Teman Tidur Tuan Jason Gilbert

Teman Tidur Tuan Jason Gilbert
Bab 116


__ADS_3

Celia meninggalkan rumah Gilbert setelah Mrs. Stella tidak juga menemukan File yang dimintanya. Ia akan mencari ulang File tersebut dalam koper di Hotel tempatnya menginap. Karena tidak ada gunanya juga jika ia berlama-lama di rumah Gilbert. Dengan status mereka yang sekarang ini, terlebih James yang sudah akan membuka lembaran baru dalam hidupnya bersama Soraya.


" Kalian tidak ingin beristirahat?." Mrs. Stella ikut bergabung dengan keduanya setelah Celia berpamitan pulang ke Hotel. Mommy Stella melihat Soraya dan James yang duduk cukup berjauhan. Ia sudah bisa menabak karena kehadiran Celia yang membuat keduanya seperti ini.


" Apa Mommy yang mengajak Celia datang kemari?." Tanya Soraya dengan nada yang cukup tinggi.


Sedangkan James membetulkan posisi duduknya sambil menatap Mommy Irena dan Soraya bergantian.


Mrs. Stella mendudukkan dirinya disamping Soraya sambil menggenggam erat tangan Soraya dan merapikan rambut yang keluar dari ikatan putrinya.


" Begini sayang, Mommy pernah menceritakannya pada mu bukan?, tentang Celia yang kini bekerja pada Mommy dan Jason karena permintaan Klien. Dan sekarang Celia berada disini sedang ada pemotretan untuk produk terbaru Klien jadi sekalian Mama mengajaknya untuk pergi bersama." Jawab Mommy Stella jujur.


Soraya melihat sekilas pada James yang sedang menatapnya tanpa berkedip.


" Aku jadi tidak percaya diri seperti ini setelah melihat Celia langsung. Aku takut kamu akan tergoda dan tertarik pada Celia lagi?, apa salah?." Soraya menunduk menatap ujung-ujung kukunya.


Mommy Stella perlahan berjalan meninggalkan Soraya dan James di ruang keluarga. Memberinya ruang dan waktu untuk berbicara dari hati ke hati. Kini James yang merapatkan dirinya supaya lebih dekat dengan Soraya. James membawa tubuh Soraya dalam pelukannya, dengan wajah yang menghadap dada bidang James.


" Aku merasakan takut yang luar biasa dari sebelumnya. Saat Jason untuk pertama kalinya bertemu dengan Ayu." Aku Soraya.


" Apa itu artinya cinta yang kamu miliki dan rasakan untuk ku lebih besar daripada untuk Jason saat itu?." Tanya James mengelus rambut Soraya.


Soraya mendongak kala mendapatkan pertanyaan itu dari James. Tatapan keduanya saling mengunci, tangan James terulur menyentuh lembut pipi Soraya. Tatapan keduanya sangat dalam, hingga didetik berikutnya tangan James sudah membelai halus bibir bawah Soraya untuk beberapa saat sampai James menempelkan bibirnya pada bibir Soraya yang sedikit terbuka untuk pertama kalinya.


Hanya menempel saja untuk beberapa saat dengan mata yang masih saling menatap untuk jarak yang sangat intim hingga selanjutnya James mulai menggerakkan bibirnya mencium bibir Soraya. Dengan sendirinya, mata keduanya mulai terpejam seiring dengan ciuman bibir mereka. Salah satu tangan Soraya berada pada bagian leher James dan sedikit memberikan sentuhan halus nan menggelitik. Begitu juga dengan tangan James, satu melingkar erat pada pinggang ramping Soraya dan satu lagi menahan tengkuk Soraya guna memperdalam ciuman mereka.


Suara decapan ciuman mereka memenuhi ruang keluarga yang kini hanya dihuni mereka berdua.


" Emmmpp James."


Soraya kehabisan oksigen seiring ciuman James yang semakin liar dan tidak mau lepas serta menuntut.


James terkekeh saat melihat Soraya meraup udara sebanyak-banyaknya karena ulah permainan bibirnya.


" Basah sayang." James mengelap bibir Soraya dengan ibu jarinya.


Soraya merapikan pakaian dan rambutnya yang sedikit berantakan karena aksi nakal tangan James.


" Ayo sebaiknya kita tidur sekarang." Ajak Soraya menarik tangan James dan membawa ke kamarnya.


" Kamu tidur bersama ku ya?." Goda James menarik balik tangan Soraya supaya masuk kedalam kamar.

__ADS_1


" Ah tidak James, aku akan tidur di kamar bersama Mommy ku." Tolak Soraya mendorong tubuh James ke atas tempat tidur.


