Teman Tidur Tuan Jason Gilbert

Teman Tidur Tuan Jason Gilbert
Bab 84


__ADS_3

" Bisa-bisanya kamu membuatku kehilangan kesempatn untuk memenangkan tender besar ini " Ayu begitu geram dengan tingkah koyol Jason.


Yang tidak mungkin dilakukan seorang Jason pada kliennya yang mendatangkan milyaran rupiah untuk setiap keuntungannya.


" Mr. Ronald tidak se-nakal itu pada ku " Lanjut Ayu membela Mr. Ronald.


" Kamu bilang Mr. Ronald tidak nakal?, lalu apa yang tadi ia lakukan pada mu?, jadi dengan cara ini kamu bisa mendapatkan semua tender besar yang Mrs. Stella katakan. Aku bahkan bisa memberimu banyak tender yang lebih besar dari pada mereka" Teriak Jason mengeluarkan apa yang membuatnya tidak suka jika ada pria lain mendekati Ayu. Yang entah dianggap oleh Jason apa, mantan istri atau kakak ipar?.


Ayu menatap tajam dengan mata yang sudah memerah karena menahan marah pada Daddy kedua putranya.


" Aku tidak se-hina itu ".


Ayu langsung mengambil tas lalu pergi meninggalkan Jason. Dengan dada yang terasa sesak mendengar tuduhan Jason, yang baru melihatnya berkerja tidak lebih dari setengah hari.


" Ah sial. Kenapa bisa aku asal bicara seperti ini? " Jason menyentil mulutnya sendiri.


Jason berjalan dengan langkah kakinya yang sedikit berlari untuk mengejar Ayu.


" Baby bukan seperti itu maksud ku?, aku hanya tidak suka saja pada Mr. Ronald yang sudah mengganggu mu ".


Lengan Jason berhasil menghadang tubuh Ayu ketika Ayu akan membuka pintu mobil.


Tatapan keduanya saling beradu dengan sorot mata yang sangat tajam, terutama Ayu.


Ayu begitu terluka dengan perkataan Jason yang merendahkannya. Selama tujuh tahun ini saja, Ayu bisa menjaga dirinya dari pria yang ingin menyentuhnya hanya demi Jason. Tapi apa yang didapatnya dengan melakukan semua ini, tidak ada. Karena Jason tidak mengetahui akan hal itu.


" Maaf Baby, bukan itu maksud ku " Jason mengulang lagi ucapannya.


" Jangan memanggilku Baby. Aku tidak ingin ada yang salah paham dengan panggilan itu untuk ku " Balas Ayu sembari menarik tangannya dari genggaman Jason.


" Siapa?, James? atau Soraya? " Tanya Jason merapatkan tubuh Ayu pada body mobil.


" Aku tidak suka menjadi pusat perhatian orang, jadi minggirlah ".


" Dan Aku tidak suka pada orang yang merendahkan Ibu dari kedua putra dan kakak ipar ku " Jason menunduk lemah setelah mengucapkan itu.


" Aku harus pulang, mereka sudah menunggu ku " Ayu memaksa menarik pintu mobil dan kemudian duduk di depan kemudi.


" Maaf aku tidak bisa mengantarkan mu ke kantor lagi " Ucap Ayu sebelum melajukan mobilnya.


Tatapan mata Jason mengikuti mobil yang dikendarai Ayu sampai menghilang dari pandangannya.


" Tujuh tahun telah mengubah semuanya".

__ADS_1


Jason mengusap kasar wajahnya. Ayu yang tidak pernah benar-benar bisa dilupakannya tapi tidak bisa untuk digapainya lagi. Karena mereka sudah berpisah.


.


.


.


" Ma " Panggil Jack dan John bersamaan. Memanggil Ayu yang baru masuk ke dalam rumah. Karena mereka sedang menonton televisi, acara kartun kesukaannya.


Dalam satu hari Ayu membatasi penggunaan ponsel dan televisi. Karena Ayu ingin kedua putranya lebih fokus pada pelajaran mereka.


" Kalian sudah di rumah? " Ayu melontarkan pertanyaan sambil menuang air minum pada gelasnya.


" Kami baru saja pulang dari taman bersama Papa " Jawab Jack.


" Setengah jam lagi kalian bisa ke kamar Mama, ada yang mau Mama bicarakan " Ucap Ayu sebelum Ayu pergi kekamarnya, Ayu mengacak rambut kedua anaknya.


" Ok Mama " Sahut Jack dan John bersamaan.


