Teman Tidur Tuan Jason Gilbert

Teman Tidur Tuan Jason Gilbert
Bab 106


__ADS_3

Jason benar-benar membuat Ayu tidak bisa bangun dari tempat tidur, bahkan mereka berdua sudah melewatkan makan malamnya. Jason keluar kamar saat tengah malam guna mengisi perutnya yang terasa lapar.


" Mommy kira kamu tidak butuh makan, secara sudah kenyang? "Mommy Irena mendekati putra bungsunya yang sedang di meja makan.


" Justru perlu lah Mom sebelum bertempur, Oh iya anak-anak sudah tidur? "Tanya Jason menatap ke arah pintu kamar Jack dan John.


" Sudah dari tadi, tapi mereka tadi sempat bertanya kenapa kamu dan Ayu tidak makan bersama mereka? dan Mommy meminta mereka untuk tidak mengganggu kalian? "Jelas Mommy Irena.


Jason tersenyum kikuk sambil menggaruk kepalanya yang tidak terlalu gatal, "Ini pasti pertama untuk mereka, pertama kali makan malam tanpa Ayu sementara Ayu ada di rumah ".


" Mungkin juga. Makanya besok-besok lihat waktu sebelum kamu melakukannya. Daddy sudah memberitahukan mu belum? "Mommy Irena meneguk air putih nya sampai habis.


" Belum, apa Mom? " Tanya balik Jason.


" Daddy meminta kita untuk pulang dulu ke London, karena permintaan Oma Grace. Mommy yakin Ayu dan kedua putra kembar mu bisa memaafkan Oma Grace ".


" Hem, jangan diragukan lagi kebaikan mereka Mom. Tapi aku yang belum ingin membawa mereka bertemu dengan Oma Grace "Jawab Jason tanpa melihat Mommy Irena.


" Tidak baik kamu terlalu lama membenci Oma Grace. Mommy tahu sudah banyak yang Oma lakukan untuk memisahkan mu dan Ayu, tapi seperti yang kamu bilang dengan kejadian ini cinta mu dan Ayu semakin kuat bahkan setelah tujuh tahun perpisahan kalian ".


Barulah Jason menatap Mommy Irena karena pernyataannya, "Tapi tidak mudah bagi ku Mom melewati itu semua, sampai Soraya harus Oma Grace atur juga untuk selalu mendekatiku setelah Oma Grace membuatku terpisah dengan Istri dan kedua anakku Mom. Mommy tahu betul bukan perjuangan ku bagaimana dan Ayu juga serta yang lebih parahnya lagi kedua anak ku harus ikut merasakannya? ".


Terdengar hembusan kasar nafas Mommy Irena, "Iya Mommy tahu, tapi kamu tahu sendiri bukan sekarang kondisi Oma Grace bagaimana?, jangan menghukumnya terlalu berat Jason, seperti hal nya kamu bisa dengan mudah memaafkan semua kesalahan James. Mereka berdua enggak ada bedanya ".


Setelah mengatakan itu, Mommy Irena pergi dari hadapan Jason dengan perasaan yang tentunya sedih. Memang tidak dibenarkan apa yang sudah dilakukan Mommy nya tersebut, namun enggak ada salahnya juga mempertemukan mereka dengan Oma Grace sebelum ia meninggalkan mereka untuk selamanya, jika mengingat usia dan Oma Grace yang sering sakit-sakitan.


Jason mengelap kedua sudut bibirnya sebelum meninggalkan meja makan dan kembali lagi ke kamarnya.


Bisa menatap Ayu dari dekat seperti ini rasanya sungguh memberinya ketenangan, kedamaian, ketenteraman dan tentunya kebahagiaan. Rasanya tujuh tahun yang dilewatinya masih segar diingatannya saat harus melihat surat perpisahannya dengan Ayu, yang tanpa disadarinya tentang siapa yang membubuhkan tanda tangannya disana. Oma Grace orang paling dekat, terdekat yang mampu melakukan semua itu.


Ayu memicingkan matanya, karena cahaya lampu yang masih sangat terang, sementara waktu sudah menunjukkan pukul 01.55 WIb. Dan melihat tempat tidur suaminya masih kosong.


" Honey "Ayu menyadari tatapan Jason yang terarah menatap intens padanya.


" Hem "Jason mendekati Ayu dan ikut bergabung ke atas tempat tidur.

__ADS_1


" Kenapa belum tidur? "Ayu mengusap wajah Jason yang tidak mengalihkan pandangannya sedikit pun.


