Teman Tidur Tuan Jason Gilbert

Teman Tidur Tuan Jason Gilbert
Extra Part 47 T3JG


__ADS_3

" Tapi Dad untuk apa?."


" Bantu perusahaan Daddy!, Pak Anton dan Agas sedang fokus pada mega proyek Jason yang baru saja didapatnya. Daddy juga tidak bisa meninggalkan lama-lama pekerjaan yang di sini."


" Lalu Jason?."


" Jason tambah sibuk dengan Ayu dan Vina dalam keadaan begini. Jadi Jason sudah tidak lagi datang ke kantor hanya memonitor nya saja dari rumah. Paling sesekali meeting di tempat nya jika kebetulan investor lagi berada di kota Ayu."


" Ok Dad, siap. Mungkin nanti aku juga akan merasakan apa yang dirasakan Jason. Istri sedang hamil dan anak yang sakit dengan pekerjaan yang menumpuk."


" Aamiin " Secara kompak mereka bersamaan


" Lalu Grand Pa siapa yang akan ke sekolah kami kalau Papa ikut bersama kita?." Ucapan John berhasil membuat pasang mata menatapnya dengan intens yang dibarengi dengan senyum yang melebar dari Mommy Irena, Daddy Leo dan James.


" Nanti biar Grand Pa yang bicara pada pihak sekolah. Sekarang kita harus fokus pada adik mu dulu." Daddy Leo merangkul pundak John.


" Kalian sangat hebat!. Dalam situasi apa pun kalian selalu memikirkan pendidikan. Kami senang dengan semangat yang kalian miliki." Puji Daddy Leo tulus.


Meski ini sangat mendadak bagi James, tapi tidak sulit bagi dirinya untuk berkemas sebab tidak banyak keperluan yang akan dibawanya. James masih bisa membelinya setelah sampai di Jakarta.


Satu bingkai foto ia masukkan ke dalam koper berukuran kecil dengan beberapa kebutuhan James yang lain.


.


.


" Selamat pagi Daddy, Mommy " Sapa Vida memeluk Jason dan Ayu yang masih setia di kamar mereka untuk menemani Vina yang saat sudah tidak demam lagi.


" Selamat pagi sayang " Balas Ayu dan Jason bersamaan.

__ADS_1


" Kamu harus sembuh Vina!. Granda Ma, Grand Pa, Kak Jack dan John sedang dalam perjalanan ke rumah kita." Vida memberitahu saudari kembarnya yang masih mau bermanja-manja sama Mommy nya.


Binar mata Vina begitu bahagia saat mengetahui mereka yang akan segera datang ke rumah ini.


" Benar Mom, Dad apa yang di bilang Vida?. Mereka semua dalam perjalanan ke sini?." Vina ingin memastikan dan mendengar langsung dari Mommy dan Daddy nya.


" Iya benar Vina!. Nini lagi rapi-rapi kamar untuk Kak Jack sama yang lainnya." Sambar Vida menjawab langsung pertanyaan Vina yang ditujukan pada kedua orang tuanya.


" Vida!. Aku tanya sama Mommy sama Daddy. Kenapa kamu yang jawab sih?." Vina kesal saudari nya itu main asal sambar saja.


Ayu mengelus rambut kepala Vina dengan lembut, sedangkan Jason memangku si cantik Vida dengan boneka kesayangannya.


" Iya sayang mereka sedang dalam perjalanan ke rumah kita. Kita doa kan semuanya selamat sampai tujuan dan tidak ada halangan dalam penerbangannya." Ayu meyakinkan dan membenarkan apa yang Vina sudah katakan.


" Hore...hore...hore...Kak Jack dan Kak John ke sini. Nanti aku enggak bakalan kesepian lagi. Terima kasih Mommy." Vina mengecup pipi Ayu dan memeluknya erat. Sampai menimbulkan rasa bagi Jason karena pagi ini dirinya belum mendapatkan kecupan dan pelukan dari kembarannya Vida.


" Iya Daddy, kemari Daddy sama Vina nya. Aku masih lemas dan enggak mau jauh-jauh dari Mommy." Pinta Vina pada Daddy dan Vida.