Lima belas menit sudah, Ayu dan kedua putranya duduk diatas tempat tidur. Bukan pertama bagi aku untuk meceritakan posisi Jason pada kedua anaknya. Makanya selama ini mereka tidak pernah bertanya tentang Jason.


" Apa Mama mau berbicara tentang Paman yang tadi pagi berbicara pada ku ditelepon? " Tanya Jack berusaha menebak karena Ayu belum juga berbicara.


" Kapan? " Tanya John menimpali.


" Tadi John saat kita baru sampai rumah dan mengabari Mama jika kita pulang cepat ".


John hanya mengangguk paham dan meminta Ayu untuk segera berbicara pada mereka bukan hanya sekedar menatapnya.


Ayu mulai menceritakan tentang pertemuannya dengan Jason pagi tadi tanpa kesengajaan. Terlihat senyum mengembang di wajah ke dua putranya. Tapi sayang senyum itu tidak berselang selama sirna begitu saja dari wajah tampan mereka. Karena Ayu mengatakan kalau Daddy mereka tidak datang sendiri.


Walau pun demikian Ayu memberikan semangat pada keduanya untuk tetap bertemu dengan Daddy nya. Dan Ayu berjanji akan selalu menemani mereka.


" Tidak usah lah Ma kita bertemu Daddy. Sudah terbiasakan kita tanpanya? " John memperlihatkan wajah sendunya, begitu juga dengan Jack.


" Kenapa?, karena Mama bilang Daddy tidak sendiri?. Bukannya Mama juga tidak sendiri ada Papa James bersama kita " Ayu memcoba memberikan pemahaman tentang posisi Jason.


" Tapi itu beda Ma. Mungkin juga Daddy nanti melupakan kami jika Daddy sudah memiliki Adik bayi bersama Tante Soraya".


Ayu menggeleng pelan " Setidaknya itu tidak saat ini. Jadi kalian bisa menikmati kebersamaan kalian, cinta dan kasih sayang Daddy untuk kalian, waktu yang sangat berharga untuk kalian lewatkan, setelah tujuh tahun kemarin kalian tidak merasakannya sama sekali dari Daddy ".


Jack dan John saling menatap. Dua bocah yang harus berpikiran dewasa sebelum waktunya. Karena Ayu sudah menanamkan hal itu sejak mereka didalam kandungan dan memutuskan pergi dari kehidupan Jason.

__ADS_1


Dua bocah itu yang setiap harinya diberitahu bahwa Daddy nya mungkin tidak akan pernah datang lagi kepada mereka, tapi ikatan darah itu akan tetap ada. Dan tidak menutup kemungkinan suatu saat nanti akan bertemu bisa dengan sengaja atau pun tidak.


Seperti yang terjadi sekarang pada mereka, " Jadi bagaiman? " Tanya Ayu me-naik turun kan alisnya.


Dan satu hal lagi, Ayu tidak pernah sekalipun bercerita tentang Daddy mereka dengan wajah yang sedih atau dengan kemarahan. Ayu berbicara kepada kedua putranya selayaknya Ayu bercerita kepada temannya. Jadi tidak sulit pagi Jack danJohn bisa memahaminya dengan cepat. Tapi tetap tidak bisa menghilangkan sisi dan sifat mereka yang masih kanak-kanak.


" Ok kami mau bertemu dengan Daddy, tapi untuk sementara kami hanya mau bertemu Daddy saja " Permintaan yang lebih terdengar sebuah perintah yang harus dilakukan jika Jason ingin menemui mereka.


" Siap Pangeran ku " Ayu mencium gemas kedua pipi Jack dan John bersamaan.


" Boleh kami tidur disini? " Wajah Jack yang dibuat sedemikian rupa sebagai permohonan mereka bisa tidur bersama Ayu.


" Sini!" Ayu merebahkan tubuhnya ditengah, diapit oleh Jack sebelah kanan dan John sebelah kiri.


Ayu membacakan cerita kehidupan yang tidak selalu indah dan pahit namun tetap ringan dan mudah dimengerti. Yang dikemasnya dalam sebuah dongeng dengan karakter yang sesuai usia Jack dan John.


" Selamat mimpi indah kedua jagoan Mama " Ayu memberikan kecupan pada kening Jack dan John.


.


.


Mampir juga Yuk kawan di Novel Author yang lain:




Cinta Tuan Alex ( Tamat ).




Suami ke dua ( Ongoing ).




Jangan lupa dukungannya 'wan kawan dengan cara Like, Komen, Gift dan Vote.


Terima kasih kawan 😊🙏.

__ADS_1


__ADS_2