Terpaksa menikahi Mafia

Terpaksa menikahi Mafia
bab 13


__ADS_3

Bab bab 13


Andrea kembali kedapur setelah memberikan sean cup cake, ia berencana membereskan dapur yang baru saja ia guna kan untuk membuat cup cake dan sayangnya ketika andrea sampai didapur, dapur sudah bersih seperti semula.


Andrea menghela nafas kasar ia sangat tidak suka orang lain yang membersihkan apa yang seharusnya andrea bersihkan seperti dapur yang berserakan atas ulah andrea misalnya.


“terima kasih karena telah membersihkan dapur untuku” ujar andrea pada yun kepala pelayan,


“sama-sama nyonya”


Andrea kembali menghela nafas kasar mendengar jawaban dari yun kepala pelayan,


“tapi tetap saja, nanti kalau aku yang menyerekan semuanya lagi biar aku saja yang membereskan kembali” ujar andrea membuat kepala yun mengerutkan keningnya.


“dan juga maaf atas kejadian tapi pagi” ujar andrea menundukan kepalanya, kepala yun mengerti lalu tersenyum pada andrea.


“tidak apa nyonya, memang semuanya kesalahan kami”

__ADS_1


Andrea memutar bola mata dengan malas, orang-orang dimansion ini sangat aneh termasuk sean sendiri.


“dan satu lagi namaku andrea bukan nyonya jadi aku minta tolong dengan sangat panggil nama ku dengan benar. ANDREA” ujar andrea untuk yang terakhir kalinya karena setelah ini andrea berencana mandi.


“tapi nyonya....”


“aisss, membuat kesal saja” potong andrea berbalik lagi,


“sudahlah, kepala yun kau bisa pergi mengerjakan tugasmu yang lain” ujar lyin menampakan diri setelah mendengar percakapan antara andrea dan kepala yun.


“saya permisi nona” ujar kepala yun berpamitan pada lyin.


“kau dengar sendiri bukan” jawab lyin cuek membuat andrea menghela kasar, ia tidak bisa percaya ini tadi kepala yun memangglnya nyonya memangnya disudah tua seperti maminya, pikir andrea kesal.


“membuat kesal saja” ujar andrea kesal lalu pergi meninggalkan lyin sendiri.


Sedangkan lyin yang ditinggalkan hanya mengangkat kedua bahunya, lalu pergi meninggalkan dapur.

__ADS_1


Andrea baru selesai mandi dan sekarang ia sedang mengeringkan rambutnya, tak lama kemudian sean datang membuat andrea menoleh kearah pintu.


Sean tersenyum lalu menghampiri andrea, sean juga mengambil alih pengering rambut dari tangan andrea.


“biar aku bantu” ujar sean membuat andrea menganggukan kepalanya nurut.


“kenapa kau kesal?” tanya sean membuat andrea mendongak menghadap sean, bagaimana pria itu tau jika sekarang andrea sedang kesal.


“bagaimana kau tahu?” tanya andrea menatap sean tidak percaya, apakah isi kepalanya begitu sangat terawang sehingga terlihat jelas begitu.


“tentu saja karena kepala sangat transparan sehingga aku dapat melihat kekesalan itu” jawab sean bercanda.


“benarkah begitu? Lalu apa yang kau lihat sekarang?” tanya andrea percaya dengan apa yang sean katakan, sean tertawa kecil membuat andrea memanyunka bibirnya.


“aku tidak suka pekerjaanku diambil orang lain” ujar andrea pelan membuat sean berhenti sejenak dari mengeirngkan rambut andrea.


“seperti orang lain yang membersihkan tempat tidur, aku yang tidur kenapa mereka yang membereskannya, dan juga membersihkan peralatan masaku memang benar itu bukan milikku hanya saja aku yang baru saja memasak kenapa mau repot dengan urusan orang lain” ujar andrea dengan cepat membuat sean tanpa sadar tersenyum karena itu.

__ADS_1


Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin. Terima kasih sebelumnya.


To be continue,


__ADS_2