Ternyata Aku Istri Keduanya

Ternyata Aku Istri Keduanya
Pengantin Baru


__ADS_3

"Mas mandi gih," perintah Rania karena suaminya itu belum membersihkan diri.


Yoga malah meregangkan badannya sambil menguap, "Nanti kalau udah mandi juga gerah lagi," ucapnya.


"Kenapa gerah?"


"Iya lah, kan mau malam pertama hehe."


Mendengar kode itu membuat pipi Rania perlahan memerah. Saat melirik Yoga di sebelahnya, terlihat pria itu sedang memperhatikan bahu dan lehernya yang terbuka. Rania pun tanpa sadar mencengkram bathrobes yang di pakainya.


"Kamu wangi banget, pakai sabun aku?" tanya Yoga.


"Iya aku pakai sabun yang di kamar Mas," jawab Rania.


"Tapi kok kamu yang pakai jadi agak beda ya?" tanya Yoga bingung.


"Masa sih? Sama aja mungkin."


"Enggak, coba sini aku cium wanginya."


Yoga pun dengan modusnya bergeser mendekati istrinya itu, menghirup dalam wangi tubuhnya yang terasa memabukan. Tubuhnya pun seketika itu juga menjadi panas, Yoga mulai on.


"Mas mending mandi dulu, pasti gerah," ucap Rania sambil menahan dada pria itu.


"Ya sudah deh biar sama-sama wangi, kamu tunggu aku ya." Yoga pun sempat mengedipkan sebelah matanya, lalu beranjak dan segera masuk ke kamar mandi.


Setelah kepergian pria itu Rania langsung menghela nafasnya lega. Ia pun ikut beranjak untuk memakai pakaian tidurnya. Entah kebetulan atau bagaimana, baju tidur yang Rania pakai cukup seksi karena desain gaun tidur pendek.


Sayangnya tidak ada pakaian lain yang Rania bawa, dan terpaksa lah Ia pun memakai gaun tidur dari satin itu. Saat sedang menyisir rambutnya, pintu kamar mandi pun terbuka, keluarlah Yoga yang hanya memakai handuk di bagian bawahnya.


"Hehe kenapa Rania? Kok malu-malu gitu sih? Kita kan sudah jadi suami istri," goda Yoga yang melihat reaksi istrinya.


Rania mengerucutkan bibirnya karena Yoga itu jadi hobi sekali menggodanya. Suasana ini bagi pasangan pengantin baru kan memang canggung, entahlah apa nanti akan mulai terbiasa atau tidak.


"Mas aku sudah siapin baju kamu di ranjang," kata Rania yang berusaha tidak melirik Yoga lewat cermin.


Yoga pun melirik ke arah ranjang, "Aduh seneng banget sekarang ada yang merhatiin deh. Kalau tahu gini, kenapa gak dari dulu aja ya nikahnya?" celetuknya.

__ADS_1


"Kalau dari dulu berarti gak akan sama aku dong," sahut Rania.


"Ya enggak lah, tetep sama kamu," bantah Yoga.


Rania pun duduk berbalik menghadap Yoga, "Enggak lah Mas, dulu kan aku statusnya masih jadi istri orang."


"Iya juga ya," gumam Yoga.


Dan sekarang pria itu mulai mensyukuri semuanya, memang baru sekarang juga Tuhan menakdirkan mereka bertemu dan menjadi jodoh. Kalau dipikir benar juga apa kata Rania, kalau dari dulu Yoga menikah sepertinya tidak akan bersama Rania.


"Sayang, yuk!" ajak Yoga sambil menyeringai. Pria itu berdiri di belakang Rania, memijat bahunya pelan.


"Apa Mas?" tanya Rania, padahal sudah tahu kode suaminya itu.


"Itu lah, yang biasanya di lakuin pengantin baru," jawab Yoga.


Rania dibuat tersenyum melihat tingkah Yoga, di matanya pria itu jadi terlihat lucu. Yoga sama sekali tidak memaksa, jadi Rania pun dibuat rileks dan santai. Rania lalu memegang tangan suaminya di bahunya.


"Gak mau di baju dulu?" tanya Rania konyol.


Saat melihat Rania mengangguk, Yoga pun langsung mengangkat tubuh istrinya itu dan mereka pindah ke ranjang. Yoga sengaja hanya menyalakan lampu tidur, Ia tahu Rania agak malu dan mereka pun baru pertama kali melakukannya.


