
Sedangkan di rumah Gilbert, Lyra dibuat meradang karena Jason dibilangnya keluar kota dan tidak mengabarinya sama sekali. bukan hanya dirinya saja yang tidak dikabari, tapi semua keluarganya pun tidak ada yang tahu. karena memang sudah biasa dilakukan Jason. tapi entah kenapa begitu bermasalah dengan Lyra kali ini.
Di ruang keluarga, Oma Grace dan Mommy Irena dibuat menggeleng kepala beberapa kali melihat kelakuan Lyra yang seperti anak kecil.
" Memang selama Jason bersama mu,Jason tidak pernah melakukan perjalanan bisnis ke luar kota? dan tidak pernah begini Ly?"Tanya Oma Grace.
" Sering Oma keluar kota, tapi tidak seperti sekarang ini. dari kemarin Jason sudah sibuk. aku kekantor kemarin pun Jason tidak ada bilang apa pun, nah sekarang tiba-tiba saja keluar kota".
" Lantas yang kamu khawatirkan apa Ly?, Jason punya wanita lain atau apa?, Pernikahan kalian sudah ditangani WO terbesar dan ternama. jadi Oma rasa tidak akan ada masalah".
" Iya Oma itu termasuk salah satunya, Jason tampan, kaya raya, wanita mana yang tidak ingin memiliki Jason. Jadi wajar saja jika aku merasa takut".
" Maka setelah menikah kamu harus ikat Jason dengan adanya anak dari rahim mu. jangan biar kan Jason mendapat celah sedikit pun jajan di luar sana. kamu harus sangat bisa memberikan servis terbaikmu Ly".
Mommy Irena hanya tersenyum kecut mendengar nasihat Oma Grace. sama seperti yang dikatakannya waktu dulu saat Mommy Irena akan menikah dengan Daddy Leo.
" Iya pasti akan aku lakukan, langsung memberikan keturunan untuk Jason"Lyra merasa begitu diterima di keluarganya Jason.
.
.
.
.
Hari ini, Celia menemani James ke kantor.karena ia sekalian akan bertemu di Restoran dengan teman se-profesinya yang tidak jauh dari kantor James.
Kini Celia sudah berkumpul dengan tiga temannya.
Sara, Ivana dan Nadya. dari ketiga teman Celia, hanya Ivana yang menjadi sahabat dekatnya. untuk urusan dan permasalahan apa pun Celia akan datang menceritakan semuanya pada Ivana.
" Cel, kamu tidak rindu berjalan diatas catwalk lagi dengan semua pasang mata tertuju pada tubuh indahmu?"Tanyan Nadya. Yang merupakan teman Celia yang bertemu saat pemilihan model untuk majalah terbesar dan ternama di Jakarta.
Ivana dan Sara sedang sibuk memesan makanan dan minuman yang biasa dipesannya jika berada di Restoran Jepang ini.
" Pastilah aku merindukan masa-masa itu, gemuruh tepuk tangan dengan mengelu-elukan nama ku. tapi tenang saja, nanti aku akan berbicara dengan James lagi. mungkin kalau sesekali aku tampil James tidak masalah".
" Untuk apa?, kalau suami mu sudah bisa memenuhi semua kebutuhan hidupmu Cel, nikmati saja itu. banyak wanita yang ingin bisa disposisi mu Cel"Celetuk Sara dengan nada yang sedikit sinis.
" Kamu termasuk nggak Sar, diantara wanita itu?"Sindir Celia pada Sara. kerena dari mereka masih pacaran, Sara selalu berusaha mengambil perhatian James. tapi sayang tidak pernah berhasil. karena James sudah terlebih dahulu dibuatnya bertekuk lutut pada tubuh indahnya.
__ADS_1
" Pasti termasuk lah Cel, mana ada perempuan yang bisa menolak pesona ketampanan James"Jawab Sara dengan jujur.
" Sudah, sudah. kita makan dulu ini pesanan kita sudah datang "Ucap Ivana menengahi obrolan yang mulai memanas diantara Celia dan Sara saat melihat pelayanan membawa pesanan mereka.
" Iya Cel, kita isi tenaga kita. baru kita lanjutkan lagi"Balas Sara seakan menantang Celia.
" Apa seh Sar?, kita kumpul disini karena kita sudah lama tidak bertemu dan kita bisanya sekarang. makanya gunakan lah waktu kita dengan baik"Nadya ikut merasa sewot dengan ucapannya Sara.
" Atau kamu ikut kesini untuk mencari masalah dengan ku Sar?"Tambah Celia merasa terprovokasusi juga dengan ucapan Sara.
