Teman Tidur Tuan Jason Gilbert

Teman Tidur Tuan Jason Gilbert
Season 2 James dan Soraya 17


__ADS_3

Pagi-pagi sekali, James sudah bangun. Menyiapkan sarapan untuk mereka, mengingat jadwal keduanya hari ini tidak ada yang padat. Maka dari itu James menyempatkan diri membuat sendiri sarapan untuk keduanya.


"Sayang, kamu buat apa?." Soraya memeluk James dari belakang.


"Omlet sayang, ada roti panggang juga. Kopi panas sudah terhidang di atas meja." James memberikan kecupan pada pipi Soraya.


"Terima kasih." Soraya membalas ciuman James dengan mengecup tengkuknya.


"Uhhh..." James dibuat merinding oleh Soraya.


"Sayang...." Goda James dengan nada mendesah.


"Cepat selesaikan pekerjaan mu sayang. Jangan sampai kita terlambat." Soraya benar-benar mengerjai James dengan meremas adik kecil James yang sudah menggeliat akan bangun.


"Ups sorry sayang, aku tidak sengaja." Soraya mengatupkan kedua tangannya di dada.


Namun James menggelengkan kepalanya dengan cepat. "kamu itu sengaja sayang."


James segera menyelesaikan semua masakannya dan Soraya ikut membantu untuk menghidangkannya di atas meja.


James menahan tangan Soraya yang hendak mengambil sendok.

__ADS_1


"Kenapa?." Tanya Soraya penasaran. Tanpa tahu malu nya James membuka celana yang sedang dipakainya.


"Lihat sayang hasil perbuatan mu." Tunjuk James pada adik kecilnya.


"James, aku lapar sekali. Aku ingin makan yang banyak. Semalam saja kamu sudah berapa kali mendapatkannya." Soraya menolak dengan sehalus mungkin.


"Kamu kan sayang yang tadi meremasnya jadinya tambah besar seperti ini dan aku jadi tidak tahan lagi." James mendekati Soraya lalu meraih kedua tangan Soraya membuatnya berdiri.


Soraya pun dengan senang hati melayani James untuk menuntaskan hasratnya. Namun karena dirinya juga ikut terpancing dan bahkan paling yang menikmati. Alhasil keduanya pun sama-sama mereguk kenikmatan dunia secara bersamaan.


.


.


.


"Selamat pagi ibu Soraya."


"Selamat pagi."


"Maaf Bu, sudah ada orang yang menunggu ibu untuk pertemuan pagi ini. Bapak James juga sudah ditunggu di ruang meeting Bu." Ucap Sekretarisnya.

__ADS_1


"Saya bukannya tidak ada pertemuan apa pun ya pagi ini?. Begitu juga dengan James?." Balas Soraya heran.


"Iya Bu, karena ini sangat mendadak dan mendesak. Karena pemasok kita semua batang suplainya tidak memadai dan memilki kualitas tidak bagus." Jelas Sekretarisnya lagi.


"Baik saya akan segara datang. Tolong kamu juga kabari James." pinta Soraya.


"Baik Bu." Soraya segera masuk dan meletakkan tasnya. Lalu keluar lagi untuk menghadiri pertemuan.


Soraya dan James datang bersamaan dan segera masuk. Dimana sudah ada beberapa orang yang sudah menunggunya.


Soraya sudah memimpin jalannya meeting kali ini. Soraya juga sudah mendata beberapa pemasok yang akan bekerja sama dengan pihak rumah sakit. Setelah membatalkan kerja sama sebelumya karena kualitas barang yang mereka miliki sangat buruk.


"Kamu coba pastika lagi untuk barang yang akan kita terima nantinya sesuai dengan katalog yang mereka kirimkan. Jangan sampai kejadian ini terulang lagi." Soraya sudah menginstruksikan pada kepala bagian pengadaan alat kesehatan.


"Baik Bu Soraya." Jawabnya.


"Untuk sekarang rumah sakit kita kekurangan apa?. Biar secepatnya kita cari jalan keluarnya." Tanya Soraya harus berusaha untuk bekerja dengan cepat sebab ini menyangkut banyak keselamatan semua orang. Bukan hanya pasiennya saja, akan tetapi nama rumah sakit itu sendiri dan semua orang yang bekerja untuk rumah sakit miliknya


"Untuk saat ini aman terkendali. Tapi memang kita harus cepat untuk menyediakan barang-barang yang cepat habisnya." Balas kepala bagian pengadaan barang.


"Baik saya minta list untuk barang-barang yang cepat habis untuk saya bantu follow up dengan cepat." Pungkas Soraya.

__ADS_1


Soraya pun mengakhiri meeting nya pagi ini. James dan Soraya langsung saja menghubungi Daddy Leo untuk meminta bantuan. Untuk pengadaan barang-barang yang dibutuhkan cepat untuk rumah sakitnya.


__ADS_2