Ternyata Aku Istri Keduanya

Ternyata Aku Istri Keduanya
Menemukan Cinta Sejati 53


__ADS_3

Baru saja masuk ke dalam rumah, Daffin dan Cynthia dibuat sedikit terkejut melihat kehadiran Anthony duduk di ruang tamu. Pria itu terlihat beranjak menghampiri keduanya.


"Cynthia, kamu kenapa baru pulang? Dari mana saja?" tanya Anthony, sesekali melirik Daffin.


"Dari rumah sakit, ada temen yang sakit," jawab Cynthia masih berusaha sopan, walau agak ogah-ogahan.


Anthony mengangguk mengerti, lalu beralih menatap Daffin, "Ya sudah makasih ya sudah antar Cynthia, kamu bisa pulang," katanya.


Tetapi baru saja akan pergi, tangan Daffin malah ditahan Cynthia dan menariknya berdiri di sebelahnya. Anthony yang melihat itu mulai dilanda curiga, tapi tetap berusaha positif thinking.


"Pak Anthony, Daffin ini sebenarnya pacar aku," ucap Cynthia memutuskan jujur.


"Apa? Mana mungkin, waktu itu saja dia bilang cuman teman kamu," ujar Anthony berusaha membantah.


"Iya, tapi sekarang kita sudah pacaran. Sebaiknya anda jangan sering berkunjung kesini lagi, tidak enak juga dilihat tetangga," jawab Cynthia memberanikan diri.


Anthony lalu terkekeh kecil, "Kamu ini kenapa Cynthia? Kita kan calon suami istri, yang lain juga tahu kok," Kata Anthony.


"Kata siapa? Anda saja selama ini yang mengaku-ngaku, saya tidak pernah setuju dengan ini. Lagi pula sekarang saya sudah punya pacar dan saya sangat mencintai dia." Cynthia terlihat bersungguh-sungguh saat mengatakan itu.


Daffin yang mendengarnya dibuat terenyuh, merasa senang dengan pengakuan berani Cynthia. Melihat ekspresi menahan marah Anthony, membuat Daffin pun langsung berdiri di antara untuk menghalangi.


"Maaf Pak Anthony, tapi sekarang Cynthia punya saya," ucap Daffin.


"Kamu ini tidak sopan sekali ya, berani bohong juga pada saya. Waktu itu kan saya sudah bilang kalau saya calon suami Cynthia, kamu rebut dia ya?!" bentak Anthony kesal.


"Bapak ini bicara apa? Saya gak rebut Cynthia kok. Dari awal dia memang bukan milik anda." Daffin mengatakan itu membuat Anthony terdiam kalah telak.

__ADS_1


Keributan itu lalu terhenti melihat Citra yang datang dari dapur sambil membawa nampan berisi segelas teh. Ia dibuat terkejut melihat ada Daffin di sini, Cynthia juga ternyata sudah pulang. Merasa suasana di sini kurang nyaman, Citra pun langsung mendekat.


"Cynthia, kamu sudah pulang?" tanya Citra basa-basi.


"Mah, kenapa Mama gak bilang ke Pak Anthony kalau sekarang aku pacaran dengan Daffin? Mama juga tahu ini kan?" tanya Cynthia menahan kesal.


"Em itu--"


"Mama ini serakah sekali, jangan bilang Mama berencana memanfaatkan keadaan ini dengan mengorbankan aku!"


Daffin langsung mengusap bahu Cynthia merasa kekasihnya itu terlalu keras memarahi Mamanya. Ia tahu Cynthia merasa kesal dengan sikap Citra, tapi Daffin rasa ini tetap tidak sopan.


"Bu Citra, jadi benar Cynthia punya pacar? Lalu saya bagaimana ya? Ibu bilang waktu itu tahun ini saya bisa menikah dengan Cynthia," tanya Anthony ikut menanyakan.


Citra terlihat mulai gugup, tapi tetap berusaha tenang, "Tenang dulu ya Pak Anthony, saya bisa jelaskan," ucapnya.


"Memang gagal kok, lagian saya juga tidak setuju dan tidak mau juga menikah dengan anda," sahut Cynthia membuat suasana di sana semakin panas.


"Kalau misal saya tidak jadi menikah dengan Cynthia, kembalikan uang saya Bu Citra!" pinta Anthony sambil mengulurkan tangannya.


