Teman Tidur Tuan Jason Gilbert

Teman Tidur Tuan Jason Gilbert
Bab 109


__ADS_3

Ambulans yang membawa Oma Grace dan Soraya sudah sampai di rumah sakit. Oma Grace sudah ditempatkan diruangan VVIP guna mendapatkan perawatan.


Hanya berselang lima menit, Mobil yang dikendarai Jason sudah sampai di rumah sakit. kini mereka sudah berada di dalam ruangan Oma Grace.


" Untuk sementara Oma Grace membutuhkan selang-selang ini guna menopang kehidupannya " Soraya memberitahukan pada mereka.


" Iya Soraya terima kasih, kamu sudah sangat membantu kami. Sehingga Oma Grace bisa langsung dibawa kemari" Balas Mommy Irena menangis di dalam pelukan Soraya.


Mommy Irena mengeratkan pelukannya kala Soraya membalas pelukannya, "Itu sudah menjadi kewajiban ku Mommy ".


Soraya menatap Jack dan John yang tidak lepas dari Ayu dan Jason, "Hai kesayangan Bibi Soraya, Oma Buyut kalian sudah mendapatkan pertolongan. Jadi sebaiknya kalian pulang saja bersama Mommy dan Daddy, nanti kalau ada apa-apa Bibi Soraya mengabari kalian, bagaimana?" Soraya membungkukkan tubuhnya supaya sejajar dengan Jack dan John sambil mengusap sayang kepalanya.


" Baiklah Bibi Soraya, terima kasih ".


" Ah kalian pintar sekali "Ucap Soraya begitu gemas melihat keduanya.


" Baiklah Sora nanti kalau ada apa-apa kabari kami ".


" Ok Jason ".


" Tidak Jason, Ayu, Mommy masih ingin menemani Oma Grace disini bersama James. kalian saja yang pulang ".


" Ok Mom nanti kita bergantian saja ".


" Kami pulang Grand Ma, Papa, Oma Buyut "Ucap Jack berpamitan.


Jason membawa Ayu, Jack dan John pulang ke rumah. Daddy Leo sudah dalam perjalanan ke rumah sakit setelah Jason menghubunginya sebelum melajukan mobilnya.


Soraya menghampiri James dan duduk disebalahnya, "Sambil menunggu Oma Grace kamu bisa belajar untuk berjalan di ruangan sana, dan melatih kembali kosa kata mu disana "Soraya menunjuk satu ruangan yang tertuliskan ruang terapis.


" Iya, nanti aku akan kesana setelah Daddy sampai dan menemani Mommy disini " Balas James mencoba tanpa bantuan ponsel.


" Ok, aku menunggu mu disana ".


Soraya meninggalkan James dan Mommy Irena, ia berjalan ke arah ruang kerjanya.


Sementara itu Jason baru saja sampai di rumah, Jack dan John langsung masuk ke dalam kamar, kemudian mereka mandi karena waktu sudah menjelang malam hari, begitu juga Ayu dan Jason.


Ayu sudah menyelesaikan ritual mandinya, kemudian meninggalkan Jason yang masih lama disana. Ayu berjalan mendekati cermin tersebut dan membuka tali kimononya.


Ayu merasakan ada perubahan dalam dirinya, kemudian mengingat-ingat kapan terakhir menstruasi, " Ah, apa mereka sudah ada lagi di dalam sini?".Ayu meraba setiap inci perutnya.


" Ada apa Baby? "Jason menelan saliva, kala melihat istrinya berdiri dihadapan cermin besarnya sambil memegang perutnya.

__ADS_1


" Sini Honey! "Ayu meminta Jason lebih mendekat lagi padanya dan meraih tangan Jason untuk meraba perut ratanya.


" Bulan ini aku belum mendapatkan tamu bulanan ku Honey, tapi aku juga belum memastikannya, hanya saja, hanya saja...".


" Hanya saja apa Baby, katakan yang benar, hanya saja apa?, apa perut mu sakit? "Jason panik.


Namun Ayu menggelengkan kepalanya cepat, "Bukan Honey, apa kamu bisa merasakan? ".


Jason menggeleng lemah, karena tidak tahu arah pembicaraan Ayu kemana?, namun sedetik kemudian dirinya menyadari perubahan yang sangat terlihat jelas ada pada kedua buah dada Ayu yang terlihat lebih berisi dan bengkak. Jason menekuk kedua kakinya, supaya bisa sejajar dengan perut Ayu yang mulia diyakininya ada calon bayi mereka.


