
Bab 17
“aww” andrea meringis ketika ia hendak mandi lututnya terasa sangat perih,
“kenapa ini disisni?” tanya andrea pada dirinya sendiri ketika menemukan ada luka dilututnya, ah andrea meningatnya luka itu ia dapatkan sewaktu berburu tadi katika ia mengejar rusa yang terus berlari darinya.
Andrea membiarkan saja lukanya lalu masuk kekamar mandi untuk mandi, luka kecil seperti itu tidak masalah bagi andrea.
Andrea sudah berpakaian lengkap dan tak lama kemudian sean masuk kekamar, pria itu juga ingin membersihkan dirinya.
“lututmu terluka” ujar sean langsung berjongkok didepan andrea, andrea mengerutkan keningnya karena tingkah sean.
“oh, ini terluka sewaktu mengejar rusa buruan tadi. Tidak apa-apa ini hanya luka kecil” ujar andrea kemudian membuat sean langsung berdiri mengambil kotak obat yang memang tersedia dikamar mereka.
“duduk” ujar sean membawa andrea duduk diatas kasur,
__ADS_1
“lututku sungguh tak apa” ujar andrea mencoba berdiri namun ditahan oleh sean,
“aku tahu, tapi tetap saja harus diobati agar tidak infeksi” ujar sean lembut dan lagi-lagi andrea terdiam sesaat karena sekarang jantungnya berdetak tak karuan hanya karena sean mengobati lukanya.
“terima kasih” ujar andrea tulus ketika sean meletakan plaster diatas lukanya, sekarang andrea jadi merindukan ayahnya. Biasanya ketika andrea luka begini ayahnya dengan sigap mengobati lukanya sama seperti yang sean lakukan sekarang.
“hm, lain kali kalau luka jangan dibiarkan saja sekecil apapun luka itu” jawab sean meletakan kotak obat ketempatnya semula lalu kekamar mandi untuk membersihkan diri.
Andrea sudah dibawah terlebih dahulu membantu kepala pelayan yun serta pelayan yang lainnya memasaka. Karena andrea menyukai masak jadi andrea harus ikut andil dari memasak makan malam untuk semuanya.
“kenapa?” tanya andrea membuat lyin dengan ragu mengatakannya pada andrea. Andrea menghela nafas pelan lalu menghampiri lyin yang berdiri didepan pintu dapur.
“kalian tolong lanjutkan” ujar andrea lalu membawa lyin keluar dari dapur.
“ada apa? Mau cerita em?” tanya andrea benar karena lyin ingin bercerita pada andrea. Lyin menganggukan kepalanya membuat andrea tersenyum lalu mengajak lyin menuju kamar gadis itu.
__ADS_1
Lyin menatap andrea dengan gelisah, antara ingin bercerita atau tidak dan andrea tersenyum akan itu.
“tentang dave?” tebak andrea membuat lyin melototkan matanya, dari mana andrea tau? Lyin tidak pernah bercerita pada orang lain termasuk kakaknya sean tapi kenapa andrea bisa tahu?
“dari mana kak dhea tahu?” tanya lyin penasaran bukan sangat penasaran lebih tepatnya.
Andrea hanya mengangkat kedua bahunya membuat lyin mengerutkan bibirnya lucu,
“kak dhea” rengek lyin kembali tertawa, rengekan lyin barusan sangat mirip dengan rengekan alex ketika pria muda itu sedang menginginkan sesuatu darinya.
“kakak hanya tau saja” jawab andrea membuat lyin cemberut jawaban andrea sama sekali tidak seperti dugaannya. Tapi tetap saja lyin ingin curhat pada andrea, karena tidak mungkin lyin bercerita pada sean kakak prianya itu karena sean tidak mau terlibat dengan urusan cinta orang lain termasuk urusan rachel dan dave apalagi urusan cinta dirinya. Disaat seperti ini lyin sangat membutuhkan sosok kakak perempuan yang akan mendengarkan dan memberikan masukan pada ceritanya.
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin. Terima kasih sebelumnya.
To be continue,
__ADS_1