Jason menggeleng lemah, menyelipkan juntaian rambut ikal Ayu yang menutupi dada besarnya, "Aku masih menikmati wajah cantik mu yang sedang tidur pulas, tanpa make up, tanpa kepura-puraan, penuh ketulusan, kasih sayang dan tanggung jawab. Dan aku tidak akan pernah bosan untuk menikmati dan memandanginya ".


Ayu memasang wajah senyum cantik di wajah lelahnya, "Terima kasih atas semua pujianmu Honey, aku merasa sangat tersanjung. Tapi itu semua karena kamu yang melihatnya dengan hati dan cinta mu ",Ayu memegang dada Jason yang sedang berdetak.


Jason dan Ayu saling memeluk, menyalurkan semua rasa cinta, bahagia yang dirasakannya saat ini, semoga ini akan selamanya.


" Besok aku akan membawa mu dan Baby Twins ke London bertemu dengan Oma Grace, apa masalah bagi mu ".


" Tentu saja tidak "Balas Ayu dengan cepat.


" Baiklah terima kasih Baby, Mommy pasti senang kita bisa pulang bersama ke London ".


Setelah mereka melewati perjalanan yang cukup jauh tapi sangat menyenangkan karena tentunya sambil mendengar celotehan Jack dan John yang saling bersahutan. Jadi sepanjang perjalanan mereka penuh tawa, canda, obrolan ringan, apalagi di usia Jack dan John yang sedang memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar. Hal apa pun jadi pertanyaan mereka, hal sekecil apa pun tidak terlewat. Hiburan tersendiri untuk mereka semuanya.


" Granda Pa "Teriak Jack dan John sambil berlari berhamburan ke arah Daddy Leo yang sudah bersiap menangkap kedua cucu kembarnya tersebut.


" Halo jagoan, Jack, John "Daddy Leo menangkap tubuh mungil kedua cucunya.


" Mana Oma buyutnya, Grand Pa? "Tanya Jack menatap Daddy Leo sambil melingkarkan tangan kecilnya pada leher Daddy Leo.


" Oma buyut sudah menunggu kalian di rumah, pasti Oma buyut senang melihat kalian datang mengunjunginya kesini "Daddy Leo mencium pipi Jack dan John berganti.


Jack dan John satu mobil bersama Daddy Leo, Mommy Irena dan James. Sedangkan Jason hanya berdua saja dengan Ayu. Karena sebelum pulang ke rumah, Soraya meminta Jason untuk menemuinya bersama Ayu.


" Apa kita sudah sampai Papa, Grand Ma, Grand Pa? "John masih duduk di atas pangkuan Mommy Irena, sedangkan Jack di atas pangkuan Daddy Leo.


" Iya sayang sebentar lagi, apa tadi kalian pertama kali naik pesawat? "Tanya Daddy Leo merapikan rambut Jack.


" Kata Papa dulu kami pernah naik pesawat saat kami didalam perut Mommy "Jawab John menatap kearah James.


Mommy Irena dan Daddy Leo mengingat James yang sudah membawa mereka terpisah selama tujuh tahun dari mereka.


" Maafkan Papa "Ucap James mengusap kepala Jack dan John.

__ADS_1


" Maafkan aku Mom, Dad "Lanjutnya lagi.


Mommy Irena memegang tangan James dengan erat, "Walau itu semua sudah berlalu, tapi terkadang potongan ingatan itu selalu ada yang menempel atau kami ingat. Jadi kami butuh proses lagi untuk benar-benar bisa melupakan semuanya. Tapi percayalah James, jika kami sudah memaafkan mu dan kami tetap menyayangi mu ".


Yang mendapatkan anggukan dari Daddy Leo sambil mencium pucuk kepala Jack dengan gemas.


" Kalian adalah penerus kami, kebahagiaan kami, harapan kami, tumbuhlah kalian menjadi anak yang baik, cerdas, pintar dan berbudi pekerti" Sepenggal do'a yang terucap dari Daddy Leo pada pucuk kepala Jack dan John.


" Aamiin ".


.


.


Mampir Yuk di Novel Author yang lain :




Cinta Tuan Alex ( Tamat).




Suami kedua ( On going ).




Jangan lupa dukungannya 'wan kawan dengan cara Like, Komen, Gift dan Vote.


Terima kasih kawan 🙏😊.

__ADS_1


__ADS_2