***


Besok paginya Rania bangun terlebih dahulu. Saat melirik ke sebelahnya, terlihat suaminya yang masih tidur sampai mendengkur kecil. Rania tersenyum tipis lalu mengecup sekilas pipi Yoga, setelahnya Ia turun dari ranjang dan masuk ke kamar mandi.


"Kenapa aku senyum-senyum terus sih?" tanya Rania melihat bayangannya di cermin.


Entah kenapa saat melakukan hubungan badan dengan Yoga, Rania merasa senang dan puas. Perasaan ini belum pernah Rania dapatkan sebelumnya dari Candra. Saat dengan mantan suaminya itu, Rania lebih ke penurut dan tidak bisa mengekspresikan diri.


"Aku jangan membanding-bandingkan mereka, itu tidak baik," gumam Rania sambil menggeleng pelan.


Rania pun segera membersihkan tubuhnya, tidak lupa pastinya Ia keramas. Setelah mandi langsung menunaikan ibadah subuhnya. Rania yang masih memakai mukena lalu menghampiri suaminya yang masih tidur di ranjang.


"Mas bangun, nanti keburu siang," ujarnya sambil mengusap-usap pipi Yoga.


"Hmm." Yoga hanya berdehem dengan kedua mata masih terpejam nya.

__ADS_1


"Sebentar lagi jam enam, nanti takut waktu solatnya habis," kata Rania memberitahu.


Perlahan kedua mata pria itu pun terbuka. Bibirnya langsung melengkungkan senyuman karena pemandangan pertamanya saat bangun tidur adalah istrinya yang cantik, saat memakai mukena begitu malah lebih bertambah kecantikannya.


"Kalau setiap hari pemandangan bangun tidur aku begini, aku bakalan seneng sih," ucap Yoga.


"Kamu bisa saja, sudah ayo bangun!" perintah Rania sambil menepuk pelan dada Yoga.


Tetapi baru saja akan beranjak, tangan kanan Rania ditahan membuat perempuan itu kembali terduduk dan bertatapan dengan Yoga yang masih berbaring.


"Give me kiss," ucap Yoga.


"Apa?"


"Morning kiss."


Melihat istrinya itu yang terlihat bingung, membuat Yoga pun mencondongkan wajahnya dan dengan cepat mencuri ciuman di bibir merah Rania. Melihat ekspresi terkejut Rania, membuat Yoga tertawa merasa terhibur.


"Artinya ciuman pagi sayang, setiap hari harus selalu begitu. Bagaimana, setuju?" tanya Yoga membuat peraturan sendiri.


"Em--"


"Oke setuju, kalau gitu aku mandi dulu," sela Yoga. Ia tahu istrinya itu malu-malu, tapi Yoga tidak mau mendapat penolakan. Apa salahnya bermesraan dengan istri.


Rania menggelengkan kepalanya melihat suaminya yang berlari masuk ke kamar mandi sambil tertawa riang. Bukan hanya Yoga yang bahagia, tapi Rania juga. Pagi ini terasa berbeda saja suasananya, sepertinya semua pengantin baru merasakannya.


Wanita itu lalu membuka mukena nya, selanjutnya menyiapkan pakaian untuk suaminya itu. Rania ke luar kamar untuk membuat sarapan. Keadaan rumah masih sepi, katanya keluarga akan datang nanti pukul delapanan. Untuk sarapan pagi itu, Rania memasak nasi goreng.


"Selamat pagi," sapa Yoga dengan cerianya. Pria itu modusnya mengecup pipi Rania lalu duduk di kursi makannya, "Wah kelihatan enak nasi gorengnya."


"Gak papa cuman nasi goreng biasa? Bahan makanan di kulkas kamu sudah mau habis," tanya Rania.


"Gak papa, aku bisa makan semua masakan kamu." Saat Yoga menyuapkan sesendok nasi goreng itu, wajahnya langsung sumringah seolah merasakan nikmat dari masakannya. Reaksinya itu tentu dapat membuat Rania bahagia.


"Ayo sayang duduk, kamu juga makan," kata Yoga sambil menarik tangan Rania untuk duduk di sebelahnya.


Melihat sikap suaminya itu yang baik dan selalu menghargainya, membuat Rania merasa bahagia. Di pernikahan kali ini, rasanya sangat berbeda. Rania berharap rumah tangga nya kali ini berjalan dengan baik.

__ADS_1


__ADS_2