
Hampir setengah jam kemudian, wanita yang sepertinya Mama dari Cynthia datang juga. Candra dan Daffin pun langsung menyambut, lalu menunjukan kamar putrinya itu.
"Sebenarnya kalian ini siapa? Apa kalian kenal dengan anak saya sampai mau menunggu dia di sini?" tanya wanita bernama Citra itu.
"Kami tidak kenal dengan anak Ibu, tapi.. Kejadian yang menimpa Cynthia karena putra saya," jawab Candra memutuskan jujur.
"Apa? Maksudnya bagaimana?" pekik Citra.
Daffin lalu menjelaskan lagi bagaimana kejadian itu, Ia terus meminta maaf berkali-kali karena tidak sengaja menabrak Cynthia. Terlihat sekali raut takut di wajahnya, tapi berusaha tetap menguatkan hati.
"Kamu ini bagaimana sih? Makanya kalau nyetir hati-hati, sekarang anak saya yang jadi korban. Masih untung selamat, gimana kalau dia sampai mati?!" marah Citra sambil menunjuk-nunjuk.
"I-iya Bu saya sekali lagi minta maaf, tapi saya juga gak tahu kalau anak Ibu itu mau nyebrang," kata Daffin membela diri.
"Tetap saja kamu yang salah, pasti kamu nyetirnya cepat dan ugal-ugalan. Saya gak mau tahu, kalian harus tanggung jawab!" ketus Cinta.
Candra lalu menyela, "Ibu tenang saja, saya yang akan menanggung semua biaya pengobatan anak Ibu, bahkan sampai dia dalam masa penyembuhan juga."
Citra lalu memperhatikan penampilan dua lelaki itu, Ia langsung menduga jika mereka adalah orang kaya. Sebelah sudut bibirnya lalu melengkungkan senyuman, tiba-tiba Ia terpikirkan sesuatu.
"Bukan hanya itu, saya juga mau minta ganti rugi. Kasihan anak saya, gak ada yang tahu juga apa dia akan bisa jalan normal lagi atau tidak," katanya.
"Baiklah, berapa yang Ibu mau?"
"Lima puluh juta, gantinya saya juga tidak akan laporkan anak Bapak itu ke polisi. Saya masih baik, jadi kalian tinggal bayar uang kompensasi itu," jawab Citra.
Daffin tersentak mendengar permintaan wanita paruh baya itu yang menurutnya terlalu berlebihan. Padahal Papanya kan sudah mau akan menanggung seluruh biaya Cynthia, tapi masih meminta kompensasi.
"Baiklah, saya akan bayar kompensasi itu. Tapi Ibu janji ya, jangan laporkan anak saya ke polisi," kata Candra serius.
__ADS_1
"Baiklah, kita putuskan nanti setelah uang itu saya terima." Setelah mengatakan itu, Citra terlihat tersenyum puas.
Daffin lalu menarik tangan Candra keluar dari ruang rawat itu, Ia harus bicara, "Pah kenapa Papa setuju sih?" tanyanya protes.
"Menurut Papa perjanjian dia cukup menguntungkan karena tidak akan membawa kasus ini ke jalur hukum. Papa gak bisa bayangin kamu sampai masuk penjara Daffin," jawab Canda.
"Tapi Pah, uang lima puluh juta itu banyak banget. Papa gak boleh keluarin uang sebanyak itu hanya untuk aku. Aku akan tanggung jawab, lebih baik aku masuk penjara saja," kata Daffin.
Candra langsung menahan tangannya, "Tidak Daffin, jangan begitu. Papa sudah berusaha keras menyelamatkan kamu, ini adalah keputusan terbaik."
Membayangkan putranya ada di dalam penjara, akan membuat Candra dan Rania khawatir. Mereka tentu tidak tega, walau Daffin memang harus bertanggung jawab dengan ulahnya.
Lagi pula uang Candra banyak, merasa pengeluaran sebanyak itu tidak lah seberapa di banding melihat Daffin masuk penjara. Orang tua mana pun pasti akan berkorban banyak untuk putranya.
"Maafin aku ya Pah, aku sudah buat Papa kecewa dan saat datang kesini malah bebanin Papa," gumam Daffin dengan kepala tertunduk.
