap kearah Bibi Yuni.
__ADS_1
Walau kadang terselip rasa khawatir yang berlebihan pada Ayu dan kehamilannya serta Jason.
.
.
Sedangkan di Apartemen Lyra, terlihat ia sedang berbicara penting dengan seseorang.
" Aku sudah mendapatkan kabar dari Mrs. Rezer, jika besok Jason akan menghadiri meetingnya disana. Mrs. Rezer sudah memberikan tempat meeting mereka sekaligus penginapannya. Dan aku sudah berkoordinasi dengan salah satu pegawai disana untuk mempermudah rencana kita ".
" Tapi Kemungkinannya Jason akan membawa Ayu, kalau pun Ayu tidak jadi ikut, paling hanya berdua dengan Asistennya ".
" Iya, kita jalankan tugas kita masing-masing dengan baik, karena ini kesempatan baik buat kita.Lebih bagus lagi jika wanita murahan itu ikut biar ia bisa melihat kehancurannya sendiri" Ucap Lyra.
" Iya tapi kita tetap harus bisa fokus pada Jason saja, karena wanita itu gampang untuk disingkirkan "Balas seseorang.
" Iya baik lah, untuk semuanya ku serahkan pada mu "Ucap Lyra lagi sembari membuka pakaiannya sendiri lalu duduk dipangkuan orang itu.
" Aku sudah sangat lama menantikan Jason kembali dalam pelukan ku ".
" Tapi kamu tidak lupa pada janjimu kan sayang?"Tanya seseorang itu.
" Mana mungkin aku lupa, setelah Jason sudah berada dalam pelukan ku lagi, maka aku akan bersedia menikah dengan mu sayang ".
" Mari kita bersenang-senang terlebih dahulu sayang, sebelum menikmati perjalanan kita besok ".
.
.
Mampir juga Yuk kawan di Novel Author yang lain:
Cinta Tuan Alex ( Tamat ).
Suami ke dua ( Ongoing ).
Jangan lupa dukungannya 'wan kawan dengan cara Like, Komen, Gift dan Vote.
__ADS_1
Terima kasih kawan 😊🙏.