Teman Tidur Tuan Jason Gilbert

Teman Tidur Tuan Jason Gilbert
Bab 76


__ADS_3

Malam ini, Daddy Leo akan membawa Jason terbang ke London. Yang tentunya tanpa sepengetahuan Jason.


Kini mereka sudah berada di Bandara, ternyata Oma Grace juga ikut.


Daddy Leo sudah menugaskan Pak Anton dan Agas supaya bisa menghandle perusahaan besar miliknya dan Jason tapi tetap dalam pengawasannya langsung.


Mommy Irena dan Daddy Leo berpamitan pada Abah dan Umi melalui sambungan telepon. Tanpa Abah dan Umi sadari jika Ayu tidak ikut bersama mereka ke London.


.


.


.


" Sekarang kita sepi lagi Abah. Ayu ikut mereka kesana. Apa kita kembali saja ke rumah kita? "Tanya Umi Ita setelah mereka bebicara dengan Mommy Irena dan Daddy Leo.


" Rumah sebesar ini tidak berpenghuni, Rumah kita yang kecil dulu kini disulap jadi rumah besar, kita tinggalkan juga. Hanya ada Ibu Risma yang membantu menjaga. Kalau kita pergi dari sini. Bagaimana? " Tanya Abah.


Walau sebenarnya kurang merasa nyaman, tapi disinilah anak dan menantunya tinggal sekarang.


" Nanti kita tanya sama Pak Agas saja, gimana baiknya?. Apa kita bolak balik saja, tapi capek juga ya Bah " Umi tidak tahu apa yang harus dilakukannya.


" Iya Mi kita tunggu Pak Agas saja " Jawab Abah juga sama, karena ia juga belum tahu apa yang akan dilakukannya.


.


.


.


Sedangkan Laura memohon untuk segera dilepaskan dari tempat yang tidak membuatnya sangat tidak nyaman.


" Lepaskan aku Agas, aku sudah memberitahukan semuanya pada mu. Banyak pekerjaan yang sudah menunggu ku. Jika tidak ku kerjakan aku akan kena penalti " Laura masih saja berusaha untuk mendapatkan kebebasanya.


Tapi Agas selalu tidak mendengarkannya. Karena belum mendapatkan izin dari Daddy Leo untuk melepaskan Laura.


" Kau bisa aku laporkan balik Agas karena sudah berhari-hari menahanku disini. Tolonglah Agas!! "Laura lebih keras lagi berbicara dengan Agas.


Cklek


Agas membuka pintunya, ia melihat wajah Laura yang tetap cantik walau make up nya sudah luntur,terurama maskara dan eyelinernya. Yang menambah kesan cantik disekitar matanya.


" Agas, kau bilang kalau aku mengatakan semuanya kau akan membebaskanku? Aku sudah mengakui semuanya padamu" Ucap Laura lagi sambil memegang kedua lengan Agas. Namun Agas masih tidak bergeming.


Karena merasa kesal, Laura mendorong tubuh kekar Agas sampai ia telentang diatas lantai. Bukan Laura ingin melarikan diri, melainkan ia mau duduk diatas tubuh Agas.


Tatapan keduanya saling mengunci, Laura akui Agas memiliki ketampanan yang cukup bisa meluluhkan kaum hawa,jika ia mau. Tapi Agas bukanlah type pria semacam itu.

__ADS_1


" Aku tahu tempat ini dijaga dengan ketat, jadi aku tidak mungkin bisa keluar begitu saja tanpamu" Laura membuka kedua kakinya supaya bisa duduk ditubuh kekar Agas. Ia mengusap dada bidang Agas yang terbungkus kemeja putih.


Tangannya mulai membuka biji kancing kemeja tanpa melepaskan tatapan keduanya.


Kedua tangan Agas terulur mengelus paha mulus Laura dengan gerakan lambat yang sudah tersingkap sempurna keatas pangkal pahanya. Agas tidak tinggal diam, ia pria normal tidak bisa menolak godaan apalagi menurutnya Laura merupakan typenya jika dilihat dari fisiknya.


Laura mencodongkan tubuhnya lebih mendekat pada dada Agas, untuk menempelkan bibir mereka. Tapi dengan cepat Agas sudah menarik tengkuk Laura dan mencium ganas bibir tebalnya.


" Emmphhh " Laura tidak tinggal diam, ia pun membalas ciuman Agas dengan tidak kalah ganas. Bahkan sesekali Laura menggigitnya gemas.