"Papa juga minta maaf karena teledor, tapi kamu juga jangan bilang begitu. Papa seneng kok kamu kesini, sekarang kan giliran Papa yang bertanggung jawab sama kamu."
Rania dan Yoga tentu tidak masalah, karena yakin Candra juga akan menjadi orang tua yang baik bagi Daffin. Jadi sekarang Candra lah yang paling bertanggung jawab, Ia harus ikut andil.
"Biaya pengobatan dia saja pasti habis puluhan juta, belum lagi uang kompensasi yang Ibunya itu minta," ujar Daffin agak kesal. Apakah wanita tadi ingin memeras nya ya?
"Tidak apa, apa kamu tidak kenal Papa? Papa ini pengusaha loh, uang Papa banyak," ucap Candra agak menyombongkan diri.
Daffin hanya tersenyum tipis mendengar itu. Ya memang Papa nya orang kaya, tapi tetap saja Daffin merasa tidak enak kalau Papanya sampai mau menanggung semua kesalahannya.
Mereka belum pulang, masih di rumah sakit itu sambil menunggu Cynthia sadar. Candra lalu izin pamit ke toilet, padahal sebenarnya Ia akan menghubungi Rania. Candra akan bicara dengan mantan istrinya itu tentang masalah ini.
["Ya ada apa?"] tanya Rania dari sebrang sana, suaranya yang lembut itu masih khas.
__ADS_1
"Ada yang ingin aku beritahu, ini mengenai Daffin," kata Candra serius.
["Ada apa dengan Daffin? Dia tidak buat masalah atau repotin Mas kan?"]
Sebenarnya Daffin itu bisa dikatakan sudah membuat masalah, tapi Candra tidak akan berterus terang begitu. Dengan perasaan berkecamuk, Ia pun mulai menjelaskan semuanya.
["Ya Tuhan, jadi dia gak sengaja nabrak orang? Terus korbannya gimana sekarang?"] tanya Rania cemas.
"Dia sudah melewati masa kritis, tapi sampai sekarang belum sadar. Parahnya lagi dokter bilang kemungkinan pasien bakalan lumpuh sementara."
Tidak lama Candra mendengar isakan tangisan di sebrang sana, membuatnya tidak enak sendiri. Rania juga pasti terkejut dan tidak menduga putranya sendiri akan menghadapi masalah serumit ini.
["Maafin aku ya Mas Candra, Daffin kesana malah buat masalah dan pasti jadi repotin kamu. Dia itu kenapa sih tidak hati-hati juga?"]
"Tidak apa Rania, sudah jangan menangis. Dia gak buat aku repot kok, Daffin kan anak aku. Aku janji akan bantu dia, kamu tenang saja."
["Tapi dia sudah janji sebelum pergi akan hidup baik-baik di sana dan selalu menurut sama kamu. Baru juga dua hari pergi, kenapa sudah membuat masalah?"]
"Rania, musibah itu tidak ada yang tahu. Lagian Daffin bilang kan tidak sengaja, aku yakin dia juga ngerasa menyesal dan takut sekarang. "
"Aku gak marah kok sama dia, cuman memang agak kecewa. Tapi aku kan orang tuanya, jadi harus bantu Daffin menyelesaikan masalahnya. Sudah kamu tenang saja, jangan panik ya?"
Sampai sekarang hubungannya dengan Rania berjalan dengan baik. Mereka memang sering menghubungi, tapi hanya jika ada sesuatu yang penting saja. Keduanya kan sudah hidup bahagia dengan pasangan masing-masing.
["Mas, Daffin gak akan sampai di penjara kan?"] tanya Rania lirih.
"Aku akan berusaha selamatkan dia, tapi aku pastikan dia tidak akan berurusan dengan hukum."
["Tolong jaga dia ya Mas, aku percaya Mas bisa jaga Daffin dengan baik. Terima kasih sebelumnya, dan aku juga minta maaf sebagai Mamanya."]
__ADS_1
Rania itu memang sangat perasa, dari dulu tidak berubah. Menurut Candra, Rania tidak perlu minta maaf. Sekarang kan Ia yang jadi orang tua asuhnya, seharusnya Candra lah yang paling bertanggung jawab.