Keduanya pun mendekat pada Vina yang begitu manja pada Ayu. Mereka pun mendapatkan ucapan selamat pagi, kecupan pada pipi dan pelukan yang sama-sama erat dari Vina.


" Mom, kapan Miss Loisa mengajar kami lagi?. Aku bosan di rumah kalau tidak ada kegiatan?." Tanya Vida.


" Harusnya hari Miss Loisa ke sini, tapi katanya pihak sekolah masih membutuhkan Miss Loisa. Karena ada pengajar lain yang sedang cuti melahirkan. Di tambah Vina juga sakit jadi Mommy dan Daddy masih memberikan izin pada Miss Loisa untuk sementara mengajar di sekolah." Jelas Ayu memberitahukan pada kedua putri nya.


" Ya udah deh enggak apa-apa. Kan besok Kak Jack dan Kak John sudah sampai di sini. Jadi rumah ini tambah ramai." Seru Vina meletakkan boneka setelah rambutnya di sisir dan di kepang.


Ayu meminta Jason dan Vida untuk sarapan terlebih dulu. Dirinya nanti akan menyusul dengan Vina. Namun yang terjadi malah Jason dan Vida yang di bantu dengan Umi Ita dan Ibu Risma membawa beberapa makanan dan minuman kesukaan Ayu dan Vina dan peralatan makan yang lain. Alhasil pagi ini mereka sarapan di dalam kamar si kembar.


.

__ADS_1


.


Pak Agas dan Anton benar-benar terlihat sibuk di kantor utama milik Jason seperti yang sudah dikatakan oleh Daddy Leo pada James. Banyak sudah berkas, dokumen yang harus di persiapkan Pak Anton sebelum menyerahkannya pada Jason untuk di evaluasi terlebih dahulu sebelum nantinya akan di mulai Mega proyek pembagunan Apartemen, Pusat Perbelanjaan dan Gedung Perkantoran.


" Syukur nya Tuan James tidak masalah membantu kita untuk menghandle perusahaan Tuan Leo. Kalau tidak pikiran dan tenaga kita tidak fokus pada Mega proyek ini."


" Iya Pak Anton, untung nya kita memiliki atasan yang memiliki etos kerja yang tinggi. Sehingga mereka mengerti apa yang tejadi di lapangan jika kita sedang seperti ini."


" Perusahan Tuan James sendiri sudah sangat pesat di tangan Tuan Jason. Meski mereka sama-sama pintar dan keturunan Daddy Leo tapi sepertinya Tuan Jason yang lebih mewarisi kepintaran Tuan Leo dalam berbisnis."


" Iya betul, aku setuju dengan Pak Anton. Seperti sekarang Tuan Jason jarang bahkan hampir tidak pernah datang ke kantor tapi perusahan tetap stabil dan para karyawan pun bekerja dengan giat dan tekun. Dan para investor pun sangat percaya dan mengakui akan kemampuan Tuan Jason untuk menjalankan bisnis-bisnis nya."


" Setalah ini siap aku akan segera menemui Tuan Jason untuk menyerahkan ini semua." Pak Anton sekaligus berpamitan pada Agas dan menitipkan pekerjaan yang masih belum selesai.


.


.


Dan momen yang di tunggu Vina pun tiba. Dimana siang ini semua anggota keluarga dari London baru saja tiba di rumah Umi Ita. Setelah sebelumnya mereka menginap beberapa jam saja di Hotel.


Vina langsung terlihat lebih sehat dan segar bila dibandingkan dua hari yang lalu. Terlebih melihat Jack dan John, Vina langsung berlari ke arah mereka dan memeluknya. Sampai Vina minta di gendong dari belakang oleh Jack dan John bergantian.


" Ade sakit kok malah berat sih, sakit nya bohongan ya?." Goda Jack sambil menggelitik Vina sampai Vina terkekeh geli.


Jason dan Ayu melihat masih ada satu mobil lagi yang baru sampai di pekarangan rumah.


" James?."


Gumam Ayu dan Jason berbarengan dan saling lempar pandang dengan dibarengi senyum tipis dari bibirnya.

__ADS_1


__ADS_2