
Bab 47a
Sean pulang ke mansion karena pekerjaannya sudah selesai, ia harus pulang kemansion karena malam nanti akan ada transaksi besar jadi sean harus hadir disana.
“pulang boss?” tanya dave ketika sean melewatinya. Sean tidak menjawab ia melewati dave begitu saja.
“malam ini jam 01 di utara hutan boss” ujar dave lagi membuat sean menganggukan kepalanya.
“hm”
Dave hanya mengangkat kedua bahunya, sudah biasa sean bersikap begitu.
Sean masuk kedalam kamar nya dan segera berbaring tidur tanpa melepaskan setelan kerja dan sepatunya, sean langsung memejamkan matanya.
Sementara itu, andrea seharian saja dirumah tidak kebutik. Andrea melakukan kegiatan masak-memasak dan beres-beres kamarnya. Dimood yang buruk ini andrea meluangkan waktunya untuk banyak bergerak dibanndingkan dengan bermalas-malasan yang membuatnya kembali kepikiran yang tidak penting.
“tidak kebutik kak?”
“lagi malas mi” jawab andrea tersenyum pada sandra, sandra hanya menganggukan kepalanya. sandra tahu putrinya sekarang sedang mengalihkan pikirannya, walaupun sandra sangat ingin tahu putrinya ada masalah apa, tapi sandra tidak menanyakannya karena putrinya pasti akan memberi tahunya tanpa ia bertanya sekalipun.
__ADS_1
“mi” panggil andrea menghentikan gerakannya yang sedang memotong wartel.
“iya kak”
“dhea putus dengan samuel” ujar andrea lagi tanpa menatap sandra, sandra tersenyum pada andrea walaupun putrinya tidak melihat senyumnya.
“ohh” jawab sandra hanya ber ooh ria saja. Tentu saja membuat andrea langsung menolah pada sandra.
“yang benar saja, respon mami Cuma ohh?” tanya andrea tidak percaya.
“memang nya harus menjawab yang lain?” tanya sandra lagi-lagi membuat andrea membuka mulutnya tidak percaya.
“karena mami yakin keputusan anak mami pasti tepat, pasti ada alasan yang menguatkan sehingga kalian putus dan mami percaya anak mami tidak membuat alasan itu, bukan” ujar sandra
“tentu saja, mungkin memang kami belum cocok mi”
“bukan belum cocok sayang, tapi bukan jodoh. Mami yakin ada seseorang yang lebih tepat dibandingkan samuel. Mami percaya itu, sudah ah mami mau maskeran dulu. Bye” ujar sandra pergi meninggalkan andrea tanpa mendengar sepatah katapun dari andrea.
“dasar mami, terima kasih” ujar andrea pelan dan mulai melanjutkan memasaknya.
__ADS_1
“KAK! ALEX SUDAH PULANG?” teriak sandra dari dalam kamarnya, andrea hampir terkejut karena maminya tiba-tiba berteriak padanya.
“belum mi, kenapa?”
“anak itu bolos lagi, gurunya baru menelpon mami menanyakan apa alex sedang sakit. Jelas-jelas anak nakal itu tadi sehat-sehat saja, pasti membolos dia itu!” omel sandra keluar dari kamarnya, andrea hanya bisa geleng-geleng kepalanya.
“mungkin sebentar lagi pulang mi” ujar andrea
“mami harus menelpon papi, ini semua gara-gara papi yang selalu memanjakan anak laki-laki ‘ anak laki-laki nakal wajar mi’ cih, wajar apanya kalau setiap hari bolos apa itu wajar” sandra mengomel dan kembali masuk kekamar menelpon vino.
Andrea tersenyum lalu meninggalkan sup yang akan ia buat, andrea berjalan menuju kamarnya. Tiba-tiba saja moodnya membaik sekarang. Andrea sudah ingin memejamkan mata teriakan mami kembali menggelegar.
“DHEA! KALAU MASAK JANGAN SETENGAH-SETENGAH! KAU MAU SUAMIMU CUMA SETANGAH! CEPAT KEMARI DAN LANJUTKAN MEMASAKMU!”
Andrea tersenyum mendengar teriakan maminya, bukannya kembali kedapur andrea memilih untuk melanjutkan tidurnya.
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.
To be continue,
__ADS_1