Terpaksa menikahi Mafia

Terpaksa menikahi Mafia
bab 97


__ADS_3

AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAINđŸ”„ MOHON UNTUK MEMBERIKAN POIN KECERITA INI BIAR MAWAR SEMANGAT MENULIS KELANJUTAN BABANH SEAN & ANDREA😊 GA USAH BELI KARENA POIN BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS!!


HAPPY READING 💚


Kehamilan Andrea sudah memasuki bulan ke 8 dan Sean meluangkan waktunya untuk Andrea, pekerjaan Sean tetap berjalan karena Dave yang menghandle semuanya. Sean tentu saja masih bekerja hanya saja Dave banyak membantunya. Seperti sekarang Sean dan Andrea sedang duduk sambil menonton televisi bersama sambil memakan cemilan.


Andrea sering mengeluh karena badannya yang menjadi gemuk, pipinya banyak isi, kaki nya juga membengkak.


“sayang, lihat lemak tangan aku” ujar Andrea menunjukan lemak lengan atasnya membuat Sean meletakan tangan Andrea ketempat asalnya.


“tidak sayang”


“bohong!” kata Andrea membuat Sean menghela nafas sedikit lalu tersenyum.


“iya sayang”


“tuh kan, kamu mah jahat” ujar Andrea dengan nada merajuk.


“sayang bukan begitu maksud aku” ujar Sean jadi serba salah.


“tau ah, aku tidak mau bicara denganmu” ujar Andrea bangkit dari duduknya, Sean langsung menahan tangan Andrea dan mendudukan Andrea lagi.


“maaf” ujar Sean sambil mencium berkali-kali bibir istrinya, Sean jadu gemas sendiri dengan tingkah laku istrinya.


“iya” kata Andrea memeluk Sean lagi, Sean menghela nafas lega.

__ADS_1


“sayang,”


“hm”


“mau es krim” pinta Andrea membuat Sean menganggukan kepalanya.


“baiklah, aku ambilkan ya” Andrea menggelengkan kepalanya, membuat Sean mengelus sayang kepala Andrea.


“jangan pergi” pinta Andrea,


Akhirnya Sean memerintahkan pelayannya untuk mengambil es krim yang sangat diinginkan oleh istrinya. Senyum Andrea mengembang ketika ia sudah mendapatkan es krimnya.


Sore hari Sean membantu Andrea berjalan-jalan didepan rumah, itu yang disarankan oleh dokter Kevin.


“bos, tandatangan ini” ujar Dave datang dengan membawa setumpuk berkas, Sean menoleh pada Dave.


“siap bos”


Sean masih membantu Andrea dan mengabaikan sebentar pekerjaannya yang harus ia tanda tangani.


“sudah sayang, aku capek” ujar Andrea membuat Sean menganggukan kepalanya dan membawa Andre duduk.


“tarik nafas dalam-dalam lalu keluarkan perlahan” ujar Sean yang langsung diikuti oleh Andrea.


“pintar” ujar Sean sambil mengelap keringat yang bercucuran dipelipis Andrea dengan handuk kecil.

__ADS_1


“terima kasih sayang” ujar Andrea ketika Sean selesai mengelap keringatnya lalu memberikannya minum.


“apapun untukmu sayang” jawab Sean tersenyum lalu mengambil pena dan menandatangai berkas yang Dave berikan.


Andrea tersenyum melihat suaminya yang sedang fokus kerja, Andrea berdiri dan memijit belakang Sean. Sean kaget lalu menghadap Andrea.


“sayang, aku tidak apa-apa. Kau duduk saja, istirahat saja sayang” ujar Sean lalu membawa Andrea kembali duduk. Andrea mengerutkan bibirnya lucu membuat Sean mencium gemas bibir Andrea.


Sean melanjutkan kerjanya membuat Andrea menunggu Sean dengan malas, Andrea memainkan lengan kiri Sean lalu memaikan jari-jari Sean. Andrea membawa tangan Sean kedalam mulutnya, Sean sama sekali tidak merasakan apapun jadi dia tidak merespon Andrea.


“sayang, masih lama?” tanya Andrea membuat Sean melihat Andrea.


“sebentar lagi sayang, tangan aku kamu gigit?” tanya Sean membuat Andrea dengan polos menganggukan kepalanya membuat Sean geleng-geleng kepala.


“sebentar ya” ujar Sean membuat Andrea menganggukan kepalanya.


Sean melanjutkan kerjanya dengan cepat agar pekerjaanya selesai dengan cepat, Sean tahu sekarang istrinya bosan menunggunya.


“sayang mau mandi” ujar Andrea ketika Sean telah menyelesaikan pekerjaanya.


“ayo, kita mandi”


“mau mandi berdua atau dimandikan?” tanya Sean membuat Andrea menatap Sean dengan jahil.


“dua-duanya, haha”

__ADS_1


Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.


To be continue,


__ADS_2