" Kamu melakukan ini, supaya demi bisa keluar dari sini? " Tanya Agas setelah ciuman panas mereka terlepas.


Pandangan mata Agas menatap dada Laura yang sedikit lagi akan keluar dari sarangnya, karena posisinya yang menindih dada bidang Agas.


" Pertama ia, tapi setelah ini tidak masalah kalau aku harus berada diruangan ini terus. Asalkan kau setiap hari mendatangiku seperti sekarang ini " Laura menempelkan kembali bibirnya, tapi pada batang leher Agas. Ia menyusuri setiap incinya, sampai meninggalkan jejak kepemilikan dari Laura.


Laura berinisiatif membawa salah satu tangan Agas untuk memegang salah satu dadanya.


Perlahan tapi pasti, Agas menggerakkan jemarinya meremas buah dada yang sangat pas dengan ukuran tangannya.


" Ahh... " Suara desah pendek Laura terdengar mengalun indah saat Agas bermain dengan bagian yang menonjol dari dadanya.


" Apa kau sangat menyukainyan" Pertanyaan yang sangat konyol yang dilontarkan Agas pada Laura.


Karena tidak mungkin Laura tidak menyukainya, karena atas keinginannya tangan Agas ada disana.


Laura menegakkan kembali tubuhnya, ia membuka dress sempitnya, sehingga meninggalkan kain penutup dada dan kain segitiga yang sudah sangat basah Agas rasakan menembus kemejanya, sehingga mengenai kulit perutnya.


Agas memposisikan kedua tangannya pada pinggang ramping Laura. Perlahan Agas menariknya supaya lebih mendekat lagi. Agas mencium bibir Laura yang sedikit terbuka. Mereka saling memagut dan ******* untuk beberapa saat.


Sampai mereka merasakan kulit dada mereka bersentuhan sudah tidak berpenghalang. Agas merasakan dada kenyal Laura yang sudah tidak terbungkus.


" Emmmphh " Laura menempelkan sebagian dadanya menutupi wajah Agas, sambil tersenyum menahan geli.


Walau agak susah membuatnya bernafas,tapi Agas sangat menyukai sensasi ini.


Agas mulai memainkan tonjolan kecil berwarna pink saat Laura mengangkat sedikit dadanya. Sehingga membuat akses sangat mudah untuk Agas memasukkan kedalam mulutnya.


Karena hasrat dan gairah yang sama-sama sudah memuncak, kini Agas dan Laura sudah sama-sama polos. Mereka siap melanjutkan ketahap selanjutnya. Tapi sebelum itu terjadi, Agas mengeluarkan pertanyaan yang sangat melukai hati Laura.


" Seberapa sering kau melakukan ini dengan pria lain? " Tanya Agas saat dirinya akan memasuki Laura.


Dengan reflek Laura menendang kencang perut Agas sampai terjungkal kebelakang. Ia dengan cepat memakai lagi semua pakaiannya.


Agas heran melihat Laura yang seperti ini.


" Apa ada yang salah dengan pertanyaan ku?"Tanya Agas mengambil pakiannya yang berserakan disekelilingnya.

__ADS_1


" Keluarlah, aku tidak ingin melihat mu lagi " Laura membelakangi tubuh Agas.


" Kau kan seorang model pemula, jadi bukannya mereka akan melakukan hal yang semua model lakukan, mereka tidur bersama Bos-Bos besar yang akan mempekerjakan modelnya? "Tanya Agas lagi setelah ia rapi dengan setelan kerjanya.


" Tepat sesuai pikiranmu " Jawab Laura karena ia tidak ingin melihat Agas lagi yang sudah sangat melukai harga dirinya.


Agas pun keluar karena ia tidak ingin mendengar Laura yang mulai menangis.


" Aneh " Gumam Agas setelah ia menutup pintunya.


.


.


.


London, Inggris.


Setelah melewati perjalanan yang sangat melelahkan akhirnya, Mommy Irean dan Oma Grace sudah sampai dikediamannya. Sedangkan Daddy Leo langsung membawa Jason ke rumah sakit terbaik yang ada di London.


" Sebentar lagi putra anda akan sadar " Jawab Dokter setelah ia mengecek keadaan Jason yang diberi obat tidur.


.


.


Mampir juga Yuk kawan di Novel Author yang lain:




Cinta Tuan Alex ( Tamat ).




Suami ke dua ( Ongoing ).




Jangan lupa dukungannya 'wan kawan dengan cara Like, Komen, Gift dan Vote.


Terima kasih kawan 😊🙏.

__ADS_1


__ADS_2