" Sudah Cel, Nad, Sar. kita lanjut makan. bisakan Cel, sambil menunggu suami mu pulang kantor kita shopping di Mall dekat sini saja?".
" Ayo Iv, Aku masih punya waktu".
Keempat orang model pun sudah duduk tenang dengan hidangan diatas mejanya.
.
.
.
.
" Ay, aku tidak ingin membuang waktu percuma. setiap waktu kita selalu berharga. Bagaimana Ay?"Jason menatap Ayu dengan penuh harap.
Ayu yang akan berdiri membereskan meja makannya langsung menatap wajah Jason yang penuh dengan harapan dan kesungguhan.
Anggukan kecil yang Ayu berikan sambil menyembunyikan wajah yang sudah bersemu merahnya dengan menunduk.
Sontak saja membuat Jason loncat dari tempat duduk nya mengahampiri Ayu dan mengangkat tubuh mungilnya. Ayu dengan reflek melingkarkan kedua tangannya pada leher Jason dengan berteriak.
" Sekali saja Ay katakan Ay, aku mohon!".
" Menikah lah dengan ku Ay!! ".
" Iya Tuan saya mau"
Sekarang suara Jason terdengar menggema di setiap sudut ruang unit Apartemennya dengan teriakan kebahagiaannya. karena gadis pujaan hati mau menikah dengannya.
Sedangkan Ayu menyembunyikan wajah malunya pada ceruk leher Jason.
__ADS_1
Cup
Jason mendaratkan kecupan dikenang Ayu. menyalurkan rasa betapa Jason dengan cepat bisa mencintai dan menginginkan Ayu dalam hidupnya, sampai beberapa menit setelah Jason menurunkan Ayu dan memeluknya dengan erat.
" Tu-tuan saya tidak bisa bernafas "Ucap Ayu memukul pelan punggung Jason.
" Iya Ay, maaf Ay. Aku sangat senang banget. besok kita bertemu Abah dan Umi. sekalian meminta restu".
" Kenapa cepat sekali Tuan? ".
" Aku sungguh takut tidak bisa mengontrol diriku sendiri Ay, jadi harus secepatnya Ay".
" Dan terlebih lagi Ay, aku takut kamu akan berubah pikiran. karena aku tidak ingin kehilangan mu Ay".
Ayu hanya tersenyum. benarkah langkah yang sudah diambilnya? atau terlalu terburu-buru? apa memang hanya karena hati atau semua kemewahan dan kemudahan yang ditawar kan Jason?. rasanya memang sungguh sangat terdengar dan terlihat klise jika karena hati Ayu menerima Jason. karena sangat terlihat jelas kemewahan yang Jason miliki yang berasal dari dirinya sendiri dan dari keluarga Gilbert.
Jason menarik tangan Ayu membawanya duduk di Sofa depan TV besar yang sedang menyala.
Kemudian Jason mengambil ponsel dari saku jaketnya. melihat banyak pesan dan panggilan masuk dari Lyra. Namun Jason masih mengabaikanya.
Jason mengetikkan sesuatu dan mengirimkannya langsung pada Pak Anton. memintanya untuk menggunakan koneksinya untuk mempermudah urusan administrasinya besok. Supaya besok Jason dan Ayu bisa melangsungkan pernikahan.
" Malam ini kita tidur disini, aku janji tidak akan merusakmu. sekitar jam dua atau jam tiga dini hari Pak Anton akan mengantarkan kita ke kampung halamanmu".
Jason menarik kepala Ayu, meletakkan pada dada bidangnanya. dengan cepat Jason mengambil beberapa gambar mereka berdua dengan berbagi gaya dan dengan senyum yang terukir dari bibir keduanya.
" Ay "
" Iya Tuan "
Jason mengelus lembut lengan Ayu yang masih bersandar didada nya.
" Ganti panggilan Tuan Ay, masa iya kita sudah mau menikah manggilnya masih Tuan. nanti orang yang mendengar, mengiranya kita menikah karena kontrak, kamu aku paska supaya mau menikah, aku menjebak mu atau apalah yang buruk. karena Tuan itu menurutku sangat identik dengan yang agak sedikit berbau kekejaman dan orang yang selalu menindas Ay. padahal kan aku nggak Ay. aku hanya melakukan apapun untuk mengambil hatimu"Kilah Jason.
Ini Ayu Puspita versi saya.
Kalau kurang suka sok boleh berimajinasi sendiri.
Terima kasih 🙏😊
__ADS_1