" Baby, apa mereka sudah hadir?, usaha kita membuahkan hasil, tidak sia-sia, berarti tembakan ku masih sangat tepat sasaran, tidak meleset " Ucap Jason panjang lebar sambilb membuka keseluruhan kimono yang Ayu kenakan.


Sementara Ayu hanya diam mendengar perkataan Jason yang seperti itu, Ayu hanya tersenyum dengan wajah yang sedikit ditekuk sambil membelai rambut Jason.


" Besok kita akan memeriksanya Baby, mudah-mudahan benar jika sudah ada kehidupan di dalam sini "Jason mengusap lembut perut Sarah.


Jason mencium seluruh perut rata, putih, mulus Ayu, walau ada tampak bekas jalan lahir bagi Jack dan John tapi tidak mengurangi keindahannya.


" Stop it Honey, jangan terlalu kuat!,sakit" Rengek Ayu yang benar-benar merasa kesakitan.


" Maaf Baby, habis mereka sangat menggoda dan menggemaskan sekali. Besar, segar, kenyal, putih "Jason berharap bisa melahapnya, namun tidak malam ini karena sepertinya Ayu memang kesakitan.


Jason menutup lagi tubuh Ayu dengan kimononya. Membawa Ayu ke atas tempat tidur dan merebahkannya disana.


" Baiklah Baby, aku akan melihat mereka" Sebelum melihat kedua putra kembarnya, Jason mencium bibir Ayu beberapa menit dengan sedikit ******* dan menghisapnya kuat. Setelahnya Jason baru keluar untuk mengecek Jack dan John.


Jason sudah berada di dalam kamar kedua putranya, Jack dan John terlihat sedang bermain dengan banyak mainannya.


" Boys malam ini kalian tidur bersama kami, karena Grand Ma, Grand Pa dan Papa akan tidur di rumah sakit menemani Oma Buyut ".


" Hore, kita tidur bersama Mommy, Daddy" Jack dan John merapikan kembali mainan yang berserakan di lantai. Mereka memilih mainan yang akan dibawa ke kamar kedua orang tuanya.


Setelahnya mereka bertiga selesai, mereka keluar kamar dan menuju kamar yang akan mereka tempati bersama kedua orang tuanya. Namun Jason tidak langsung masuk ke kamar, karena Jason turun ke lantai satu untuk mendatangi meja makan dan melihat ada beberapa makanan yang sudah siap.


Jason membawa sebagian makanan tersebut masuk kedalam kamarnya.


" Kita makan malam disini saja " Jason masuk kamar dengan nampan berisi makanan.


" Tapi kami masih kenyang Dad!, Mommy dan Daddy saja yang makan "Balas John.


Ayu mengusap kepala John yang berada disampingnya, " Memangnya apa yang sudah kalian makan?, dimana?, Mommy tidak melihatnya ".


" Tadi Mom, setelah selesai mandi kami langsung makan. Iya kan Jack "Balas John.

__ADS_1


" Iya Mom kami sudah makan, karena cacing kami sudah kelaparan "Jack menimpali.


" Ok kalau begitu biar Daddy dan Mommy yang makan saja "Jason meminta Ayu untuk duduk supaya Jason mudah menyuapi istrinya itu.


" Aaaa " Ayu membuka mulutnya lebar-lebar kala Jason memasukkan makanan kedalam mulutnya. Jason pun memasukkan makanan kedalam mulutnya sendiri.


Ayu sangat lahap dan menyukai rasa masakan yang sudah disiapkan pelayan rumah ini.


" Boys, bagaimana menurut kalian jika kalian akan memiliki seorang atau dua orang adik sekaligus?" Tanya Jason sambil mengunyah makanan.


" Mommy dan Daddy sudah berhasil membuat adik bayi untuk kami?"Tanya baik John.


Jason dan Ayu dibuat melongo dengan pertanyaan John, namun mereka tahu kalau bukan Mommy Irena siapa lagi yang selalu mengatakan hal itu pada keduanya.


" Siapa yang bilang hal seperti tadi pada kalian? "Tanya Ayu setelah selesai menguyah.


" Papa dan Bibi Soraya "Jawab keduanya jujur.


Jason dan Ayu saling senyum dan melempar pandang.


.


.


Mampir Yuk di Novel Author yang lain :




Cinta Tuan Alex ( Tamat).




Suami kedua ( On going ).




Jangan lupa dukungannya 'wan kawan dengan cara Like, Komen, Gift dan Vote.

__ADS_1


Terima kasih kawan 🙏😊.


__ADS_2