
AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAINđ„ MOHON UNTUK MEMBERIKAN POIN KECERITA INI BIAR MAWAR SEMANGAT MENULIS KELANJUTAN BABANH SEAN & ANDREAđ GA USAH BELI KARENA POIN BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS!!
HAPPY READING đ
Andrea tidur didalam pelukan Sean, Andrea memaikan kancing kemeja Sean yang terbuka. Sean mengambil tangan Andrea dan menatap Andrea dengan tajam.
âmenggodaku em?â tanya Sean membuat Andrea menggelengkan kepalanya malu,
âtidak!â jawab Andrea sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
âkau iya sayangâ
âtidakâ
Sean jadi gemas sendiri dan mengambil leher Andrea dan langsung mencium Andrea dengan sangat intim, Andrea dengan senang hati membalas ciuman Sean yang memabukan. Ciuman Sean semakin menuntun lidah mereka saling bertautan, Andrea meremas rambut Sean. Sean mulai mengangkat gaun Andrea hingga menampakan bra dan celana dalam yang bewarna senada.
Sean tersenyum penuh Arti lalu membuka bra milik Andrea, Sean mulai mengulum payudara Andrea hingga membuat Andrea mendesah.
Seakan mendapat lampu hijau tangan Sean turun hingga menyentuh benda kenyal itu, Andrea semakin mendesah.
Kryukkk.....kriukkkk...
Sean menghentikan aksinya karena mendengar perut Andrea yang keroncongan, Andrea langsung memeluk Sean karena ia malu sekarang.
__ADS_1
âmenganggu sajaâ pikir Andrea kerena tiba-tiba perutnya berbunyi. Sean tersenyum lalu mendudukan Andrea, Sean memasangkan kembali gaun Andrea lalu menyentil pelan kening Andrea.
âakan aku buatkan makananâ ujar Sean membuat Andrea menggelengkan kepalanya.
âaku akan memasak sendiri, untukku dan untukmuâ ujar Andrea membuat Sean menganggukan kepalanya.
âbaiklah, ayoâ ajak Sean membuat Andrea langsung bangkit dari ranjang dan berjalan sambil menggandeng tangan Sean menuju dapur.
Andrea melarang siapapun mendekatinya dan meminta persetujuan dari Sean, Sean menganggukan kepalanya membuat kepala Yun dan yang lainnya mundur kebelakang.
Andrea tersenyum penuh kemenangan, Andrea mulai bersenandung memilih bahan apa saja yang akan ia masak sekarang. Sean tersenyum karena melihat wanitanya terlalu bersemangat.
Andrea memulai dengan mencuci bahan-bahannya lalu menyusunnya diatas meja, kepala Yun yang tidak jauh dari Andrea gemas sekali melihat Andrea. kepala Yun ingin membantu Andrea memasak karena menurutnya nyonya itu sangat lambat, jiwa-jiwa chef kepala Yun memberonta melihat Andrea. Belum lagi urutan memasukan bahan kedalam panci yang sangat berbeda dengan kepala Yun.
Andrea mengangkat kedua bahunya lalu menggelengkan kepalanya pada kepala Yun, Andrea tahu kepala Yun ingin menghampri nya sekarang terlihat sangat jelas.
Andrea mulai mengiris cabai untuk sayur nya, namun ditengah-tengah mengiris cabai jari Andrea tidak sengaja kena iris.
âakhhhâ ujar Andrea sedikit berteriak membuat Sean langsung menghampiri Andrea dan memasukan jarinya kedalam mulutnya.
Inilah yang Sean khawatirkan ketika Andrea berada didapur. Sean tahu Andrea pandai memasak hanya saja Sean tidak bisa melihat Andrea terluka.
âmulai sekarang jauhi dapur!â ujar Sean ketika darah dijari Andrea sudah tidak mengeluarkan darah lagi. Andrea menatap Sean dengan mata yang sudah berair.
__ADS_1
âaku..a..aku ingin..tetap memasak!â ujar Andrea yang sudah menangis, Sean menghela nafas berat lalu membawa Andrea kedalam pelukannya.
âkau akan terluka sayangâ ujar Sean tidak membantu meredakan tangis Andrea.
âini luka kecilâ
âluka sekecil apapun namanya tetap luka dan kau terluka sayangâ ujar Sean mengelus kepala Andrea.
âtetap saja aku ingin memasakâ ujar Andrea samakin menangis membuat Sean semakin sulit untuk menghentikan Andrea menangis.
âbaiklah, kau boleh melanjutkan memasakmuâ ujar Sean membuat tangis Andrea langsung terhenti dan mengangkat kepalanya menghadap Sean, Sean menganggukan kepalanya.
âiya, tapi harus ditemani kepala Yunâ
âtapi...â
âmau apa tidak?â
âiyaâ
âbagusâ ujar Sean tersenyum sambil mengelus sayang kepala Andrea.
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.
__ADS_1
To be continue,