
Mommy Irena memutuskan untuk tinggal bersama Jason di rumahnya supaya bisa dengan leluasa mengurus James dan ikut langsung memantau perkembangannya. Yang tentunya disambut baik dan hangat oleh Jason, Ayu dan Baby Twins, karena kehadiran Mommy Irena dan James akan membuat suasana rumah lebih ramai lagi. Sedangkan Daddy Leo harus kembali ke London karena memang pekerjaan yang sudah lama ditinggalkannya dan tentunya sudah menantikan kedatangannya.
Kini mereka sedang berbincang santai di ruang keluarga setelah acara makan malam usai. Mommy Irena meminta kedua cucunya untuk duduk diatas pangkuannya, walau Jason sudah melarangnya karena berat badan kedua putranya yang cukup berat. Namun itu tidak menjadi masalah bagi Mommy Irena karena ia senang melakukannya.
" Grand Ma nanti tidur bersama kami ya?" Jack dan John tidak menurunkan tubuh dari pangkuan Mommy Irena.
" Ok, Grand Mama nanti tidur sama kalian, tapi kalian sudah tidak mengompolkan di kasur kan?" Semua dibuat tertawa mendengar pertanyaan Grand Ma.
" No Grand Ma "Jawab keduanya kompak dengan menggelengkan kepala, untuk memperkuat pernyataan mereka.
" Ok Grand Ma percaya pada Jack dan John. tapi ngomong-ngomong kalian sudah sebesar ini belum ingin punya adik untuk menambah rumah ini menjadi ramai? "Mommy Irena melemparkan pertanyaan yang sebenarnya ditujukan untuk Jason dan Ayu, apalagi status mereka yang masih menjadi suami istri?, bukan hal yang susah bukan untuk mewujudkannya?.
" Cooming Son Mom! "Teriak Jason sambil masuk kedalam kamarnya.
" Baby aku menunggu mu! "Ujarnya lagi meminta Ayu untuk segera menyusulnya.
Mommy Irena hanya tersenyum melihat wajah yang tertunduk dan tersipu malu, "Mommy akan menjaga Jack dan John jadi kamu dan Jason bisa tenang melakukannya tanpa takut diganggu" Mommy Irena meminta kedua cucunya untuk ke kamar juga supaya mereka bisa beristirahat untuk menyambut kepulangan James.
" Baik Grand Ma, tapi kami mau bilang selamat malam dulu sama Daddy"Jack dan John langsung masuk ke kamar Jason yang sebelumnya sudah mengetuk pintu terlebih dahulu.
" Hai Boys "Jason baru keluar dari kamar mandi dengan bathrobe yang hanya sampai lutut.
Mereka pun segera mengucapkan selamat malam pada Jason dan Ayu dengan saling memberikan kecupan disemua wajah masing-masing, sesudahnya mereka meningghalkan kamar kedua orang tuanya setelah Grand Ma meminta mereka supaya cepat keluar dari sana.
Ayu menolah kearah Jason yang sudah mengunci pintu kamarnya, senyum lebar tercetak pada wajah tampannya."Sekarang kita bebas melakukannya Baby, tidak ada alasan apa pun lagi" Bisik Jason pada telinga Ayu yang sedang duduk ditepi tempat tidur.
Ayu melingkarkan tangannya pada leher Jason kala Jason menggendongnya dan merebahkan diatas tempat tidur. Tangan kekar Jason melepas tali jubah tidur Ayu, yang ternyata didalamnya Ayu sudah tidak mengenakan apa pun lagi.
" Kamu sangat menggoda Baby "Jari Jason menyusuri setiap inci tubuh Ayu.
Ayu menggeleng lemah sambil menggigit bibir bawahnya, " Aku hanya melakukan yang kamu dan aku sukai Honey" Balas Ayu menarik tali Bathrobe milik Jason.
__ADS_1
Jari keduanya sudah menjalankan perannya masing-masing, Ayu berhasil membangunkan sesuatu yang sudah sangat keras dan siap untuk bertempur.
Sedangkan Jari Jason berjalan lambat sampai jarinya menemukan sayatan kecil dibagian kanan perutnya, sejenak meraba, mengelus diarea sayatan." Apa Jack dan John keluar dari sini? ", Ayu memberikan anggukan sebagai jawaban."Apa ini masih terasa ngilu atau sakit? ",Ayu menggeleng lemah menandakan tidak ada yang dirasakannya setelah tujuh tahun."Apa sudah bisa kamu untuk hamil lagi dan melahirkan anak kita Baby ", Ayu mengangguk sambil menatap Jaosn yang berada diatas tubuhnya.
