Terpaksa menikahi Mafia

Terpaksa menikahi Mafia
bab 35


__ADS_3

Bab 35


Pagi hari sekitar pukul 5 pagi andrea sudah dalam perjalanan pulang diantar oleh dave, andrea memang tidak paham dimana tata letak jalan yang benar untuk keluar dari hutan dan andrea tidak mau repot-repot untuk menghafalnya, toh andrea tidak akan kembali lagi kekediaman sean.


Andrea harus melupakan segala hal yang ada didalam hutan, baik itu manis atau pahit. Ketika andrea keluar dari hutan andrea kembali menjadi andrea seperti dulu yang tidak mengenal sean.


“kau benar-benar ingin pergi?” tanya dave tapi tidak ada jawaban dari andrea, andrea terpaku dengan pemandangan diluar sana.


Dave menghela nafas, ia sangat mengenal sean bossnya itu. Sean benar-benar sangat mencintai andrea hingga mau mati rasanya. Tapi mau dikata apa, andrea telah melihat semuanya dan andrea lebih memilih untuk pergi.


Andrea sengaja menulikan telinganya agar ia tetap membekukan hatinya untuk tidak kembali lagi kemari.


Sedangkan dikediaman sean, sean masih berdiri dilantai dua dengan memandangi jalan keluar yang mana tadi mobil itu membawa andreanya pergi.

__ADS_1


Sean tidak dapat berkata-kata lagi, mau melarang andrea pergi pun ia tidak mampu. Setelah satu jam berdiri disana sean kembali duduk diruang kerjanyay dan berkutik pada pekerjaannya. Hanya dengan bekerja sean dapat mengalihkan sedikit pikirannya yang lari pada kepergian andrea.


“dimana yang lain?” tanya lyin ketika sampai diruang makan hanya menemukan rachel, wanita yang amat dicintai oleh dave.


Rachel menjawab dengan mengangkat kedua bahunya tidak peduli, ia memakan sarapannya seperti biasanya.


Lyin menghela nafas lalu kembali lagi kekamarnya, sekarang lyin bertanya-tanya dimana semua orang? Kenapa tidak ada satu pun dari mereka yang menampakan diri.


Lyin duduk ditepi ranjang tak beberapa lama kemudian lyin sudah mengubah posisinya menjadi tidur dan menatap langit-langit. Perasaannya tidak enak sekarang, ia harus melakukan sesuatu untuk membuat lyin tenang.


Ketika membuka pintu lyin tidak menemukan apapun, kamar sean kosong. Lyin bahkan mengecek kamar mandi dan tidak ada siapapunn disana.


‘ada yang tidak beres’ guman lyin langsung berlari menuju ruang kerja sean.

__ADS_1


“kak” panggil lyin ketika meneukan sean disana,


“kenapa?” tanya sean balik tanpa mengalihkan pandangannya dari laptopnya. Lyin menghela nafas lalu mendekati kakaknya yang tidak mengubris kehadirannya.


“aku tidak melihat kak dhea, dimana kak dhea?” tanya lyin membuat jari-jari sean yang sedang mengetik terhenti dan lyin memperhatikan itu.


“pergi” jawab sean singkat membuat lyin mengangguk mengerti, andrea pergi pasti punya alasan yang membuatnya harus pergi mengingat belakangan ini andrea sudah mulai membuka hatinya untuk sean.


Lyin menganggukan kepalanya, ia tidak mau bertanya lebih lanjut lagi pada kakaknya karena sean mungkin tidak mau bercerita padanya.


“dia melihat semuanya” ujar sean pelan ketika lyin sudah diambang pintu, langkah lyin terhenti lalu kembali pada sean.


“seandainya kakak tidak membunuh hari itu dan tetap bersamanya diruang kerja, mungkin saat ini dhea masih bersama kita” ujar sean masih dengan suara pelan, lyin tidak mengeluarkan suaranya ia hanya memeluk kakaknya yang sedang patah hati ditinggal pergi.

__ADS_1


Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya.


To be continue,


__ADS_2