
Satu bulan sudah, Soraya dan James tinggal di rumah Ayu, demi anak perempuan mereka yang di beri nama Delisa James. Dan Ayu sebagai Ibu susu Delisa.
Kehangatan dan kebahagian keluarga Ayu semakin lengkap ketika Daddy Leo, Mommy Irena, Mommy Stella, Jack dan John, Umi, Bibi Yuni, dan Ibu Risma tinggal di rumah mereka.
Putra kelima Ayu dan Jason di beri nama Joe Gilbert. Dan menjadi rebutan semua orang yang ada di sana.
Berbeda dengan Soraya dan James yang begitu protektif pada Delisa sehingga tidak bisa sembarangan orang untuk mengasuhnya. Karena Soraya sendiri yang sudah turun tangan untuk merawat, mengasuh dan membesarkan Delisa.
Joe berada di dalam genangan Mommy Irena dan Delisa dalam pangkuan Soraya. Keduanya sedang di jemur oleh orang tersayang mereka.
"Kamu sudah yakin akan meninggalkan pekerjaan mu?."
"Iya Mom, aku sudah yakin. Aku ingin menjadi seperti Ayu yang bisa merawat semua anak-anaknya. Urusan rumah sakit biarlah menjadi pekerjaan James."
"Mommy senang kalau sudah memutuskan seperti itu. Semoga tidak lama lagi kalian akan dikaruniai buah hati kalian sendiri. Dan Delisa tetap akan menjadi putri pertama kamu dan James. Cucu Mommy juga."
"Iya Mommy, terima kasih."
Sudah hampir setengah jam keduanya sudah selesai di jemur. Lalu di bawa masuk untuk dimandikan.
.
__ADS_1
.
.
"Hari ini kan Anniversary kita yang ke tiga sayang?." Ucap James ketika keduanya sudah berada di dalam kamar.
"Oh ya ampun sayang, aku sampai lupa." Soraya meletakkan Delisa di atas tempat tidur. Lalu ia mendekati James dan langsung memeluknya dengan sangat erat.
"Tapi ngomong-ngomong..." Soraya melerai pelukannya lalu menarik tangan James untuk mendekat pada laci meja riasnya.
"Ada apa sayang?."
"Ada apa sayang?." Tanya James memegangi pundak Soraya.
"Apa masih boleh aku berharap, James?."
James baru menyadarinya ketika Soraya memegangi testpack yang belum digunakan.
"Aku sudah dua bulan ini James, telat datang bulan." Soraya melihat kalender dimana bulan kemarin ia melingkari tanggal saat tidak mendapatkan tamu bulanannya.
"Coba kamu tes lagi sayang, siapa tahu rezeki kita hari ini." James mengambil satu alat testpack lalu memberikannya pada Soraya.
__ADS_1
"Kalau hasilnya masih sama bagaimana, James?." Tanya Soraya penuh keraguan.
"Tidak apa sayang, kita akan berusaha lagi. Sambil menunggu itu kita akan membesarkan Delisa bersama-sama." Ucap James memenangkan.
Soraya mengangguk kemudian segera masuk ke kamar mandi dengan testpack ditangannya.
Hampir satu jam Soraya berada di dalam kamar mandi. James sudah paham jika Soraya sudah betah di dalam sana setelah mengetahui hasil testpack nya.
Tapi kali ini James keliru, karena pada detik berikutnya, Soraya keluar dari kamar mandi sudah berurai air mata yang tidak seperti biasanya.
"Kita harus bersabar lagi sayang, mungkin kita sekarang harus fokus dulu pada Delisa." James memeluk tubuh Soraya dan mendaratkan kecupan bertubi-tubi pada pucuk kepalanya.
Tapi setelahnya Soraya menunjukkan testpack tersebut pada James.
Seketika James kembali memeluk Soraya setelah tadi melerainya.
"Aku tidak bermimpi kan, sayang?." James mengangkat tubuh Soraya lalu memutarnya. Keduanya tersenyum bahagia.
Penantian yang cukup panjang bagi keduanya untuk menunggu momen ini. Dan ternyata saat usia pernikahan mereka yang ke tiga tahun baru semuanya bisa terwujud.
James segera menggendong Delia dengan satu tangan, dengan tangan satunya lagi menggandeng tangan Soraya menuju ke ruang tengah. Untuk mengumumkan tentang kehamilan kehamilan Soraya sekalian mau langsung mengeceknya ke Dokter kandungan.
__ADS_1