
Bab 51
Andrea baru saja sampai butik tiba-tiba tangan kanannya ditarik seseorang, karena kaget Andrea tidak bisa memberontak dan mengikuti orang yang menarik tangannya.
Andrea melepaskan tangannya paksa dari genggaman tangan Samuel, Andrea memegani tangannya yang merah karena tarikan paksa dari Samuel.
“apa-apaan ini!” ujar Andrea marah dan menatap Samuel kesal.
“aku merindukanmu sayang” ujar Samuel memeluk Andrea sangat erat, Andrea memutar bola matanya dengan malas. Rindu? Rindu dari hongkong.
“lepaskan!” Andrea mulai memberontak dalam pelukan Samuel, tapi Samuel tidak membiarkan Andrea lepas dari dekapannya. Benar sekali, Samuel sangat merindukan Andrea sangat banyak.
“maafkan aku sayang, aku sungguh menyesal. Aku mohon jangan tinggalkan aku” ujar Samuel menghiraukan penolakan dari Andrea.
__ADS_1
“aku tidak mencintaimu lagi” ujar Andrea membuat Samuel menggelengkan kepalanya tidak percaya pada perkataan Andrea.
“kau berbohong sayang, mana mungkin kau bisa mencintai orang lain selain diriku”
“kau yang sekarang sedang membodohi dirimu sendiri, aku benar-benar mencintai pria lain ya walaupun sekarang pria itu sudah tidak, tapi aku sungguh mencintainya” ujar Andrea melepaskan paksa pelukan dari Samuel.
“sayang itu sungguh tidak mungkin” ujar Samuel masih belum percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.
“tidak sayang, jangan katakan itu! Aku tahu kau sedang marah padaku karena aku berkhianat padamu”
Andrea menghela nafas panjang, Samuel ini benar-benar susah sekali diberi tahu.
“terserah saja” komentar Andrea pergi dari hadapan Samuel.
__ADS_1
“akkh, ini semua gara-gara ****** itu karena telah menggodaku! Sayang, dengar kan aku semua ini salah temanmu karena telah menggodaku!” teriak Samuel membuat langkah Andrea terhenti. Samuel yang mengetahui Andrea berhenti jadi tersenyum, Samuel berpikir ia masih memiliki kesempatan untuk kembali pada Andrea, wanita yang ia cintai.
Andrea berbalik badan datang kembali pada Samuel, Samuel tersenyum ketika Andrea mendatanginya. Namun senyum Samuel tidak lama karena Andrea mendatanginya bukan untuk kembali pada Samuel tapi untuk memberi pelajaran pada pria tidak bermoral seperti Samuel.
Tidak butuh waktu lama bagi Andrea untuk melumpuhkan Samuel, Andrea bahkan tidak membiarkan Samuel mengambil nafas untuk menyerangnya balik. Andrea sangat marah ketika Samuel mengatai Sindi dengan sebutan wanita ****** yang menggoda Samuel. Ck, Andrea sangat mengenal Sindi, wanita itu tidak akan menggoda pria yang sudah memiliki kekasih. Mengingat dia pernah ditinggalkan kekasih nya menikah maka Sindi tidak akan melakukannya. itu memang salah Sindi karena tergoda dengan Samuel. Ah, bukannya Andrea membela Sindi hanya saja Andrea sangat marah ketika sahabatnya dikatai ****** oleh Samuel.
Andrea masih tidak percaya bahwa ia bisa-bisanya mencintai Samuel, walaupun begitu Andrea merasa bersyukur karena Tuhan menunjukan sifat Samuel sebelum mereka menikah.
Andrea menginjak perut Samuel hingga Samuel merintih dengan kuat, mengalahkan Samuel bukanlah hal yang susah Andrea lakukan mengingat dia adalah sabuk tertinggi dalam bela diri, Samuel bukan lah lawannya.
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.
To be continue,
__ADS_1