
Soraya dan James sampai di Apartemen mereka sudah sampai jam dua dini hari. Karena ada beberapa hal yang dikerjakan oleh Soraya dan James.
Pertama mereka mengajak Della untuk makan di sebuah tempat makan yang tidak jauh dari kontrakan Della. Setelah makan, James dan Soraya mengeluarkan semua buah tangan yang lain untuk Della. Karena rumah bedeng itu, berukuran kecil dan tentunya tidak layak bagi kesehatan Della. Makan malam itu juga, James dan Soraya meminta bantuan Ayu dan Jason untuk sementara Della tinggal bersama mereka. Tentunya setelah Soraya menceritakan apa yang menimpa Della. Dengan bantuan Pak Anton, akhirnya selesai juga Della pindah ke rumah besar yang sangat layak untuk untuk ditinggali. Sampai Soraya dan James menemukan tempat tinggal yang cocok untuk Della dan letaknya tidak jauh dari rumah sakit.
Della sudah sangat menolak bantuan yang dirasanya sangat berlebihan, dari Soraya dan James. Dirinya menceritakan kisah sedih rumah tangganya bukan untuk menarik simpati atau belas kasihan orang disekitarnya. Toh walau dirinya hidup serba kekurangan, tapi masih sanggup untuk berdiri di atas kakinya sendiri. Meski pun pada akhirnya dirinya mau menerima bantuan itu, dengan alasan kemanusiaan. Terlebih saat melihat ketulusan dari Soraya, James, Ayu dan Jason.
"James, kamu masih punya hutang satu penjelasan lagi pada ku mengenai ini." Tunjuk Soraya pada noda lipstik.
James yang baru keluar dari kamar mandi pun, hanya dengan lilitan handuk pendek saja, membawa Soraya duduk di sofa. Tentu saja duduk di atas kedua pahanya.
"Paula yang melakukanya sayang." Jujur James, ia tidak takut sedikit pun Soraya akan marah karena kejujurannya.
"Kenapa bisa?." Soraya mengusap rambut James yang masih sedikit basah.
"Paula tinggal di unit Apartemen sini. Tapi aku tidak tahu dimana tepatnya?. Kami hanya bertemu di tempat parkiran." Jawab James sambil membelai wajah cantik Soraya.
"Lalu apa yang dilakukan Paula?." Tanya Soraya sedikit kasar menarik rambut James, karena wajah James sudah menempel pada buah dadanya.
James meringis dengan tarikan Soraya, namun itu hanya pura-pura. Dan aktingnya berhasil kala Soraya melepaskan tangan dari rambutnya.Sehinga James bisa membenamkan kembali wajahnya pada Dada sang istri.
__ADS_1
"Paula mencium ku." Jawab James sambil memainkan ujung buah dada Soraya yang sudah sangat menegang.
"Ah...bagaimana bisa James?." Tanya Soraya yang diiringi *******.
"Paula sudah memaksaku sayang. Kalau tidak percaya kamu bisa melihat rekaman CCTV area parkir." Jawab James lagi sambil mengelus bibirnya.
Keduanya ujung buah dada Soraya salah satunya sampai ada yang lecet. Karena hisapan dan gigitan James cukup kuat.
"Perih James!." Soraya mengeluh sambil memperhatikan bagian yang lecetnya.
James berniat kembali membenamkan wajahnya di dada Soraya, tapi Soraya berhasil menahannya.
Cup
Keduanya sudah tidak bisa mengontrol hasrat dan gairahnya, lalu mereka selanjutnya di atas tempat tidur.
.
.
__ADS_1
.
Keesokan paginya...
Della ikut membantu pekerjaan Ayu sebelum Soraya dan James datang menjemputnya untuk ke rumah sakit bersama.
Tenyata karena percintaan mereka yang tidak mengenal lelah dan waktu itu. Akhirnya mereka meminta bantuan Pak Anton lagi untuk mengantarkan Della ke rumah sakit.
Lagi lagi Della merasa sangat tidak enak hati kalau harus merepotkan banyak orang. Terlebih yang direpotkan adalah mereka orang-orang yang sangat luar biasa baiknya sebagai pemilik dari berbagai bisnis.
"Della, terima kasih sudah membantu saya. Sekarang kamu siap-siap, Pak Anton sebentar lagi akan datang." Ucap Ayu menyuruh Della untuk menyudahi pekerjaannya. Serta membawakan bekal makanan untuk di rumah sakit.
"Baik Ibu Ayu, terima kasih sudah mau membantu saya juga." Balas Della sekalian pamit karena Pak Anton sudah datang.
.
.
.
__ADS_1
Sampai di kantor, Della yang baru turun dari mobil, di kejutkan dengan kedatangan Firman dan kedua mertuanya.
"Oh kamu sudah di pelihara pria kaya ya?." Ucap Firman kasar sambil menyeret Della menjauh dari mobil Pak Anton.