Ayu menarik tengkuk Jason dan mencium bibir Jason yang sudah berhenti bicara. Permainan bibir keduanya sangat mahir karena jam terbang mereka yang sudah tinggi walau tujuh tahun kemarin sempat terjeda. Namun insting dan naluri lah yang ikut berperan didalamnya.
Ciuman mereka membawa pada penyatuan dua raga yang sudah sangat mendamba untuk saling masuk-memasuki sebagai bentuk rasa cinta, kasih sayang, kewajiban, bakti, penyaluran hasrat yang berlabel Halal dan untuk mendapatkan keturunan.
Kini permainan Ayu dan Jason sama-sama imbang, demi menyenangkan sang suami Ayu bekerja keras untuk memberikan pelayananan terbaiknya di atas ranjang dan belajar merespon sangat cepat dengan sentuhan dan belaian Jason pada tubuhnya.
Sampai waktu menjelang pukul 04.20 pagi kegiatan mereka baru selesai, dengan keadaan keduanya kelelahan dan langsung tidur tanpa membersihkan diri mereka terlebih dahulu. Dengan posisi tidur yang saling memeluk erat raga yang masih polos.
Keesokan paginya, Mommy Irena sudah bangun terlebih dahulu dari Jack dan John, ia langsung ke luar kamar menuju dapur untuk menyiapkan sarapan untuk mereka. Karena ia yakin, Ayu tidak akan bisa bangun lebih awal karena perbuatan keduanya.
Setelah selesai menata semua makanannya, Mommy Irena kembali ke kamar guna membangunkan kedua cucunya karena pagi ini mereka akan mengunjungi James pagi-pagi dengan membawa makanan dari sini untuk sarapan bersama di rumah sakit.
Setelah melewati bebepa jam, kini Mommy Irena,Jack dan John sudah berada di ruang VVIP James.
" Selamat pagi Jack, John " James masih membutuhkan bantuan layar iPad untuk berkomunikasi. Meski ia sedang tahap belajar bicara lagi. Tapi saat ini ia lebih nyaman dengan mengetik apa yang ingin dibicarakannya. James mengecup pucuk kepala mereka bergantian.
" Kalian hanya berdua datang kemari?" Tanya James dalam ketikannya karena ia tidak melihat siapapun yang datang bersama Jack dan John.
Keduanya menggeleng cepat," Ada Grand Ma, tapi Grand Ma berbicara dengan Dokter Vero sebelum kami sampai disini".
James hanya manggut-manggut paham sembari melihat makanan yang dibawa oleh Jack dan John. Ia hapal betul aroma dan makanan kesukaannya hanya Mommy Irena yang selalu membuatkan untuknya.
Mommy Irena masuk kedalam ruangan James kala ia melihat kedua cucunya dan James sudah duduk di kursi mengelilingi makanannya. Mereka sudah bersiap untuk sarapan, hanya saja tidak mau mendahului makan sebelum ada Mommy Irena bersama mereka.
" Aduh maaf kan Mommy James, maaf kan Grand Ma Jack,John pasti kalian sudah lapar ya. Ayo kita makan sekarang!".
" Iya Grand Ma terlalu lama sehingga Papa beberapa kali sudah mencicipi semua masakan Grand Ma "Keluh John mengadukan kelakuan Papanya.
__ADS_1
" Iya...iya Grand Ma minta maaf "Mommy Irena langsung memasukkan suapan pertamanya untuk John yang baru saja protes, kemudian unyuk Jack yang sudah sabar menunggunya dan yang terakhir adalah James.
Mommy Irena tidak menyangka di usia yang memasuki usia senjanya bisa merasakan kebahagia yang berkali-kali lipat seperti ini. James tetaplah putra kesayangannya yang pertama walau kesalahan besar telah dilakukannya tujuh tahun silam. Tapi hari ini semua sudah berubah dan berlalu, sekarang hanya tinggal memperbaiki setiap kesalahannya.
" No...Jangan menangis Grand Ma, kami bertiga suda memaafkan Grand Ma!, bahkan Grand Ma sampa menyuapi kami makan "Celoteh Jack dan John menghapus air mata yang keluar dari kedua sudut mata Grand Ma.
.
.
Mampir Yuk di Novel Author yang lain :
Cinta Tuan Alex ( Tamat).
Istri kedua ( On going ).
Jangan lupa dukungannya 'wan kawan dengan cara Like, Komen, Gift dan Vote.
Terima kasih kawan 🙏😊.
__ADS_1