
Bab 8
Andrea mencuci wajahnya, ia akan segera tidur malam ini. rencana untuk kabur tidak boleh gagal karena ia bangun kesiangan.
Sean masuk kedalam kamar ketika andrea sudah selesai mencuci wajahnya, andrea menatap sean dengan saksama.
“kenapa?” tanya andrea membuat sean tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. sean berjalan kearah lemari dan mengambilkan handuk kecil lalu memberikannya pada andrea,
“terima kasih” ujar andrea membuat sean menganggukan kepalanya.
“tidurlah, aku akan pergi sebentar” ujar sean dengan mantap andrea menganggukan kepalanya.
“jam berapa kau pulang?” tanya andrea membuat dahi sean berkerut,
“3 atau 4 jam kedepan, kenapa?” jawab sean balik bertanya,
__ADS_1
“tidak apa-apa hanya bertanya saja” jawab andrea cepat membuat sean menganggukan kepalanya mengerti.
“baikah, aku pergi tidur yang nyenyak”
“hm, hati-hati”
Andrea tersenyum senang ketika sean pergi dari kamar, andrea bahkan tidak peduli kemana sean pergi. Andrea duduk disisi ranjang, ia sedang memikirkan misinya.
‘sean pulang setelah 3 atau 4 jam kemudian, sekarang pukul 10 malam jadi sean akan pulang sekitar pukul 1 pagi. Aku harus pergi sekarang juga, ah tidak 30 menit kemudian aku akan pergi dari sini untuk jaga-jaga kalau nanti sean tiba-tiba pulang. Kau tidak boleh tidur dhe, untuk 30 menit saja’
Sean ingin tetap dirumah dan memperhatikan wanita nya terus menerus, tapi jika dia tidak pergi sean takut khilaf. Sean tahu selama ini andrea selalu menjaga kesuciannya bahkan setelah berpacaran 5 tahun dengan samuel, andrea sama sekali tidak memberikan kesuciannya pada samuel. Dan sean tidak akan memaksa andrea, nanti jika sudah waktunya dan andrea sudah mengizinkannya maka sean dengan senang hati menerimanya.
Sean mengambil senjatanya dan memasukannya kedalam jasnya, ia harus pergi menyusul dave untuk melakukan transaksi disana. Apalagi yang sean harapkan tetap tinggal bersama andrea? Tentu saja sean sangat ingin tapi apa daya andrea sama sekali tidak butuh kehadirannya. Cukup andrea ada didekatnya selalu sean sudah meresa dunianya ada, andrea adalah dunia untuk sean.
Sean sampai kelokasi transaksi dan semua berjalan dengan lancar, darimana sean tahu. Sean mengetahuinya dari jauh karena dave dan mr. Louis bersalaman dan itu sudah membuat sean yakin bahwa transaksi kali ini aman.
__ADS_1
“kenapa kau kemari? Seharusnya kau menikmati masa pengantin baru kalian” ujar dave membuat sean tidak bergeming dan menghitung jumlah senjata yang tersisi didalam mobil mereka.
Sean mengumpat kesal karena mendengar suara mobil polisi dari jauh, dengan gerakan cepat sean memasukan senjata-senjata dan uang mereka kedalam mobil.
“masukan semua tampa sisa, cepat!” perintah dave membuat banyak pria berpakaian hitam langsung menuruti perintah dave.
“louis sialan!” sean mengumpat geram, sean sengaja menyuruh mobil yang dibawa anak buahnya melaju duluan, biarlah polisi-polisi ini dirinya dan juga dave yang akan menanganinya.
“kau siap?” tanya dave dari mobil lainnya yang tepat berada disamping mobil sean, sean tidak menjawab ia hanya menganggukan kepalanya.
“kau mendapatkan lawan yang salah louis!” ujar dave dengan semerik evilnya,
Sean dan dave berhasil mengelabui polisi dan sampai dimarkas dengan aman, sekarang yang tidak aman adalah mr. Louis karena dengan beraninya menelpon polisi dan kabur begitu saja.
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin. Terima kasih sebelumnya.
__ADS_1
To be continue,