
Hampir lebih dari empat jam, Ayu beserta kedua putri kembarnya Vina dan Vida menunggu Jason menyelesaikan pekerjaannya. Sempat Vina dan Vida tertidur di ruang pribadi Daddy Leo yang sekarang ditempati Daddy mereka, hingga kini mereka sudah bangun lagi.
" Mommy, Vida mimpi?." Sambil mengucek kedu mata.
" Mimpi apa sayang?." Tanya Ayu sembari menyisir rambut Vida menggunakan jari-jari lentiknya.
" Em itu Mom, Vida mandi bola dan naik perosotan." Jawab Vida. Ia melirik ke arah Vina yang melamun setelah bangun dari tidurnya.
Vida menggoyang kaki Vina cukup kuat, hingga Vina mengalihkan pandangannya pada Vida. " Apa? "
" Kamu mimpi apa?." Tanya Vida.
" Tidak ada " Jawab Vina cepat.
Vida seperti orang bingung mendengar jawaban Vina barusan.
" Vina enggak mimpi?." Tanya Vida lagi memastikan.
Vida menggeleng cepat, " Enggak Vida"Vida kesal mendapatkan pertanyaan yang sama.
Ayu menggeleng sembari tersenyum dan memeluk keduanya. " Bangun, Mommy sudah siapkan makan untuk kalian, sepertinya Daddy masih lama, jadi kita isi perut dulu ya." Bujuk Ayu.
" Horeeeee "
Vina dan Vida termasuk anak yang tidak pilih-pilih makanan, apa pun yang dihidangkan Ayu di meja makan itu yang mereka makan selama itu tidak pedas.
Ayu meletakkan piring di depan Vina dan Vina yang sudah terisi nasi, lauknya mereka bisa pilih sendiri, ada ayam goreng, sayur bening, nugget dan ikan goreng. Keduanya makan dengan lahap, apalagi setelah bangun tidur perut mereka terasa lapar.
" Alhamdulillah, selesai, aku juara satu." Celoteh Vina, ia sudah berhasil menghabiskan makananya terlebih dahulu tanpa ada sisa.
__ADS_1
Vida menggelengkan kepalanya berkali-kali, " Enggak, enggak balapan makannya. Jadi enggak ada juara satu-juara satu ya Mom." Bela Vida.
Jika sudah seperti ini, Ayu sudah harus bisa menenangkan keduanya. Karena pertengkaranan kecil mereka akan segera terjadi.
" Mommy " Rengek Vida, menarik lengan Ayu.
" Anak-anak Mommy juara satu semua. Makannya pinter selalu habis, enggak dibuang-buang, makan sama lauk apa pun mau. Mommy masak apa tidak ada yang protes, sebab semuanya suka." Jawab Ayu. Ayu merapikan semua makan dan alat makannya ke dalam tas bahan yang sengaja dibawanya.
" Cuci tangan dan mulut kalian di wastafel. Nanti kalau Daddy sudah selesai kita sudah rapi kembali." Lanjut Ayu.
" Baik Mommy " Jawab keduanya kompak, Vida dan Vina bergantian menggunakan wastefel.
Dan benar saja sepuluh menit dari mereka selesai makan. Jason, Pak Anton dan Agas baru sampai di dalam ruangan.
Vida, Vina dan Ayu langsung ke luar dari dalam ruang pribadi Jason saat mengetahui Daddy mereka sudah tiba di dalam ruangan tersebut.
" Daddy " Vida dan Vina berlarian ke arah Jason yang terhalang meja kerja.
Di saat berkumpul di ruangan Jason, tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu ruangan Jason dengan cukup kencang. Sampai perhatian mereka teralihkan pada arah pintu.
Agas menjadi orang terdekat dengan daun pintu, maka ia membukan pintunya, terlihatlah siapa yang sudah mengetuk pintunya dengan kencang.
" Anthoni "
" Dad, Mommy meminta ku mengantarkan makan siang. Sebab kemarin Daddy sudah jajan di luar." Ucap Anthoni, mereka mengobrol di depan pintu. Ia menyerahkan kotak makan siang untuk Daddy Agas.
" Baiklah, kau langsung pulang. Kasihan Mommy mu tidak ada temannya di rumah." Perintah Agas.
Ayu penasaran siapa tamu yang berkunjung sampai Agas lama berdiri di depan pintu.
__ADS_1
" Pak Agas siapa?." Tanya Ayu membuka pintu ruangan lebar, sehingga memperlihatkan sosok Anthoni yang sangat tampan, mewarisi ketampanan dari Agas.
" Kakak " Panggil Vida berlari ke arah Anthoni dan memegang salah satu kakinya.
Bersambung
Sambil menunggu Ayu dan Jason Up lagi, silakan mampir di Novel Author yang lain:
Cinta Tuan Alex ( Tamat ).
Suami ke dua ( On Going ).
Cinta Karena Perjodohan ( On Going ).
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya berupa Like, Komen, Gift dan Vote.
Terima kasih banyak.