
AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN🔥 MOHON UNTUK MEMBERIKAN POIN KECERITA INI BIAR MAWAR SEMANGAT MENULIS KELANJUTAN BABANH SEAN & ANDREA😊 GA USAH BELI KARENA POIN BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS!!
HAPPY READING 💚
Sudah 2 hari dan Andrea masih betah untuk tidak membuka matanya, sama hal nya dengan Sean jika Andrea masih belum membuka matanya, Sean pun demikian masih belum menyerah untuk kesadaran istrinya.
Sean memeggang tangan kanan Andrea, Sean sangat berharap hari ini, detik ini Andrea bangun dari komanya.
“sayang, bangun buka matamu. Apa kau tidak merindukan aku?” tanya Sean sudah menangis, pria kok cengeng? Memangnya kenapa? Bukankah menangis adalah hal norma untuk posisi Sean sekarang? Ada pepatah mengatakan menangislah selagi kau ingin manangis, jangan ditahan.
“sayang aku mohon bangunlah” ujar Sean lagi sambil mencium berkali-kali tangan Andrea.
“tidak bekerja?” tanya Sandra masuk kedalam kamar inap Andrea dengan bekal yang ia bawa. Sebenarnya Sandra tahu jika Sean tidak berangkat kerja, karena apa karena hanya Sean saja lah yang menunggu Andrea 24 jam. Bukannya Sandra dan lainnya tidak bisa menjaga Andrea 24jam hanya saja Sean sudah menjadi seperti pawang Andrea sekarang.
Sean menggelengkan kepala sebagai jawaban dan dengan cepat Sean menghapus air matanya, Sandra tersenyum sambil mengeluarkan sarapan yang telah ia buat untuk Sean.
__ADS_1
“kemari, sarapan dulu” ujar Sandra membuat Sean menganggukan kepalanya dan datang pada Sandra.
“makan yang banyak” ujar Sandra ketika Sean mulai memakan sarapannya.
Sandra menatap Sean yang sedang sarapan sekarang, terlihat jelas jika Sean tidak sedang dalam nafsu makan yang bagus, tapi tetap saja Sean memakan sarapan yang Sandra buat.
“terima kasih mi” ujar Sean ketika telah selesai memakan sarapannya, Sandra tersenyum menanggapi Sean lalu membersihkan sisa-sisa makan Sean.
“biar mami saja,” ujar Sandra membuat Sean menganggukan kepalanya, Sandra sangat beruntung memiliki Sean sebagai menantunya. Lihatlah sekarang sesudah sarapan Sean langsung menghampiri istrinya dan memegang tangan Andrea. betapa Sean sangat mencintai putri keduanya membuat Sandra lega, pria itu sangat sempurna untuk putrinya.
Andrea membuka matanya dengan perlahan kepalanya terasa pusing, Sean yang melihat istrinya membuka mata langsung memanggil dokter.
“jangan banyak gerak sayang” ujar Sean ketika Andrea ingin duduk,
“kau mau apa? Minum? Makan? Atau jus?”tanya Sean membuat Andrea menggelengkan kepalanya, Sean sangat bahagia sekarang karena istrinya sadar. Rasa bahagia Sean tidak bisa diucapkan dengan kata-kata. Sekarang Andrea sedang diperiksa oleh dokter.
__ADS_1
“kondisi Nona Andrea sudah membaik, tolong dijaga pola makan dan harus meminum vitamin”
“kapan saya bisa pulang dok?”
“secepatnya setelah kondisi Nona Andrea semakin membaik”
Sean membantu Andrea duduk lalu memeluk istrinya, sungguh tidak ada hal baik terjadi selain istrinya sadar dari koma. Andrea tersenyum didalam pelukan Sean.
“terima kasih karena telah bertahan sayang” ujar Sean membuat Andrea menganggukan kepalanya, Sandra yang melihat putri dan menantunya menjadi menghangat.
Andrea tersenyum bahagia karena ia dan bayinya baik-baik saja pasca terjatuh dari tangga, tunggu dulu ia dan bayinya?
Andrea langsung memegang perutnya yang datar, matanya melotot dan melepaskan paksa pelukannya dari Sean. Bayi Andrea baik-baik saja bukan?.
“anak kita?” tanya Andrea membuat Sean dan Sandra saling menantap.
__ADS_1
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.
To be continue,