" Selamat malam sayang." Ucap James memberikan kiss bye nya.


" Selamat malam James. " Balas Soraya sambil menutup pintu kamar James dan berjalan ke arah kamar Mommy Stella.


Keesokan paginya setelah dua bulan kemudian.


Persiapan pernikahan James dan Soraya hampir 100%, hanya tinggal yang kecil-kecil saja yang bisa dihandle oleh keduanya. Selama persiapan pernikahan mereka, Soraya tinggal di rumah Mommy Irena untuk mempermudah akses keduanya menentukan apa yang akan mereka pilih dan putuskan tentang apa pun itu.


Pagi ini keduanya sudah membuat janji untuk fitting pakaian pengantin mereka.


" Hari ini bukannya kamu ada jadwal operasi?, kita bisa undur waktu untuk fittingnya?." James sangat mengerti dengan kesibukan Soraya. Apalagi ini menyangkut menyelamatkan nyawa orang lain.


" Hari ini operasi terakhir ku sebelum aku benar-benar risegn dari sana." Jawab Soraya sendu. Bagaimana pun itu adalah cita-citanya, tapi jika dihadapka dengan situasi ini, maka ia rela melepaskan baju kebanggaan dan kebesarannya demi untuk hidup bersama James.


James mengambil tas Soraya dan menentengnya, " Ayo aku akan menemani mu disana. Setelahnya baru kita fitting."


Soraya mengangguk dan berpamitan pada Oma Grace dan Mommy Irena.


.


.


.


" Jack, Mommy dan Daddy dalam perjalanan kemari. Apa menurut mu Mommy, Daddy akan memarahi kita?." Tanya John menemani Jack di dalam ruang UKS karena Jack juga terdapat luka sobek, sedikit dibagian keningnya.


Jack mengangkat bahunya tinggi dan menggeleng." Bisa iya bisa enggak juga."


" Iya ini pertama kalinya kita membuat masalah Jack." John merasakan sedikit kekhawatiran terhadap respon Mommy dan Daddynya. Sedangkan Jack bersikap biasa saja karena menurutnya apa yang sudah dilakukannya adalah bentuk untuk membela dirinya.


Ayu dengan perut besarnya berjalan memasuki area dalam Sekolah dengan bantuan Jason disampingnya. Meski sebenarnya Ayu bisa berjalan sendiri.


" Selamat siang Mr dan Mrs. Gilbert, silahkan masuk ke dalam ruang kepala sekolah." Miss Paula merupakan wali kelas Jack dan John mempersilakan keduanya masuk.


" Iya Miss Paula terima kasih." Balas Ayu dengan ramah dan sopan. Namun ia menarik tangan Jason dan menahannya.


" Honey kamu masuk duluan, aku ingin menemui mereka terlebih dahulu." Pinta Ayu berharap Jason mau memberinya izin.


" Iya Baby, lihat lah mereka. Aku akan masuk terlebih dahulu." Jason melepaskan tangan Ayu. Ia masuk ke dalam ruang Kepala Sekolah dimana sudah ada orang tua dari siswa dan siswanya sendiri yang sudah di tendang oleh Jack.

__ADS_1


Sedangkan Ayu yang diantarkan Miss Paula menuju ruang UKS dimana saat ini kedua putranya kembarnya berada.


" Kami akan menunggu kalian di ruang kepala sekolah." Miss Paula memberitahu mereka bertiga sebelum undur diri dari hadapan mereka.


" Baik Miss Paula." Balas Ayu.


" Mommy." Jack dan John berhamburan memeluk perut Ayu longgar karena ada calon adik kembar mereka disana.


" Sayang " Ayu mengusap kepala kedua putranya dengan penuh kasih sayang.


" Apa Mommy dan Daddy marah pada kami?." Tanya John menatap mata Ayu.


Ayu menggeleng lemah sambil tersenyum, " Mommy tidak marah sayang, hanya saja Mommy kurang setuju dengan tindakan kalian yang langsung main pukul saja. Kalian kan di sekolah memiliki Ibu dan Bapak guru, jadi alangkah lebih baiknya kalau ada apa-apa kalian bilang pada guru kalian atau guru siapa saja yang kebetulan sedang ada." Jawab Ayu.


.


.


Mampir Yuk di Novel Author yang lain :




Cinta Tuan Alex ( Tamat).




Suami kedua ( On going ).




Cinta Karena Perjodohan ( On going ).



__ADS_1


Jangan lupa dukungannya 'wan kawan dengan cara Like, Komen, Gift dan Vote.


Terima kasih kawan 🙏


__ADS_2