
AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN🔥 MOHON UNTUK MEMBERIKAN POIN KECERITA INI BIAR MAWAR SEMANGAT MENULIS KELANJUTAN BABANH SEAN & ANDREA😊 GA USAH BELI KARENA POIN BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS!!
HAPPY READING 💚
Dor
Dave mennembak pistol Bima hingga jatuh kelantai, membuat Bima menggeram kesal. Bima langsung mengmbil pisaunya dan langsung meletakan keleher Andrea.
“jangan bermain-main, sampai tergores sedikit saja. Adikmu tinggal nama saja” ujar Sean membuat Crytsal membelakan matanya.
“sayang? Apa yang baru saja kau katakan?” tanya Crystal tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar dari mulut Sean.
“kau akan mati!” jawab Sean membuat Crystal menggelengkan kepalanya.
“sayang kita akan menikah, kita sudah bertunangan! Mana bisa kau membunuhku!”
“kau naif sekali, aku mencintaimu? Menikah? yang benar saja, wanita satu-satunya dalam hidupku hanyalah Andrea tidak tergantikan apalagi dengan wanita murahan sepertimu!” ujar Sean membuat hati Crystal sakit mendengar penuturan Sean, selama ini ia kira Sean memang mencintainya dengan tulus tapi ternyata.
“aku sudah tau kau adalah adik dari Bima yang mencoba menjebakku, tapi kau rupanya cepat terjerat dengan ketampannanku!”
__ADS_1
“kak! Bunuh wanita itu sekarang!” teriak Crystal marah, jika Crystal tidak bisa mendapatkan Sean maka wanita lainpun tidak bisa mendapatkan Sean.
“ini semua karna cinta buta mu itu, coba dari awal kau menuruti kata-kataku!” balas Bima, Sean langsung menendang Bima ketika Bima lengah dan tengah berbicara pada Crystal.
Bima tidak terima ia berdiri dan melawan Sean dengan pisaunya, pistol yang mulanya dipegang oleh Sean terjatuh karena Bima tiba-tiba menusuk perutnya. Sean tidak merasakan sakit hanya saja pistolnya terjatuh karena Bima mendatangnya setelah menusuk perutnya.
Dave memerintahkan orangnya untuk memisahkan Sean dan Bima, karena orang-orang Sean banyak dengan mudah Bima dilumpuhkan.
Bima masih belum menyerah ia mengambil pistol Sean yang tadi terjatauh. Bima bangkit dan mengarahkan pistolnya kekepala Andrea.
“turunkan senjatamu! Nyawa adikmu ada ditanganku!” ujar Sean sambil memeluk Andrea yang badannya sekarang bergetar hebat.
“aku tidak peduli, jika dia harus mati setidaknya kau akan kehilangan orang yang paling kau sayang!” mendengar jawaban dari kakaknya lagi-lagi ada bunyi patah didalam hati Crystal. Kakaknya tega membuangnya.
“maafkan aku sayang kau harus melihat semua ini” ujar Sean menutup mata Andrea dengan tangan kanannya.
Dor
Dor
__ADS_1
Dor
Suara tiga tembakan terdengar, Sean menembak Bima, Dave menembak Crystal dan Bima menembak Andrea tapi dengan sigap Sean menghalangi Andrea hingga dia yang tertembak.
Sean dengan lemah melepaskan ikatan ditangan dan kaki Andrea, sedangkan lakban dimulut Andrea, Andrea yang membukanya.
Dor
Dave menembak Bima yang ingin mengambil pistolnya hingga tidak bernafas lagi, Andrea tidak kaget mendengar tembakan Dave.
Andrea memeluk Sean erat karena banyak sekali darah yang keluar dari perut dan lengan Atas Sean. Andrea menangis kencang membuat Dave langsung menghampiri bosnya dan Andrea.
Dave menggendong Andrea dan Sean diangkat oleh orang-orangnya,
“bawa kerumah sakit sekarang!” perintah Dave membuat orang-orangnya menganggukan kepala.
Andrea terus menangis disamping Sean karena darah Sean tidak kunjung berhenti padahal sudah dibalut dengan kain.
“bos akan baik-baik saja, percayalah bos adalah pria yang kuat!” ujar Dave menenangkan Andrea, walaupun Dave juga merasa puas tapi dia tidak mungkin membuat Andrea bertambah khawatir.
__ADS_1
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.
To be continue,