"Hah uang apa ya?" tanya Bu Citra pura-pura lupa.


"Bulan lalu, Ibu bilang untuk tabungan nanti saya menikah dengan Cynthia. Lima puluh juta, mana?" desak Anthony.


Cynthia dibuat menggeleng, baru mengetahui ini. Rasanya Ia ingin memarahi Mamanya itu, Lagi-lagi uang dan uang. Melihat Citra yang gelagapan dan menatapnya memelas, Cynthia malah membuang muka enggan membantu.


"Jangan bilang sudah Ibu gunakan? Ibu pasti bohong itu bukan tabungan pernikahan," tanya Anthony sinis.

__ADS_1


Citra berdehem pelan berusaha menghilangkan gugup, "Nak Anthony ini kenapa jadi perhitungan, selama ini kan selalu baik sama Ibu," katanya berusaha membujuk.


Tetapi Anthony menepis tangan wanita paruh baya itu, "Lagian perjodohan saya juga dengan Cynthia gagal. Sekarang saya tahu kenapa Ibu gencar sekali mendekati saya dengan anak Ibu, Ibu cuman suka sama saya karena harta saya ya?"


Melihat ekspresi terkejut Citra, membuat Anthony tersenyum sinis. Ya Ia sering diingati beberapa orang, tapi karena dirinya terlalu tertarik pada Cynthia sampai tidak peduli di poroti Citra terus. Tetapi harapannya kini hanya khayalan saja.


"Uangnya ada kok, tapi cuman dua puluh juta. Gak papa kan? Sisanya buat Ibu aja ngasih, Nak Anthony kan banyak uang," ucap Bu Citra lalu tersenyum kikuk.


"Tidak mau, saya mau lima puluh juta. Oke saya berikan waktu sebulan, kalau tidak di kembalikan saya akan laporkan Ibu ke kantor polisi dengan pasal penipuan!" ancam Anthony.


Mendengar itu tentu saja bukan Citra yang panik, tapi juga Cynthia. Sampai sejauh itu? Mungkin karena Anthony terlalu kecewa, apalagi Ia sudah berusaha keras agar bisa menikah dengan Cynthia.


Sebelum Anthony pergi, Daffin sempat menahan bahu pria itu. Keduanya lalu saling bertatapan, dengan berbeda pandangan. Anthony dengan tatapan tidak suka, dan Daffin tatapan biasanya.


"Apa ini tidak terlalu berlebihan sampai melaporkan Tante Citra ke polisi?" tanya Daffin.


"Tidak, dia memang harus bisa tanggung jawab. Memang yang dilakukannya itu sama saja dengan penipuan," jawab Anthony terlihat acuh.


Anthony lalu melepaskan tangan Daffin di bahunya, "Sebaiknya kamu harus hati-hati dengan keluarga ini, kalau mau menikah dengan Cynthia pikir-pikir lagi juga. Nanti punya mertua mata duitan dan morotin kamu terus," katanya sinis. setelah mengatakan itu, Anthony pun keluar rumah.


Untuk beberapa saat suasana di sana hening, merasa canggung satu-sama lain. Cynthia lalu melirik tajam Mamanya, dan Citra hanya menundukan kepala sambil meremas baju bagian bawahnya.


"Lalu sekarang bagaimana? Mama harus kembalikan uang itu ke Pak Anthony, itu urusan Mama. Jangan salahkan aku karena tidak menurut untuk menikah dengan dia, aku juga berhak bahagia dengan pilihan aku sendiri!" ujar Cynthia tegas.


Daffin yang melihat tatapan dalam Cynthia, membuatnya peka dan langsung mendorong kursi rodanya masuk ke dalam kamar perempuan itu. Tidak lupa juga menutup pintunya lagi, tahu jika sekarang pacarnya hanya butuh ketenangan.


"Sabar ya sayang, semoga masalah ini cepat selesai," ucap Daffin memberikan semangat.

__ADS_1


Kedua mata Cynthia terlihat berkaca-kaca, "Aku malu Daffin, aku malu punya Mama kaya dia," katanya.


"Hei jangan bilang begitu, dia tetap Mama kamu. Seburuk apapun orang tua, kita tidak boleh mengatainya buruk karena mereka kita lahir di dunia ini," tegur Daffin sambil mengusapi tangan Cynthia.


__ADS_2