Terpaksa menikahi Mafia

Terpaksa menikahi Mafia
bab 37


__ADS_3

Bab 37


“bagaimana keadaan putri saya dok?” tanya sandra cepat ketika dokter keluar setelah memeriksa andrea.


“pasien kurang nutrisi dan dehidrasi, pasien juga mengalami stress dan tekanan batin. Jadi saya harap tidak ada yang mengungkit apa pun yang membuatnya semakin stress jika itu terjadi maka jiwanya akan terganggu.” Jawab dokter membuat yang lainnya tercengang karena khawatir mendengar jawaban dari dokter.


“selebihnya pasien akan baik-baik saja nutrisi dan dehidrasinya sudah diberikan melalui infus dan jika pihak keluarga membantunya melawati masa stressnya. Saya permisi dahulu, ini obat dan vitamin yang harus ditebus diapotek” ujar dokter itu mengundurkan diri.


“biar saya yang nebus obatnya mi” ujar samuel membuat sandra menganggukan kepalanya dan memberikan kertas dari dokter pada samuel.


Sandra duduk lemas dikursi mendengar pernyataan dari dokter, sebenarnya apa yang telah putrinya lalui hampir sebulan ini sehingga putrinya jadi begitu.


Alvino langsung memeluk istrinya dan menenangkan sandra yang kini telah menangis.


Bryan dann alex sama seperti kedua orang tuanya, tidak tahu harus berkata apa karena mendengar kondisi buruk tentang andrea.

__ADS_1


Sindi, ia juga merasa sedih tentang apa yang menimpa sahabatnya itu.


Andrea dipindahkan keruang vip barulah yang lainnya bisa menjenguk andrea. bryan dan istrinya sudah pergi karena kehamilan besar istrinya tidak boleh terlalu kelelahan. Samuel, pria itu sudah kembali bekerja karena ada meeting penting yang mengaruskan ia datang. Samuel bisa saja tidak datang tapi itu akan membuatnya dipecat karena melalaikan tugas penting.


Hanya ada kedua orang tua andrea, alex dan juga sindi yang menunggu andrea segera siuman.


Andrea mengedip-ngedipkan matanya lalu membuka matanya, tenggorokannya sangat kering sekarang.


“sayang, mau apa? Minum?” tanya sandra yang senang ketika mengetahui andrea telah sadar.


“haus mi” ujar andrea dengan suara parau.


“sekarang kamu mau apa sayang?” tanya sandra lagi membuat andrea menggelengkan kepala nya lemah. Setelah minum andrea kembali tidur karena kepalanya masih pusing.


Sementara dibutik, sepulang kuliah lyin langusung mampir kebutik milik andrea. lyin berkeliling berputar hingga sesekali kekamar mandi butik tapi lyin tidak menemukan andrea didalam butik. Karena sudah dua jam berkeliling lyin memilih asal baju dan membawanya kekasir.

__ADS_1


“mbak numpang tanya, pemilik nya ada?” tanya lyin ketika sedang membayar menggunakan kartu kredit yang diberikan sean.


“bu andrea sedang cuti, ada yang bisa dibantu dek?”


“oh, makasih ya mbak. Tapi saya bisa minta tolong, ini nomor hp saya nanti kalau pemiliknya sudah kembali bekerja beritahu agar menelpon saya karena saya ingin berlangganan dan siapa tahu saya ingin menjadi pelanggan tetap disini”


“baik dek, akan saya sampai kan jika bu andreanya sudah kembali”


“terima kasih mbak, saya permisi”


“sama-sama”


Lyin membuka pintu keluar sudah dua hari berturut-turut ia kemari tapi andrea tetap tidak ada dibutik. Lyin menghela nafas, semoga mbak kasir nya tidak lupa dan segera memberi tahu andrea kalau ia datang berkunjung jika andrea sudah kembali bekerja.


Lyin memesan taksi online, ia harus segera kekampus sekarang karena supirnya sudah dikampus untuk menjemputnya. Tapi, tiba-tiba lyin membatalkan taksi online nya dan menyuruh supirnya untuk menjemputnya didepan butik andrea. barang kali andrea datang kalau ia menunggu 10 menit lagi.

__ADS_1


Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya.


To be continue,


__ADS_2