Terpaksa menikahi Mafia

Terpaksa menikahi Mafia
bab 20a


__ADS_3

Bab 20a


“kakak antar pakai motor”


Lyin menatap dave dengan mata berbinar, lalu menatap andrea yang tersenyum dan menganggukan kepalanya.


“bagaimana?” tanya sean lagi membuat lyin langsung menganggukan kepalanya.


“oke kak”


Rachel melirik dave dan lyin bergantian tanpa minat lalu kembali memakan sarapannya.


Setelah sarapan lyin menghampiri andrea dengan senyum lebar diwajahnya,


“makasih kak dhea” ujarnya senang sambil memeluk andrea, andrea tersenyum lalu mengelus sayang kepala lyin.


“sama-sama”


Ini semua rencana andrea, ketika lyin menceritakan jika ia akan diatar oleh dave dan andrea merencanakannya agar lyin diatar dengan motor. Pakai mobil, oh ayolah bisa garing mereka didalam mobil karena tidak ada topik pembicaraan dan suasananya akan canggung, kalau naik motorkan walaupun tidak banyak bicara setidaknya tidak canggung dna mereka bisa lebih dekat lagi.


Setelah berbicara pada lyin, andrea pergi keruang kerjanya yang berada tepatnya didalam ruang kerja sean hanya saja sean membuatkannya ruang kerja khusus untuk dirinya.


Andrea menarik nafas dalam-dalam lalu mengambil pensilnya dan mulai menggambar, hari ini andrea begitu semangat membuat rancangan karena nantinya pakaian itu akan ia hadiahi untuk lyin.


Andrea sesekali menuap karena ia mengantuk, andrea meletakan pensilnya lalu berdiri. Andrea berjalan menuju dapur untuk membuat kopi agar rasa kantuknya hilang.


“ada yang perlu saya bantu nona?” tanya kepala yun membuat andrea langsung menggelengkan kepalanya.


“sudah selesai” jawab andrea tersenyum lalu meninggalkan dapur dan kembali membuat rancangan pakaian untuk lyin,

__ADS_1


Andrea kembali membandingkan gambar yang pertama ia buat dengan gambar yang entah keberapa, karena sudah banyak kertas yang berada ditempat sampah karena menurut andrea itu tidak bagus.


Hanya ada dua yang menarik pandangan andrea dan andrea memilih yang ia gambar terakhir kalinya, walaupun rancangan gambar yang pertama lebih bagus dari pada yang terakhir tapi naluri andrea mengatakan yang terakhir lebih baik karena lebih cocok dengan lyin.


Andrea menyimpan gambarannya kedalam laci dan membuang rancangan yang pertama.


Kring...kring...


Andrea hampir terjungkal kebelakang karena dering telpon diatas meja kerja, andrea menatap telpon yang terus berdering itu, siapa yang menelpon? Karena tidak bisa melihat dan mengetahui siapa yang menelpon andrea mengangkat ganggang telpon.


“hallo, dengan andrea” ujar andrea dengan formal


“sedang apa?” tanya sean disebrang sana membuat andrea tersenyum lega karena sean yang menelponnya.


“baru selesai merancang busana” jawab andrea


“bagaimana harimu?”


“kalau begitu lakukan apa yang kau suka dan hilangkan bosanmu”


“aku....”


“asal jangan kabur saja” canda sean disebrang sana membuat andrea langsung cemberut kesal.


“hm”


“aku tutup, aku merindukanmu”


“hm”

__ADS_1


“bye, honey”


“hm”


“what is hm?”


“hm”


“aku mencintaimu”


“hm”


“kau mencintaiku?”


“hm”


“baiklah, bye sayang”


“hm, apa!” ujar andrea ketika sadar sean mengatakan apa,


Tut.


Andrea menatap ganggang telpon sambil menggarut lehernya yang tidak gatal lalu menggelengkan kepalanya, sedangkan disebrang sana sean terkekeh lucu.


lyin diam saja dan meletakan tangannya diatas lututnya sementara Dave mengendarai Mogenya.


Dave yang mengetahui itu langsung menarik tangan lyin sehingga memeluk pinggangnya.


"pegangan kalau tidak nanti adik kakak jatuh" ujar Dave berteriak membuat lyin tersenyum getir. lyin senang memeluk pinggang Dave tapi juga sedih karena Dave selalu menganggapnya adik tidak lebih dari itu. untuk saat ini, semua ini cukup untuk lyin selagi bisa melihat Dave sepanjang hari tidak masalah baginya mau Dave menganggapnya apa.

__ADS_1


Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin. Terima kasih sebelumnya.


To be continue,


__ADS_2